Nana Lunara

Nana Lunara
ketiga


__ADS_3

Malam itu aku lalui bersama Raga juga teman-temannya, berbicara dan sesekali bergurau dengannya. Aku juga menanggapi teman-teman Raga, ketika ada yang mengajakku berbicara.


.."Yank kamu mau pulang jam berapa ?" tanya Raga.


.."Ntar aja deh aku lagi malas dirumah" jawabku.


.."Emangnya kamu gak dicariin ibu jam segini belum pulang" tanya Raga lagi.


.."Enggak kok tadi aku udah bilang" ucapku bohong.


Raga yang tidak tau masalahku hanya menganggukan kepalanya, lalu tersenyum kepadaku.


Dirumah temannya Raga ini bebas. Orang tuanya tidak melarang kita berkumpul ramai-ramai seperti ini, bahkan mereka tidak bertanya lebih kenapa bisa ada aku yang jadi perempuan satu-satunya disini.


Malam semakin larut dan kami berpencar mencari posisi untuk sekedar merebahkan tubuh. Aku dan Raga dikamar temannya, karena kata temannya aku perempuan jadi lebih baik didalam saja.


Aku menuruti tanpa bertanya dan Raga menemaniku. Kita bardua banyak tertawa karena candaan Raga yang kadang tidak masuk akal, tapi anehnya itu lucu dipendengaranku.


.."Yang kamu disini aja deh ya sama aku gak usah pulang" ucap Raga tiba-tiba.


.."Emangnya kenapa? Kok aku jadi gak boleh pulang?" tanyaku.


.."Gak apa-apa aku masih pengen sama kamu" jawab Raga.

__ADS_1


.."Hmm gimana yaa" jawabku diiringi kekehan kecil.


Setelah mengusili Raga, aku mengiyakan ajakannya untuk menginap tanpa memikirkan bagaimana jadinya kalau ibuku tau aku tidak dirumah bahkan tidak pulang.


Ntah kenapa aku merasa jarak Raga dariku semakin dekat, dia yang sedari tadi tertawa mulai diam memandangiku.


.."Kamu kenapa sih ngeliatin aku begitu banget ?" tanyaku.


.."Gak apa-apa, aku gak nyangka aja bisa sama kamu semalaman.. Biasanya ketemu kamu cuma sebentar-sebentar"


Tiba-tiba Raga beranjak dari duduknya, memposisikan dirinya dibelakang tubuhku dan memelukku.


Aku kaget, karena pertama kalinya aku dipeluk oleh seorang laki-laki yang merupakan kekasihku sendiri.


.."Eh ? Enggak, enggak apa-apa aku cuma kaget aja kamu tiba-tiba meluk gini" jawabku.


.."Kenapa ? Emangnya aku enggak boleh meluk pacarku sendiri ?" ucap Raga lagi.


.."Boleh kok. Aku enggak ada bilang enggak boleh".


Untuk beberapa saat kami berdua hanya diam, Raga semakin mengeratkan pelukannya dan membenamkan wajahnya dileherku.


Lama-lama aku merasa wajah Raga semakin mendekat ke wajahku. Aku hanya diam sebab jantungku berdebar lebih cepat dan sedikit membuatku gemetar.

__ADS_1


Ntah kenapa aku menolehkan wajahku kearahnya. Tatapan kita beradu dan Raga semakin berani mendekat.


Disaat aku melihatnya dengan debaran jantung yang tidak karuan. Raga mencium pipiku nyaris didekat bibir.


Aku yang semakin terkejut oleh perbuatannya hanya bisa membelalakan mataku. Tapi dia tidak menghiraukan keterkejutanku dia malah mengulangi perbutannya itu dengan menciumku berkali-kali.


Dan tibalah dimana ciuman itu berada dibibirku. Raga menutup matanya dengan bibir yang bersentuhan dengan bibirku.


Aku yang awalnya hanya diam gemetar mulai melakukan hal yang sama dengannya. Aku ikut memejamkan mataku juga.


Semakin lama ciuman itu semakin dalam. Aku hanya mengikuti permainan Raga karena ini pertama kalinya bagiku.


Setelah beberapa saat Raga melepaskan ciumannya.


.."Yank, aku sayang banget sama kamu" ucap Raga tiba-tiba.


.."Aku juga sayang banget sama kamu" jawabku.


Begitulah aku lalui malamku dengan Raga. Menghabiskan malam dengan pelukan dan ciuman lainnya.


Aku sudah tidak canggung lagi dan mulai terbiasa. Aku juga menikmati ini.


Continued...

__ADS_1


__ADS_2