
Keesokan harinya...
Aku berlari dari gerbang menuju kelas untuk menaruh tasku. Hari ini adalah hari upacara. Setelah aku menaruh tasku aku berjalan di koridor kelas untuk menuju lapangan upacara. Untung saja hari ini aku tidak terlalu telat, hanya saja saat ku berjalan dikoridor kelas sudah sepi sepertinya para siswa sudah berbaris di lapangan upacara. Saat ku berjalan dengan tergesa tiba-tiba ada yang menabrakku dari arah yang bersebelahan.
Gubrakkkkk…
Suara kami berdua yang sama-sama terjatuh. Kulihat dia berdiri. Aku yang melihatnya pun ikut berdiri, membersihkan rok ku yang kotor karena terjatuh tadi. Ku lihat dia menguluarkan tangannya kepadaku.
“Maaf ya, gue gak sengaja.” ucapnya.
“Y” ucapku sambil mengulurkan tanganku juga. Namun saat aku menatapnya aku terkejut. Ternyata dia... wah... jangan-jangan dia jodoh... orang.
“Maaf banget, gue buru-buru soalnya. Oh iya, ruang guru dimana ya?” tanyanya dan melepaskan uluran tangannya.
“Ituu!” tunjukku spontan.
“ Ouhh... oke makasih ya.” ucapnya dan pergi meninggalkanku sendiri.
“Iya... hati-hati!” ucapku masih menatap punggungnya yang perlahan semakin menjauh.
“Woiiiii.. Naraaa... Woi...” ucap Lala membuatku tersadar.
“Sini cepet!!” ucap Lala, Una, Jasmine dengan menggerakkan tangannya. Aku berlari kearah mereka yang telah menyisakan tempat untukku.
“Hampir... hampir... lo kena hukuman lagi Raa.” ucap Lala dengan agak keras.
“Sutttttssssss...” tegur siswa yang ada di barisan depan kami berempat. Kami berempat pun terdiam mengikuti jalannya upacara hari ini.
“Upacara akan segera dimulai masing-masing pasukan menyiapkan pasukannya..” ucap petugas upacara.
🍁🍁🍁
Upacara telah selesai dan semua siswa kembali ke kelasnya masing-masing. Aku dan ketiga kawanku pun berjalan menuju kelas kami. Setelah sampai kami duduk dibangku kami masing -masing.
“Raa...” panggil Lala yang sudah memegang bukunya.
“Hmmm...” sautku.
“Emmm...gue mau liat PR Matematika yang kemaren ditugasin sama Bu Eka dong. Gue semalem sebenernya mau ngerjain, tapi gue malah ketiduran. Hehehe...” ucap Lala.
“Pasti lo udah ngerjain kan PR-nya kan. Secara, lo kan anak Babeh Ahsan yang pecinta Matematika itu, dan itu juga mapel kesukaan lo. Ya kan?” ucap Lala.
“ Hmmm...” dehemku lagi.
“Ihhhh... Naraaa... gue mau liat PR lo. Ayolah kasih ke gue, pungkung gue lagi semangat nulis nih.” Ucap Lala merengek sambil menarik-narik tanganku.
“Iya... iyaa... nih.” ucapku memberinya buku tulis yang berisikan jawabanku.
“Terimekasih Naraa... kaulah sahabat sejatiku.” ucap Lala yang mengikuti ucapan Kura-kura kepada Monyet di film kartun Pada Zaman Baheula yang berasal dari Negeri Jiran.
__ADS_1
“Hmmm...” jawabku dengan mengacungkan jari jempol. Lala pun langsung menulis hasil jawabanku dengan semangat, tiba-tiba datanglah Fina Sang bundahara kelas yang akan menagih iuran kas kelas, tapi sudah seperti rentenir yang menagih utang.
“Woii... bayar utang-utang lo pada!” tagih Fina kepadaku dan Lala.
Aku pun langsung memberikan uangku kepadanya. Sedangkan Lala...
“Aelahh... bentar napa gue lagi nulis nih, ganggu aja lo.” ucap Lala.
“Gak ada ya kata bentar-bentar. Bayar sekarang atau gue blacklist nama lo dari daftar calon adek ipar hah? tinggal lo doang nih yang belum bayar minggu ini.” ancam Fina. Ya, Lala memang menyukai adik dari Fina ini. Namanya adalah Hanif. Lala emang ada-ada aja orangnya, mana suka sama brondong lagi.
“Yaelahh... nih... nih...” ucap Lala sambil memberi uang kepada Fina.
“Nah gitu dong. Makasih ye.” ucap Fina.
“Y” jawabku dan Lala.
“Eh, lo lagi ngerjain tugas apaan tuh?” tanya Fina.
“Kamu nanya?” ucap Lala mengikuti seleb tok-tok yang sedang viral.
“Lo nggak liat, nih tulisan isinya rumus sama angka. Apakah kamu masih bertanya-tanya?” sambung Lala ngegas.
“Slow aja dong Mba ngomongnya. Gue kan cuma basa-basi aja” ucap Fina.
“Ini pasti tulisannya Nara. Raaa... ngomong-ngomong bagi dong jawabannya?” lanjut Fina sambil menaik-turunkan alisnya. Mereka tuh udah kek kakak-adik, sebelas-dua belas, apalagi kalo soal contek-menyontek. Hadeuhh... dasar bocah kembar tapi beda Bapak , beda Ibu kalian berdua.
“Hidihhh... apaan. Gak bisa... Gak bisa...” saut Lala sambil menggerakan jari telunjuknya kekanan dan kekiri, yang menandakan bahwa dirinya tidak setuju.
“Hihhh... orang gue bilang ke Nara juga ye. Boleh ya Raa...?” bujuk Fina kepadaku dengan menampilkan wajah puppy eyes. Agak geli sih lihatnya. Hehe.
“Hmmm...” jawabku mengiyakan dengan cepat. Toh ujung-ujungnya akan berakhir dengan jawaban yang sama.
“Yahh… lo mah Ra. Jangan jawab dulu napa. Biar si Fina bagi nomor Adek nya dulu ke gue.” ucap Lala memanyunkan bibirnya karena gagal lagi untuk dapat nomor si Hanif.
“Yey... Makasih Nara baik” ucap Fina. Dia pun kembali kemejanya untuk mengambil buku tulis pelajaran tersebut. Lalu balik lagi kemejaku untuk menyalin jawaban dariku.
“Raa… ini apa sih tulisannya, li-wit?” tanya Lala atas apa yang membuatnya bingung sampe mengejanya.
“Itu limit, dodol. Itu kan judul materinya, hadeuuhhh…” ucapku emosi sama Lala. Ternyata dari tadi si Lala masih menulis judul.
“Yee slow aja dong Mba. Ya habisnya tulisan lo pake huruf sambung segala, mana huruf w nya sama kaya huruf m lagi.” protes Lala.
“Wah lo gak tau diri ya, udah nyontek pake ngehina tulisan gue lagi. Siniin buku gue!” ucapku.
“Eh, jangan-jangan. Maksud gue tuh meskipun hurufnya sambung, tulisan lo bagus kok.” ucap Lala mempertahankan bukuku yang berada diatas meja. Lala pun langsung menulis tugasnya.
Melihat Lala dan Fina yang sepertinya sedang khusyu menyalin tugasku. Aku pun mengeluarkan HP dari saku baju seragamku. Untuk menghilangkan rasa gundahku, aku membuka aplikasi tok-tok. Muncullah sebuah video yang sangat mengharukan, sebenarnya ini yang ku tonton kemaren malam sampe begadang yaitu pertandingan grop badminton squad Indonesia vs China di Final pertandingan Thomas Cup. Yang dimenangkan oleh Indonesia, dengan skor yaitu 3-0 untuk Indonesia. Indonesia menampilkan pertandingan yang sangat apik dan spektakuler.
“Raa… kalo sin 135° berapa?” tanya Fina yang sedang mencoba mengerjakan soal sendiri tanpa melihat tugasku. Nah ini baru bagus, gak kaya yang disampingku yang nyontek seutuhnya.
__ADS_1
“1√2 / 2.” ucapku.
“Kalo tan 330°?” tanya Fina lagi.
“Emm… -1√3/3.” ucapku.
“Ihh… lo kok bisa hafal si?” ucap Fina.
“Ada taktiknya lah.” ucapku sambil menaik-turunkan alisku.
“Ap-” ucap Fina terpotong, karena pintu yang awalnya tertutup pun terbuka menampakkan sosok ...
“Baaaa...” ucap Kaivan mengagetkan seisi kelas.
“Huuuuuuuuuhh...” sorak kami, penghuni seisi kelas.
“Apa... apa...hah?” lanjut Kaivan dengan wajah congkak nya.
“Eh, Nara udah berangkat” ucap Kaivan sambil berjalan menghampiri mejaku.
“Eehmm...ehmmm...” dehemannya seperti memperbaiki pita suaranya.
“ Pagi-pagi, goreng itik.
Selamat pagi, Nara cantik.” sambungnya malah berpantun. Meskipun dia bilang seperti itu, aku gak akan baper karena aku tau dia ini play boy cap kakap. Paling nanti istirahat dah sama cewek lain lagi.
“Ehmmm... hehehe… Pagi.” ucapku canggung menjawab salamnya. Aku terkadang merasa risih kalo mendengar kata-katanya.
“Idihhhh... pantun lo perasaan itu mulu dah. Nggak kreatif lo. Nanti kalo siang pantunnya, siang-siang goreng itik, selamat siang Nara cantik. Nanti kalo sore, sore-sore goreng itik, selamat sore Nara cantik.” ucap Fina mengomentari pantun Kaivan yang udah ketebak.
“Idiihhh... sirik aja lo” balas Kaivan sambil melirik Una dengan lirikan yang seolah-olah berkata “Apa lo liat-liat, gue colok juga nih mata lo”.
“Naa-” ucap Kai terpotong karena ada guru datang.
“Duh belum selesai lagi nulisnya.” ucap Fina mendumel sambil merapihkan buku tulisnya dan pindah ketempat mejanya berasal. Kaivan pun sudah pergi ketempat mejanya berasal.
“Pagi anak-anak.” ucap Bu Eka.
“Pagii Bu.” ucap para murid.
“Baik anak-anak pada hari ini kita kedatangan murid baru.” ucap Bu Eka menjelaskan.
“Sini Nak, masuk!” sambung Bu Eka. Murid baru yang tadinya berdiri diluar pintu berjalan masuk ke dalam kelas. Tak lupa semua pasang mata menatapnya.
“Fittt....fiwwww... siapa tuh Bu?” ucap Rina Sang sekretaris kelas bersiul menggoda seseorang yang baru saja datang.
Degg...
Saat melihatnya ternyata si murid baru itu adalah dia...
__ADS_1
🍁🍁🍁