
....."Hah lu serius na ? Lu gak lagi bercandakan ?" begitulah respon sahabatku ketika mengetahui apa yang terjadi padaku....
Aku Nana Lunara gadis berusia 14 tahun yang masih duduk dibangku sekolah menengah pertama SMP.
Aku punya satu sahabat namanya Senna Ira Nirina biasa dipanggil Senna.
Kita temenan dari awal masuk sekolah menengah pertama ini. Dia anaknya nyebelin, egois, selalu mau menang sendiri tapi dibalik sifat nyebelinnya itu dia juga care, royal dan setia kawan banget.
.."Na nanti malam main yuk ?" ajak Senna.
.."Main kemana Sen gue udah ada janji sama orang" ucapku.
.."Janjian sama siapa lu kok gue gak diajak ?" protes Senna.
.."Gue mau jalan sama Raga" jawabku.
Raga Reizandra dia adalah kekasihku sejak 3 bulan lalu, usia kita terpaut 4 tahun dia sudah duduk di sekolah menengah akhir SMA.
.."yaelah pacaran mulu lu bocah" ledeknya.
.."biarin aja sih sirik aja lu" kataku.
__ADS_1
Sebenarnya aku tidak boleh berpacaran oleh orang tuaku karena usiaku yang terbilang masih sangat muda.
Aku dituntut untuk selalu belajar belajar dan belajar oleh mereka, orang tuaku itu adalah orang tua yang Otoriter mereka ingin aku selalu menuruti apa mau mereka tanpa bertanya apa inginku.
Mungkin hal itulah yang membuat aku berani berbohong kepada mereka karena benar atau salah aku selalu kurang dimata mereka selalu tidak bisa jadi seperti yang mereka mau.
Jarum jam pun sudah menunjuk keangka jam pulang sekolah, lantas aku merapikan semua alat tulis dan bukuku.
.."Sen lu langsung pulang ?" Tanyaku.
.."belum tau si gue nunggu dijemput" jawab Senna.
.."kantin dulu yuk ? Gue males ni kalau langsung pulang" ucapku.
Senna tau aku selalu tidak ingin pulang lebih dulu dia selalu tau kalau aku akan mengulur waktu sebisa mungkin untuk tidak pulang lebih awal.
.."oh yaa lu nanti jalan jam berapa na?" tanyanya.
.."gak tau si, mungkin jam 7an kali yaa nunggu ibu gue tidur dulu paling" ucapku.
Yaa benar nunggu ibuku tidur dan aku akan keluar diam-diam dari rumah. Aku selalu melakukan itu ketika ingin main dimalam hari.
__ADS_1
Karena aku tidak akan diperbolehkan untuk main malam jangankan malam siang pun kadang tidak boleh.
.."emang gak ketauan kalau lu keluar diam-diam gitu ?" tanya Senna lagi.
.."ketauan nanti kalau tiba-tiba ibu bangun dan liat gue gak ada" jawabku santai.
.."terus nanti lu dimarahin dong kalau begitu ?" tanya Senna lagi.
.."yaelah Sen sejak kapan sih gue gak dimarahin ? Lagian izin atau enggak tu, ibu bakal tetap marah, jadi mending gue dimarahin setelah main, dari pada dimarahin waktu mau izin main" jawabku acuh.
Senna hanya tertawa sarkas mendengar jawabanku yang tidak perduli itu.
Setelah mendapat pesan pada ponselnya Senna berpamitan pulang dan melambaikan tangan kearahku, tidak lupa menyuruhku mampir kerumahnya ketika aku sudah bertemu dengan kekasihku nanti aku hanya mengangguk mengiyakan ajakannya.
Aku berjalan pelan pulang kerumah menjawab sapaan teman-teman lain yang tidak sengaja berpapasan seadanya.
Jarak sekolah kerumahku terbilang dekat jadi aku selalu berjalan kaki, kadang dengan teman yang kebetulan rumahnya searah denganku kadang sendiri.
.."Assalamualikum bu ? Nana pulang" ucapku ketika tiba didepan rumah.
.."Walaikumsalam" jawab ibu.
__ADS_1
Continued..