Nana Lunara

Nana Lunara
keempat


__ADS_3

.."Dari mana kamu ?" tanya ibu dengan nada tingginya.


.."Dari rumah Senna" jawabku.


.."Kamu itu emang anak sial susah sekali diatur pergi enggak bilang, pulang pagi mau jadi apa kamu nanti ?"ucap ibu semakin marah.


Aku hanya diam dengan ucapan-ucapan ibu yang menyakitkan itu. Ya aku tau aku yang salah maka dari itu aku hanya bisa diam.


Pagi itu aku habiskan dengan kemarahan dan beberapa pukulan dari ibu. Ayah sudah pergi bekerja maka dari itu hanya ibu yang memarahiku.


Ntahlah aku hanya muak dengan situasi rumah. Aku tidak pernah merasa dibutuhkan dirumah ini. Ibu marah hanya karena malu punya anak yang susah diatur sepertiku bukan karena khawatir itulah yang aku pikirkan.


Beberapa hari setelah itu aku melakukan hal yang sama lagi. Aku keluar disaat ibu sudah terlelap.


.."Ay udah lama ?" tanyaku.


.."Enggak juga kok baru sekitar 5 menitan" jawab Raga.


.."Yaudah yuk ?" ajakku.


.."Ayo, jangan lupa sabuk pengamannya hehe" ucap Raga.

__ADS_1


Aku semakin banyak menghabiskan waktuku dengan Raga. Malam ini aku dan Raga akan pergi ke kost temannya Raga karena temannya sedang tidak ada jadi Raga mengajakku kesana.


Aku hanya mengikutinya tanpa banyak bertanya.


.."Yank ayo masuk tapi jangan berisik" kata Raga.


.."Kita ngapain kesini yang punya kost aja gak ada ?" tanyaku.


.."Enak aja enggak ada yang ganggu gak berisik juga. Ayo masuk dulu" Raga berkata diiringi dengan tarikan kepada tanganku.


Setelah masuk Raga menutup pintu itu dan mengambil sebuah kantong plastik hitam yang ntah apa isinya.


.."Apa itu ay ?" tanyaku penuh rasa penasaran.


.."Iih apaan ini ? Baunya enggak enak gitu ?"


.."Cobain dulu yang baunya emang gitu tapi enak kok"


Raga semakin membuatku penasaran. Akhirnya aku putuskan untuk mencobanya.


Aneh kata itulah yang pertama ada dibenakku ketika mencoba minuman itu. Pahit, panas dan sedikit rasa terbakar pada tenggorokanku.

__ADS_1


Ya ini minuman beralkohol pertama yang kucoba. Awalnya aku tidak menyukai rasanya tapi lama-lama itu membuat tubuhku terasa lebih ringan.


Aku dan Raga telah menghabiskan 2 botol penuh minuman beralkohol itu. Kepalaku berat, lalu aku memilih untuk berbaring dengan harapan itu akan membuat kepalaku sedikit membaik.


Raga yang melihat itu ikut bergabung disebelahku. Tidak lupa tangan yang selalu mencoba memeluk tubuhku.


.."Aku sayang banget sama kamu" pernyataan itu diucapkan tiba-tiba oleh Raga yang mana membuat hatiku berdebar karenanya.


.."Aku juga sayang sama kamu Raga" jawabku.


Hal yang dilalukan Raga selanjutnya setelah mendengar ucapanku adalah mencium bibirku. Bukan ciuman yang lembut tapi ciuman yang terburu dan menuntut.


Aku membalasnya dengan senang hati. Semakin lama ciuman itu semakin terasa panas dan tangan Raga juga tidak lagi diam. Dia membelai rambutku terus turun ketelingaku keleherku dan berhenti didadaku.


.."Bolehkan ?" tanya Raga dengan nafas yang mulai memburu.


Aku hanya menjawabnya dengan anggukan. Raga tak ragu lagi dia semakin berani melakukan hal yang dia mau.


Aku yang telah dibutakan oleh rasa sayang hanya mengikuti maunya tanpa membantah.


Raga yang mulanya menciumku dibibir lambat laun mulai turun keleherku bermain-main disana sebentar lalu terus turun menuju dadaku.

__ADS_1


.."Aku buka boleh enggak ay ?"


Continued..


__ADS_2