Nathan Arsenio

Nathan Arsenio
Part 2


__ADS_3

"Ada apa pa??"tanya Nathan saat sudah sampai ruang kerja dan menghempaskan tubuhnya ke sofa.


"Kamu masih ingat Emily??yang 2 bulan lalu mama mu tidak sengaja menabrak nya?"ucap Daniel sambil menyesap kopinya.


"Oh wanita itu,aku sudah lupa pa"jawab Nathan dengan malas.


"Nathan jawab dengan benar apa kau benar-benar lupa dengan wanita itu"geram Daniel, Daniel mengetahui betul bahwa Nathan pasti sedang berbohong.


"Ya,ya aku ingat,,memangnya kenapa pa?ada apa dengan wanita itu?"tanya Nathan heran dengan papanya kenapa tiba-tiba menanyakan wanita itu.


•Flashback on•


2 Bulan lalu


Saat menyebrangi jalan Emily tengah sibuk mencari handphone nya didalam tas miliknya.


"Duhh handphone aku mana yaa, perasaan tadi udah dimasukin deh"ucap wanita itu,


dia tidak mengetahui bahwa ada mobil yang sedang melaju dengan kencang,saat ia mendapatkan handphone nya dia pun menoleh ke arah mobil yang akan menabraknya.


"Aaaaaaaaaa.......!!!"teriak Emily mengetahui mobil itu akan menabraknya Dann!!!!!!


Brugggggg!!!!


Orang-orang berkerumun untuk melihat korban dan segera membawa nya kerumah sakit,karena Emily mengalami luka-luka di kepala,tangan,dan kakinya, sedangkan yang menabraknya hanya pingsan dan kepalanya lebam karena terbentur setir mobil.


Saat sudah sadar Emily melihat ke sekelilingnya,dia mengingat-ngingat apa yang telah terjadi pada dirinya.


"Aku ada dimana??"Emily meringis sambil memegangi kepalanya.


"Hey girl are you okay?"tanya Nadine dengan raut wajah khawatir.


"Maaf I-ibu siapa?"ucap Emily sembari bangkit dari kasurnya.


"Sebentar-sebentar udah kamu duduk dulu di sini!!"ucap Nadine membantu Emily duduk di pinggir kasur dan duduk berhadap-hadapan.


"Saya Nadine tadi saya tidak sengaja menabrak kamu,tadi saat saya sedang menyetir sendiri suami saya telpon lalu handphone saya terjatuh dan saat saya berhasil meraih handphone saya ternyata kamu sudah ada ditengah jalan dannn maafkan saya Emily!!"jelas Nadine dengan raut wajah rasa bersalah memegang tangan Emily dan menatap lekat-lekat wajah Emily yang cantik dan manis.


"Iya Bu tidak apa-apa saya mengerti, lagipula juga tadi saya ceroboh tidak melihat jalan juga luka saya tidak terlalu parah dan serius"ucap Emily sembari tersenyum.

__ADS_1


"Ahh syukurlah kalau tidak terlalu parah,terima kasih Emily sekali lagi saya minta maaf,oh iya ini ada sedikit uang sebagai tanda maaf saya dan kamu tidak perlu khawatir karena saya sudah membayar administrasi nya "Nadine menyodorkan beberapa lembar uang.


"Maaf Bu,bukan saya menolak pemberian ibu,tapi saya tidak memerlukan uang ini saya sudah memaafkan ibu dan terima kasih atas kebaikan ib-"Emily menolak halus pemberian Nadine tapi terjeda karena Nathan datang dengan tergesa-gesa


Nadine tertegun atas kebaikan hati Emily, biasanya wanita atau korban seperti ini akan marah-marah dan meminta ganti rugi juga menerima uang yang diberikan tapi mengapa Emily tidak,"Ternyata selain cantik wanita ini juga baik hati dan lembut"gumam Nadine sambil tersenyum dan menatap lekat wajah Emily


"Mama,mama gapapa kan, mana yang luka"ucap Nathan dengan raut wajah khawatir,dan membuyarkan lamunan mamanya.


Tadi ketika Nathan sedang mempelajari tentang perusahaan papanya memberitahu bahwa mama nya kecelakaan Nathan dan papanya pun bergegas ke rumah sakit.


Sebenarnya Nathan memang terkenal dingin dan arogan tapi jika sudah berhubungan dengan papa,mama,dan Nathalie seketika sikap dingin,cuek dan arogan ditepis olehnya karena trauma yang dulu dialami mamanya membuat Nathan ikut khawatir.


"Ishh kamu ngagetin tau ga,mama gapapa,tapi tadi mama nabrak Emily untung aja ga terlalu parah"ketus Nadine dan menoleh kearah Emily sembari tersenyum.


Nathan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal,dan menoleh ke arah Emily sejenak menatap wajah Emily yang cantik.


"Cantik"gumam Nathan tetapi segera ditepis olehnya jangan sampai ia jatuh cinta hanya karena pandangan pertama.


"Mama kenapa ga diantar supir, kenapa malah bawa mobil sendiri??"tanya papa Nathan heran.


"Tadi itu mama buru-buru ke butik,pak supir juga lagi gaenak badan tadi,yaudah mama suruh aja dia istirahat jadi mama berangkat sendiri"jelas Nadine.


"Tapikan banyak supir yang lain kenapa harus bawa sendiri"ucap Nathan.


"Yaudah yu kita pulang"ujar papa Nathan.


"Sebentar pa,oh iya ini kartu nama saya jika kamu membutuhkan sesuatu atau pekerjaan kamu bisa hubungi saya,kalau begitu saya antar kamu pulang ya?"ujar Nadine menyerahkan kartu nama miliknya.


"Iya terimakasih bu,tapi-"ucapan Emily terjeda.


"Udah gausah tapi-tapian ayoo"ucap Nadine sembari memapah Emily, sebenarnya Emily tidak enak hati pada papa Nathan dan Nathan tapi mau bagaimana lagi.


"Papa,Nathannn!!!"geram Nadine, pasalnya kedua pria itu hanya mematung dan diam saja.


"Iya Ma"Ucap mereka berdua berbarengan dan mengekori Nadine dan Emily.


"Bagaimana bisa mama langsung mempercayai gadis ini!!"gumam Nathan.


Mereka pun masuk kedalam mobil,Nadine dan Emily duduk di kursi belakang sedangkan Nathan yang membawa mobilnya.

__ADS_1


*Hening..


Hening*.


"Emily dimana rumahmu?"Nadine membuka pembicaraan sembari menoleh ke Emily.


"Di jln.xx Bu"jawab Nadine sembari tersenyum.


"Panggil saja saya Tante"ucap Nadine tersenyum.


"I-iya bu,eh tante maksudnya"Emily masih gugup karena Nadine begitu blak-blakan padahal mereka baru bertemu pertama kali tapi Nadine sudah mengakrabkan diri dengannya,Emily juga malu karena ada Daniel dan Nathan yang sedang mendengarkan pembicaraan mereka.


Emily dan Nadine sibuk mengobrol tentang Emily yang tinggal dengan kedua adiknya dan orang tua nya sudah meninggal juga keseharian Emily yang tengah mencari lowongan pekerjaan dan lainnya.


>•>•>•>


Semenjak mengantar Emily pulang,Nadine ingin lebih dekat lagi dengan Emily karena Nadine merasa nyaman dengannya atau mungkin Nadine ada sesuatu mendekati Emily?atau hanya sebagai tanda maaf karena sudah menabraknya?entahlah hanya Nadine yang tahu.


Emily juga sudah melamar kerja di butik Nadine,Daniel dan Nadine berniat mengundang Emily ke acara pengangkatan CEO nanti di perusahaan papa Nathan dan hal ini tidak diketahui oleh Nathan.


Daniel juga tertegun mendengar apa yang istrinya ucapkan tentang Emily sehingga Daniel dan Nadine mempunyai sebuah rencana,entah rencana apa yang mereka miliki,hanya merekalah yang tau.


•Flashback off•


"Bagaimana jika dia bekerja sebagai sekretaris pribadi mu di perusahan nanti,hal itu bisa membantu dalam pekerjaanmu kan?ucap Daniel tegas.


"Pa,bukankah papa sudah menyeleksi calon sekretaris ku nanti, kenapa papa malah ingin menjadikan wanita itu sekretaris ku, lagipula aku ingin sekretaris laki-laki bukan perempuan!"elak Nathan.


"Lagian juga wanita itu sudah bekerja di butik mama kan?"lanjut Nathan.


Daniel mengerutkan keningnya darimana Nathan mengetahui bahwa Emily sudah bekerja di butik istrinya.


"Sudahlah pa,aku sudah tahu bahwa wanita itu bekerja di butik mama,waktu dirumah sakit mama memberikan kartu nama padanya kan?jelas saja pasti dia mendekati mama dan ingin mendapatkan pekerjaan dari mama"ucap Nathan memutar matanya jengah dengan papanya itu.


"Nathan,bicara apa kamu barusan?bicara apa kamu tentang Emily?hahhh!!"Nadine menaruh teh dan beberapa camilan dimeja sambil menatap tajam ke arah Nathan,Nadine mendengar apa yang diucapkan oleh Nathan dan hal itu membuat Nadine geram akan sikap putra nya yang arogan dan angkuh itu,jelas saja sikap kakeknya menurun pada cucunya.


"Tidak ada ma,aku hanya bilang jika wanita itu mendekati mama dan ingin mendapatkan pekerjaan dari mama,itu saja memangnya ada yang salah?"Nathan kesal karena ia pikir papanya akan membicarakan tentang perusahaan.


"Oh begitu yaa,awas saja jika kamu jatuh cinta padanya!!ayo pahh kita ke kamar mama ngantuk"Nadine mendelik tajam dan menyunggingkan senyumnya.

__ADS_1


"Siapa juga yang akan jatuh cinta dengan wanita itu,wanita manja pasti dia mendekati mama agar mendapatkan uang banyak dari mama"gerutu Nathan,saat mama dan papanya menghilang dari pandangannya.


Bersambung....


__ADS_2