
"Aku tak kan menyerahkanmu kepada siapapun..." ucap Aries sembari menarikku ke dalam pelukannya erat. Hanya dalam waktu singkat kehangatan tubuhnya menjalar ke seluruh tubuhku. Aroma tubuhnya yang khas sungguh membuatku nyaman berada dalam dekapannya. Membuat hatiku dialiri perasaan bahagia yang hanya dapat dipenuhi olehnya.
"Aries, aku pun juga merasakan hal yang sama denganmu!" aku membalas pelukannya lembut.
"Huh?" gumamnya sambil menatap kedua bola mataku intens.
"Aku hanya tengah memikirkan apa yang tadi dikatakan oleh Fairy Queen, bahwa suatu saat aku dapat menjadi pengantin wanita yang sempurna.
Dan hanya kau seorang sosok pengantin pria yang dapat kubayangkan, yang akan menemaniku di altar nanti, Aries ... ." ucapku malu-malu, kubayangkan wajahku pasti sudah memerah.
"Astagah, kau ini!" balasnya singkat dengan wajahnya yang juga memerah sembari memelukku lebih erat lagi.
"Sungguh tidak adil... kau mengatakan itu padaku saat ini!" ucap Aries dengan wajahnya yang masih memerah.
"Huh?" gumamku bingung dengan ucapannya.
"Kalau kau mengatakan hal manis seperti itu... kau hanya membuatku ingin me-" ucapnya terhenti sambil menatapku.
CHUU
Dan dalam sekejap bibir lembutnya menyentuh bibirku. Manis... itu yang kurasakan. Ah, Aries! aku yakin kau sudah membuat wajahku merah padam saat ini!
...
"OH MY GOOOSH!! AAAHH ARIEESSSKU~ GEMASNYA~" teriakku setengah histeris seperti orang gila, sembari memegang smartphoneku dan guling-guling di atas tempat tidur.
Ya, bagaimana bisa aku tidak histeris kalau kau semanis ini padaku, Aries. Ucapku pada sosok pria tampan bersurai keemasan dengan bola mata berwarna violet.
Ha ha... kalian pasti iri padaku karena aku memiliki kekasih setampan ini di kamarku. Tapi, tenang dulu, pria tampan kekasihku ini tepatnya berada di dalam layar smartphoneku. Dia adalah Aries Goldfoy, karakter otome game kesukaanku dari Please Dating me, Wizardess! buatan Soulmate Inc.
Seperti yang sudah kukatakan di Prologue aku adalah Rere Kakira. Aku bukanlah seorang heroine di sebuah komik shoujo, anime romantis ataupun di game otome. Aku hanya seorang perempuan yang gemar bermain otome tiap harinya dan fansgirling terhadap pria-pria ikemen 2D di layar smartphone-ku. Ya, ampun... apa aku cukup terdengar seperti seorang Jomblo nelangsa?
__ADS_1
Ah, baiklah aku tidak terlalu peduli dengan hal itu, yang penting aku bahagia bersama para hubby 2D tercintaku.
Inilah rutinitasku, tiap hari aku terbiasa bangun cepat untuk membuka otome game-ku. Melakukan rutinitas battle di otome, greet allies, membaca story dan mungkin hanya men-tap-tap story tanpa membacanya.
Dan hari ini, pukul 03.00 a.m. Aku bangun lebih cepat dari biasanya karena hari ini adalah hari legendaris bagiku. Uhm... hari legendaris maksudku bukan hari pernikahan ya, tentu saja karena di awal aku sudah mengatakan bahwa aku jomblo. Hahaha... Jadi, pasti bukan itu. Tapi, hari legendaris yang kumaksud adalah hari Kelulusanku, Wisudaku. Wis Sudah kelar~ akhirnya aku bisa jadi sarjana juga hari ini ahaha. Maaf, tolong abaikan kelakuanku ini!
...
Nah, sekarang ini aku sudah berada di gedung lokasi acara dilaksanakannya Ceremoni Kelulusan Seangkatanku. Aku dan teman-teman seperjuanganku mengenakan jubah dan toga yang kami dapatkan dengan penuh perjuangan, cucuran keringat dan mata panda karena begadang untuk menyelesaikan tugas akhir.
Acara ceremoni pun dimulai dan syukurlah dapat berakhir dengan lancar tanpa kendala apapun.
...
"Huft akhirnya selesai juga." ucapku lega. Kini aku berada di luar gedung mengekori teman-teman satu program studi yang tengah berfoto bersama teman lain yang datang untuk mengucapkan selamat pada kami.
"Huh, pusingnya. Terlalu banyak orang di sini!" gumamku di tempat yang cukup longgar dari kumpulan manusia sembari menghela nafas.
"Ya?" jawabku sambil menoleh ke arahnya. Penasaran atas pemilik sumber suara gentle itu.
"E-H! TIDAK MUNGKIN? K-KAU?! APA AKU SEDANG BERMIMPI?" teriakku tidak percaya dengan siapa yang kulihat saat ini.
"Shhht... Rere, ternyata kau se-shock yang kubanyakan ahaha!" ucapnya sembari tertawa dengan wajah begitu polos.
"A-H! K-KAUU?! MASA SIH? BAGAIMANA MUNGKIN?" ucapku setengah berteriak masih tidak percaya dengan siapa yang kulihat. Untungnya di sini sekarang sepi, jadi aku tidak perlu jadi pusat perhatian banyak orang karena berteriak histeris. Aku pun mencubit lengan kananku.
"Aww-"
"Jadi, ini serius aku tidak sedang bermimpi?" tanyaku masih sangat bingung.
"Tidak, ini bukan mimpi." jawab pria yang sangat familiar bagiku namun suaranya baru pertama kali ini kudengar.
__ADS_1
"Ka-Kau, A-Ariiess!! OMG!! Bagaimana mungkin aku tidak sedang bermimpi saat ini?" tanyaku masih tidak percaya. Astagah... Aries, karakter fiksi impianku yang hanya berupa 2 dimensi, bagaimana mungkin bisa berdiri tepat di hadapanku, di dimensi yang sama denganku?!
"Ah, apa kau lupa, Rere? Aku ini seorang Wizard!" omelnya sembari mencubit pipi kanan dan kiriku.
"A-Aww-- ha-hu haa-hu ha-u hi-huu Hii-hzard..." (aku tahu kau itu Wizard) jawabku di saat pria beriris violet ini masih menarik pipi kanan dan kiriku. Kemudian dia melepaskan cubitannya dari pipiku dan tertawa lagi.
"hahaa... astagah, kau memang lucu sekali!!" ucapnya sembari memegang perutnya dan tertawa lepas.
"Tapi kau... harusnya hanya berada di dalam layar 2 dimensi! Kau pakai mantra sihir apa sampai bisa berada di sini?" tanyaku ketus dan dilanda rasa penasaran. Sembari mengelus pipiku yang habis ditarik olehnya.
"Tentu saja mantra rahasia special sebagai hadiah untuk kekasihku yang graduated hari ini~" ucapnya sambil tersenyum lembut.
"Kekasih?" gumamku. Kau sungguh luar biasa Aries. Hanya dengan kalimat sesederhana itu sudah dapat membuat wajahku semerah kepiting rebus.
"Ayo, kita pergi!" ajaknya sembari menarik lengan tangan kananku.
"Ugh... kemana?" tanyaku cepat.
"Tentu saja kencan dan merayakan kelulusanmu." jawabnya sembari mengeluarkan Magic Wand di balik blazer yang dikenakannya.
"!" dengan ekspresi serius Aries memejamkan matanya kemudian mengucapkan mantra sihir berpindah tempat. Dengan tangan kirinya ia mendekapku erat, seolah-olah tidak ingin aku terpisahkan darinya.
Magic Wand miliknya berkilau merefleksikan mantra yang diucapkannya, kilauan cahaya kemudian mulai mengelilingi kami berdua. Dan perlahan visual kami menghilang, berpindah tempat ke lokasi misterius yang aku tidak tahu kemana Aries akan membawaku pergi.
Saat ini dalam dekapannya, aku hanya dapat berandai bisa selamanya berada di sisinya, bisa selamanya menghirup aroma tubuhnya, bisa selamanya merasakan kehangatan peluknya seperti ini. Ya, seandainya saja... Secret Magic-nya ini bisa bertahan untuk selamanya.
Tapi, walau pun Secret Magic yang dikatakannya akan berakhir nanti... kuharap kehidupan nyataku ini akan seindah kisah happy ending di Otome Game yang kumainkan.
My Otome Husband (c) 2191
Secret Magic, To Be Continue**d.
__ADS_1