
Nadlie Boutique
"Bella tolong kamu panggilkan Emily suruh dia kemari!!"ucap Nadine pada asisten nya.
"Baik Bu"jawab Bella sembari keluar dari ruangan Nadine.
•
"Emily"panggil Bella.
"Iya ada apa bell?"jawab Emily menoleh ketika sedang memeriksa beberapa rancangan baju.
"Kamu disuruh keruangan nya Bu Nadine!"ucap Bella.
"O-oh iyaa"Sebenarnya Emily heran mengapa Nadine memanggilnya,apa dia melakukan kesalahan?.
Tok Tok Tok..
"Masukk!!"terdengar suara Nadine dari dalam ruangan Emily pun masuk.
"Selamat siang bu,ada yang bisa saya bantu?"ucap Emily tersenyum manis.
"Iya Emily ada yang ingin saya bicarakan sama kamu,kemarilah Em!"ucap Nadine sembari bangkit dari kursi kebesarannya dan berjalan untuk duduk di sofa mewah yang ada di ruangannya,Emily pun menghempaskan tubuhnya dan duduk bersebelahan dengan Nadine.
"Emily,Tante mau ngundang kamu untuk datang ke acara pengangkatan CEO baru di perusahaan om daniel nanti malam,kamu mau kan datang nanti malam?"ucap Nadine dengan muka memelas dan tersenyum ketika melihat Emily yang terkejut dengan penuturan nya
"Tapi Tante,untuk apa aku datang ke acara itu?apa boleh aku datang?"Emily menautkan alisnya heran mengapa dia tiba-tiba diundang ke acara seperti ini
"Tentu boleh dong sayang,kenapa mesti tidak boleh kan Tante sendiri yang undang kamu,dan kamu tidak boleh menolak,okayy?ah iya Tante juga sudah menyiapkan gaun untuk kamu pakai nanti malam, sebentar ya"Nadine bangkit dari duduknya dan mengambil gaun untuk Emily, meninggalkan Emily yang masih bingung dan deg-degan pastinya.
"Nah ini dia gaunnya,nanti malem kamu pake yaa!! DANN TIDAK ADA PE-NO-LA-KAN!!"Nadine menyerahkan kotak berwarna putih dengan pita berwarna pink diatasnya.
"I-iya terima kasih banyak Tante tapi ini terlalu ber-"ucapan nya terjeda karena Nadine,Emily sebenarnya tidak enak hati menerima gaun ini dan undangan acara nanti malam karena mau bagaimana pun mereka baru dekat sekitar 2 bulan lebih.
"Sutttt,,,udah sekarang kamu ikut sama Tante!!"ajak Nadine.
"Iya tante,kalo gitu Emily ambil tas dulu sebentar"ucapnya.
"Yaudah Tante tunggu didepan ya"ucap Nadine sembari mengambil tas miliknya dan menelepon suaminya Daniel.
Emily pun mengangguk dan bangkit dari duduknya berlalu keluar ruangan.
•
__ADS_1
•
Sepanjang perjalanan Nadine dan Emily berbincang ria.
"Oh iya,memangnya umur kamu berapa em?"tanya Nadine disela-sela perbincangan nya.
"umur aku 21 tahun Tante"jawab Emily,Nadine menyunggingkan senyumnya
"Apa kamu ga kuliah?"tanyanya lagi
"Enggak Tante, semenjak kedua orang tua aku meninggal aku berhenti kuliah karena ingin fokus menjaga kedua adik aku yang masih sekolah dasar waktu itu,sebenarnya aku juga tidak ingin berhenti tapi karena waktu itu adik aku tidak ada yang menjaga jadi aku memutuskan untuk berhenti sampai adik aku masuk SMA, jadi aku mencari pekerjaan sebagai tambahan juga"jelas Emily sembari tersenyum
Nadine menautkan kedua alisnya"memangnya kamu tidak punya keluarga yang lain, paman dan bibi atau saudara yang lain gitu?? dan bukankah kedua orang tua kamu mempunyai sebuah perusahaan??"tanya Nadine
Emily menghela nafas panjang"Sebenarnya aku punya paman dan bibi tetapi mereka tidak ingin menjaga kedua adik aku karena katanya akan sangat merepotkan mereka dan saat ini mereka juga yang mengelola perusahaan,kakek sama nenek aku juga udah meninggal waktu aku masih SMP"jelas Emily.
"Oh begitu,paman sama bibi kamu jahat banget sihh"Nadine manggut-manggut dan mendengus kesal.
"Nyonya, kita sudah sampai"ucap pak supir
"Oh iya,yuk Em kita turun!!"ujar Nadine, Emily mengangguk.
Nadine dan Emily pun turun dan berjalan masuk ketempat itu.
"Blossom Salon and Spa"gumam Emily sambil menatap papan nama itu dengan heran mengapa Nadine mengajaknya kesini.
Tentu saja untuk perawatan dan nyalon dasar bodoh"batin Emily merutuki dirinya sendiri.
"Selamat datang nyonya Nadine,ada yang bisa kami bantu?"ucap salah satu karyawati salon dengan ramah dan sopan.
"Seperti biasa aja mbak,tapi untuk dua orang ya!!"jawab Nadine dengan sumringah,Emily hanya tersenyum melihat tingkah Tante Nadine.
"Baik Bu,mari ikut sayaa ke atas!"ucap karyawati yang mengerti ucapan Nadine,dan menggiring mereka berdua ke lantai atas.
Mereka berdua pun melakukan spa perawatan wajah dan tubuh lengkap dengan manicure dan pedicurenya.
•
•
Hingga sore pun tiba dan mereka baru selesai melakukan perawatan.Nadine pun mengantar Emily pulang.
"Emily jangan lupa nanti malam ya"ucap Nadine mengusap kepala Emily dan tersenyum,sesampainya di rumah Emily.
__ADS_1
"Iyaa tante,makasih banyak ya Tante."ucap Emily tersenyum lebar dan bersalaman dengan Nadine,lalu keluar dari mobil,
"Hati-hatii dijalan dahhh Tante!!"Emily melambai-lambai kan tangannya dan menghela nafasnya berjalan dengan gontai dan terhenti karena melihat mobilnya sudah terparkir disana.
Sebenarnya Emily mempunyai dua mobil peninggalan orang tuanya tapi karena paman dan bibi mengambil salah satu mobilnya,dan hari ini Emily sedang tidak membawa mobil karena dua hari lalu ban mobilnya kempes dan dibawa ke bengkel,tapi ternyata mobilnya sudah dikembalikan oleh pihak bengkel karena permintaan Emily agar mengantarkan mobilnya jika sudah selesai diperbaiki.
tok tok tok....
"Assalamualaikum"Emily mengetuk pintu
"Waalaikumsalam,eh non Emily sudah pulang,sudah makan non?" bi Ani pun membuka pintu nya,Emily bersalaman dengan bi Ani yang sudah dia anggap seperti mama keduanya.
"Belum bi Emily laper banget nihh,eh iya Emil sama Emila kemana bi?mereka udah pada makan belum?"Ya begitulah Emily,yang selalu menanyakan tentang kedua adik kembarnya itu.
"Den Emil sama non Emila sedang dikamarnya,tadi mereka berdua juga sudah makan,non Emily mendingan mandi dulu ini sudah mau Maghrib habis itu baru makan"ucap bi Ani tersenyum,Emily manggut-manggut mendengar ucapan bi Ani.
"Emily mandi nya nanti aja deh bi,perut Emily udah keroncongan nih!!"Emily mengerucutkan bibirnya,bukan malas mandi sebenarnya tapi karena dia baru saja melakukan perawatan dan berendam di salon tadi.
"Yaudah kalo begitu, sekarang non Emily makan dulu tadi bibi sudah masak sup ayam dan perked-"belum sempat bi Ani menyelesaikan bicara nya,Emily berlari ke arah dapur karena perutnya sudah tidak bisa lagi diajak kompromi,bi Ani hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Emily.
Setelah selesai makan,Emily bergegas siap-siap untuk pergi ke acara Tante Nadine,Emily membuka kotak gaun yang diberikan Nadine tadi,dia terkejut melihat gaunnya yang sangat cantik nan indah dia pun segera memakai gaun itu,setelah selesai
Tidak lupa memoles sedikit wajahnya dengan pewarna bibir merah cheryy dan sedikit blush on,tidak perlu menggunakan bedak ataupun yang lainnya lagi karena kulit wajah Emily sudah putih dan mulus juga bulu mata nya yang lentik dan panjang.
Setelah memakai heels yang tidak terlalu tinggi,Emily pun turun dan menghampiri kedua adiknya yang sedang belajar diruang keluarga.
"Kakak berangkat dulu ya,kalian gapapakan kakak tinggal dulu??sekarang kan udah ada bi Ani"tanya Emily tersenyum,seminggu yang lalu memang Emily mencari art baru untuk mengurus rumah juga sekaligus menjaga kedua adiknya,Emily meminta bi Ani untuk tinggal dirumahnya karena ada satu kamar yang tidak terpakai dan dulu nya bekas art yang sekarang sudah tidak bekerja lagi.
Emil dan Emila terkejut melihat kakaknya begitu cantik dan anggun.
"Emangnya kakak mau kemana?"tanya Emila disela-sela keterkejutan nya.
"Kakak diundang sama Tante Nadine ke acara pengangkatan CEO baru di perusahaan suaminya kalian masih inget kan?,,,yaudah kalo gitu kakak berangkat dulu ya takut telat,Bi Ani jangan lupa kunci pintu nya ya!!"Sikembar E itupun mengangguk mendengar ucapan kakaknya begitupun dengan bi Ani,mereka memang sudah kenal Nadine pada saat mengantar pulang Emily sehabis kejadian di rumah sakit waktu itu.
Sebelum pergi Emily mengecup kening kedua adiknya itu dan bersalaman"Assalamualaikum"ucapnya dan bergegas keluar rumah dan menghidupkan mobilnya.
"Waalaikumsalam,hati-hati kak!!,,non!!"ucap Emil,Emila,dan bi Ani berbarengan.
•
•
bersambung....
__ADS_1
°°holla,segitu dulu ya jangan lupa like,coment dan vote,terima kasih-!!°°