Naya And Ice Boy

Naya And Ice Boy
Prolog


__ADS_3

kringgg kringgg!!!!


alarm berwarna hitam yang berada di atas meja belajar tepatnya di samping ranjang milik Zenaya terus bernyanyi dan berjoget ria bagai radio rusak yang menurut Zenaya sangat menggangu telinganya yang sedari tadi tiada henti berjuang untuk membangunkan gadis yang kalau tidur sudah seperti simulasi mat* itu untuk bangkit dari mimpi indahnya, dan menjalani dunia sebenarnya yang berbanding terbalik. Alarm itu sudah bergerincing ke 15× dan akhirnya usaha tidak mengkhianati hasil.


eughhh.. aduhh Napa bising kalii sih?!!, sakit anjirrr telinga gueee . Degg! seperti seknario orang menjatuhkan diri dari gedung bertingkat seperti itu lah yang dirasakan Zenaya. Yaa! liat lah betapa kagetnya anak ini saat melihat jarum jam pada alarmnya menunjukkan pukul 06.35, tanpa ba-bi-bu Zenaya langsung lompat dari tempat tidur bagaikan Spiderman langsung mencari bibi Mela.


"Bibii!!. Kenapa ga bangunin Naya sihhhhh??!!!" pekik Zenaya pada sang art yang sudah mengurusnya sejak lahir. "Iya non maaf ya, tadi bibi belanja sebentar di pasar pagi seberang kompleks sama mang Sutri." Jelas sang art sambil membereskan barang belanjaan nya.

__ADS_1


Didalam kamar Zenaya langsung bersiap-siap dan langsung turun ke bawah. Diruang tamu ia tidak mendapati 'orang' itu. untung gue aman( batinnya). Naya yang melihat arloji yang melingkar cantik ditangannya sudah menunjukkan pukul 06.45 langsung keluar dan mencari mang Sutri. "Mang.. ayo Naya dah telat nih!" panggil Naya pada mang Sutri yang sedang ngobrol dengan bapak tukang kebun.


......................


Dalam mobil Zenaya tidak henti-hentinya mengumpat dalam hati, saat melihat jalanan yang masih pagi namun amat macet dengan para pekerja pencari cuan. **G***ue lari ajalah dari pada harus berurusan dengan tuh guru BK, bisa mampus gue*!!. Batin Zenaya yang sudah begitu kesel.


Zenaya terus berlari sambil sedikit menoleh ke arloji nya yang sudah menunjukkan pukul 06.56 yang berarti sisa 4 menit lagi bel sekolah nya berbunyi. Zenaya tidak peduli dengan tatapan orang-orang yang sedari tadi menatap nya dengan tatapan sinis. Kalo bukan karena telat dh gue samperin loh pada!!! batin nya.

__ADS_1


kringggggg!!


Bel panjang yang menandakan upacara Senin akan dimulai. Dilain sisi ada seorang gadis yang berperawakan tidaklah dapat dikatakan baik. Baju yang sedikit basah Karna keringat, dan rambut yang keluar-keluar dari ikatan rambutnya.. yaaa! siapa lagi kalau bukan Zenaya Fanizela.


Dia sudah sampai didepan gerbang SMA Cendrawasih dengan nafas tersengah. Dan langsung lari ke kelasnya yang berada di lantai 2 SMA Cendrawasih tepatnya di kelas Xl IPA 2 tempat anak-anak IPA berkedok IPS yaa!! atau biasa guru-guru disini menyebutnya 'kelas buangan' . Karna anak-anak yang tidak memiliki sedikit pun sifat anak IPA yang biasa dikenal kalem dan bersikap seperti orang berilmu. Namun nyatanya ahh sudah lupakan saja!!


Saat hendak berjalan ke lapangan dia tersadar bahwa !! KESIALAN APALAGII INII ANJIRRRRRR AGKKKKKKH!!!!

__ADS_1


__ADS_2