
.."Kamu itu dari mana aja kenapa baru pulang ?" tanya ibu.
.."Dari sekolah bu, ya emang baru keluar kelas" jawabku.
Lalu aku mencium punggung tangan ibuku seperti biasa. Setelahnya aku berlalu masuk kedalam rumah, dan menuju kamarku untuk mengganti pakaian.
.."Na jagain adiknya dulu ni ibu belum beres nyuci" teriak ibuku dari luar kamar.
.."Nana mau makan dulu bu sebentar" ucapku setelah selesai berganti pakaian.
.."Sambil jagain adiknya kan bisa" jawabnya.
Aku hanya diam mengambil alih adikku dari gendongan ibuku, dan berjalan kearah meja makan.
Ya aku punya 1 adik yang terpaut jauh usianya dariku. Jarak usiaku dengan adikku 11 tahun namanya Unaya Lunara.
Aku tidak pernah menduga akan memiliki adik karena memang sejauh itu jarak usia kami. Aku menyayangi dia selayaknya adik, tapi semanjak ada dia aku selalu jadi nomer dua.
Awalnya aku marah kenapa aku diperlakukan seperti itu, tapi seiring berjalannya waktu aku semakin tidak memperdulikan hal itu. Karena aku tau begitulah sifat ibuku.
.."Ka nana mau makan sebentar Una duduk disini dulu ya, ini mainan Una" ucapku.
.."iya" jawab Una dengan suara khas anak kecilnya itu.
Aku fokus pada makananku, sedangkan Una tengah bermain dibelakangku. Dia anak yang aktif terkadang malah terlalu aktif.
Ntah bagaimana ceritanya dia bisa jatuh terlentang, dan kepalanya membentur lantai dia menangis dengan kencangnya. Lalu aku terburu mengangkatnya kedalam gendonganku.
.."Astagfirullah di apain Na adiknya ?" ucap ibuku tiba-tiba.
.."Gak di apa-apain bu, Nana lagi makan Una main disini terus tibaโtiba dia jatuh" jawabku sambil menenangkan Una.
__ADS_1
.."Sinilah jagain adik satu aja kamu gak becus" bentak ibuku dan merebut Una dari gendonganku.
.."Kalau ayahmu tau Una jatuh begini dia pasti marah" ucap ibuku lagi.
Ibu selalu seperti itu, selalu memakai nama ayah ketika memarahiku. Padahal aku tau, ayahku bukanlah sosok seperti itu. Dia bukan ayah yang akan marah kepadaku hanya karena adikku jatuh tanpa sengaja seperti sekarang ini.
Tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa, aku hanya diam merapikan sisa makananku dan berlalu menuju kamarku dengan dada sesak menahan tangis.
Setibanya dikamar aku mengambil ponsel dan mengirimi pesan kepada kekasihku, Raga.
Pesan :
^^^Aku^^^
^^^ay kamu dimana ? Ntar malam jadikan?^^^
Raga ๐
aku dirumah nih.
^^^Aku^^^
^^^boleh kok, kamu jemput ditempat biasa aja yaa nanti aku kabarin lagi.^^^
Raga ๐
oke sayang ๐
Setelah mengirim pesan kepada kekasihku aku tertidur dengan sisa-sisa air mata dipipiku. Dan dengan ocehan ibu diluar kamarku.
Malam hari pun tiba, aku sudah bertukar kabar dengan kekasihku dan dia sedang dalam perjalanan menuju tempat janjian kami yang tidak jauh dari rumahku.
__ADS_1
Aku keluar dari kamarku dengan perlahan dan melihat sekeliling. Keadaan rumah sepi, karena ayahku biasa pulang larut malam dan ibu tidur cepat bersama Una dikamarnya.
Aku berhasil keluar rumah dan berjalan terburu menghampiri Raga yang telah sampai. Dia sedang duduk diatas motornya dengan ponsel ditangannya.
.."hai, maaf lama ya ? Kamu udah lama nunggu ?" ucapku.
.."hai yank.. Enggak kok baru aja sampai ini mau ngabarin kamu tapi kamu udah keburu kesini hehe" jawabnya cengengesan.
Beginilah Raga lelaki yang mengisi hati dan hari-hariku akhir-akhir ini. Dia yang aku kenal tanpa sengaja ketika berada dirumah temanku.
Aku menyukainya hanya dari beberapa kali bertemu. Dia laki-laki ceria banyak bicara dan pintar gombal pastinya.
Aku yang lebih dulu menyatakan perasaanku padanya dan tanpa kusangka dia menerimaku sebagai kekasihnya. Aku tidak berharap apa-apa dari pengakuanku itu, tapi beginilah kami sekarang. Kami adalah sepasang kekasih yang saling mencintai.
.."Ay ngomong-ngomong kita mau kemana ?" tanyaku ketika Raga telah melajukan motornya.
.."Kita ketempat temanku ya lagi pada ngumpul disana" jawabnya.
.."Rame gak ? Kalau rame males ah malu" kataku.
.."Gak rame kok yank gak usah malu kan ada aku" jawabnya lagi.
.."Hmm oke deh tapi kamu jangan cuekin aku ya ?"
.."Haha.. emangnya pernah aku cuekin kamu ?" jawabnya diiringi tawa.
.."Yaa enggak si, takutnya aja kan namanya juga ngumpul sama teman-teman kamu pasti kamu bakal banyak ngobrol sama mereka" ucapku.
Raga hanya tertawa mendengar ucapanku. Lalu dia menarik tanganku untuk melingkar diperutnya, hatiku sangat berdebar tapi aku menyukai itu.
Aku dan Raga banyak bercerita dan tertawa sepanjang jalan menuju rumah temannya Raga. Tidak lama kami pun sampai.
__ADS_1
.."Waaah ini dia yang punya acara baru sampai" ucap salah satu temannya Raga.
Continued..