Naya And Ice Boy

Naya And Ice Boy
Part 2


__ADS_3

Brukkk!


Zenaya Fanizela membuka pintu kelas dengan sangat kasar yang membuat semua atensi kelas mengarah kepada nya. Dapat dilihat bahwa muka Zenaya sudah seperti orang yang mau memutilasi orang yang akan mengusik dia, banyak yang melihat itu berdegik ngeri dan ada yang beberapa keluar kelas karna takut berhadapan dengan Singa Betina yang siap menerkam itu.


...Bagi mereka terlalu banyak kerjaan jika harus berhadapan dengan Zenaya Fanizela apalagi jika melihat wajahnya saja sudah menakutkan. Namun cantik....


...Okta yang melihat ada yang tidak beres langsung menghampiri Zenaya ke bangkunya "Naya, Lo kenapa lagi?" tanyanya dengan nada lembut. Eranita dan Isyana yang berada didepan bangku Zenaya langsung memutar badan 180° dan ikut mengangguk bingung dengan sikap Zenaya....


Bagaimana tidak ini masih cukup pakai buat mereka berulah.Zeanya teman sebangku Zenaya yang tau langsung menyembur dengan omongan pedasnya "Makanya kalau tidur jangan simulasi mati loh!, Kebiasaan banget ". Begitulah Zeanya Agak ceplas-ceplos tapi fakta


Belum sempat Zenaya Fanizela menjawab, Bel panjang itu sudah berbunyi dari speaker kelasnya. Setelah itu terdengar suara Pak Anto yang begitu cempreng memanggil seluruh siswa siswi Sma Cendrawasih untuk turun sesegera mungkin. Dengan membawa atribut upacara yang lengkap


Disaat Zenaya dkk dalam perjalanan menuju lapangan. Zenaya merasa kesialan Senin nya tidak sampai disitu saja.


Di saat matahari yang begitu terik dia harus rela dipisahkan dengan sahabat-sahabatnya dan bergabung dengan orang-orang yang tidak membawa atribut sekolah.


Dan yang lebih menyedihkan adalah mereka berdiri tepat dibawah teriknya Matahari. Zenaya sedari tadi terus mengumpat dalam hati dan sesekali terdengar oleh siswa yang disampingnya . Dia tidak membawa topi dan itu sangat teramat membakar kulit putih nya itu.


Dibarisan Xl Ipa 2 Zeanya, Eranita, Isyana dan Okta turut simpati atas kesialan kawannya yang satu itu, sudahlah tidak pakai topi, ditambah harus berdiri dibawah teriknya matahari.


Walaupun masih pagi namun rasanya seperti sedang di sate, ditambah seragam yang mereka kenakan berlengan pendek.


"ahahha.. kasihan amat tuh anak dah kayak mau di sate aja, mana merah lagi tuh muka!" ejek Zeanya berbisik-bisik. Eranita yang melihat itu pun menepuk kepala Zeanya . "Ga ngotak Lo, sahabat sendiri di kata-katain!" Sedetik berikut nya. "Ehh tapi gpp deh biar tobat tuh queen, hal langkah kan liat dia kek orang nahan berak gitu!" .Yah gitulah Eranita sama julidnya dengan Zeanya


"syutt diam, bising loh pada cewek sinting!" bukan itu bukan dari Isyana ataupun Okta namun dari kelas sebelah.


"Apa Lo?!!, Lo yang cewek sinting dasar tante-tante malam upss!" yaa itu balasan dari Isyana yang sudah terlanjur kesal dan tidak dapat menahan diri jika berhadapan dengan cewek bernama Dea dkk itu


"Apa Lo bilang sini maju Lo?!". Seperti akan ada sedikit pertengkaran kecil di lapangan jika tidak ada yang menengahi.


Anak OSIS yang berada dibelakang itu melihat ada keributan kecil langsung menegur dan memarahi mereka supaya tidak semakin menjadi-jadi.


Disisi lain


Busettt! nih pak Bambang lama kali, Pidato kali ya?, ga lihat apa muka gue dah kayak kepiting rebus gini??! mana panas kali lagi, Ya Tuhan nasib gue Napa gini?!! Umpat Zenaya tak tertahankan lagi hingga kedengaran oleh Ketos yang sedang berjaga dibelakang anak-anak yang tidak membawa atribut itu.

__ADS_1


......................


"Sekian dari amanat saya hari ini, kesimpulan nya kalian sebagai anak-anak kebanggaan SMA Cendrawasih harus lebih lagi berjuang dalam berprestasi baik akademik maupun non-akademik! Semua paham?!!" Ucap pak Bambang selaku pembina upacara Senin ini.


"Paham pak!!" ucap seluruh siswa serentak. Beberapa menit berlalu dan akhirnya para murid sudah dibubarkan dari panasnya lapangan pagi itu.


Namun tidak dengan anak-anak spesial yang melupakan atribut itu. Mereka semua sedang menerima sangsi yang ada. Dan anak-anak OSIS mencatat nama-nama mereka dan kasus yang ada


Zenaya yang sudah kesel dan kakinya sudah begitu pegal pun bertanya dengan nada songong kepada salah satu anak OSIS. "Ini perasaan dari tadi upacara dh kelar, kenapa lama banget sih ngurus gini doang?!!. Asal Lo tau ini kaki gue dh pegal! OSIS kok lambat!". Ucapan yang keluar dari mulut Zenaya mendapatkan tatapan tajam dari Ketos.


"Selo mata Lo, apa mau gue colok ha?!!" kesel Zenaya pada Ketos. Ketos yang sudah terpancing pun menyuruh anggota nya yang lain untuk mengurus siswa-siswi tersebut.


"Woi! apa sih mau Lo sakit tangan gue anjirr!!" teriak Zenaya pada sang pemilik tubuh kekar dan lebih tinggi darinya yang sedang menarik pergelangan tangan nya tak tentu arah.


"Lo budek yaa?!, sakit ini apa sih mau Lo?, Gue ga ada cari masalah sama Lo!. Uda lepasin ga atau Lo mau-"


ucap Zenaya terhenti karna ucapan orang yang ada dihadapannya


"Bersihin sampai tuntas!". Deg! 3 kata namun begitu mengejutkan dan asing di pendengarannya. Bagaimana tidak, ini pertama kalinya ia berhadapan dengan Ketos dan mendengarkan suara pertama namun sialnya itu menyuruh dia untuk membersihkan toilet yang sangat menjijikkan bagi Zenaya.


Saat Zenaya sedang sibuk dengan pikirannya. Arfalgo yang masa bodo itu langsung pergi meninggalkan Zenaya dengan segala ocehan yang terdengar sampai luar, bahkan banyak siswa yang berada di dekat area toilet itu bergosip tidak jelas.


Namun bukan Arfalgo kalo tidak masa bodo. Baginya itulah cara menghukum anak-anak yang bad seperti itu, jika dengan cara lembut terdengar sangat mustahil, kenapa tidak coba dengan cara sedikit lebih menyakitkan, agar memberi efek jera bagi mereka.


......................


Eranita, Isyana, Okta, dan Zeanya sedang berada dikelas untuk mengistirahatkan kaki mereka. Namun tidak mendapati sosok Zenanya.


"Naya masih dihukum ya?" tanya Okta peduli. "Maybe!" jawab Isyana seadanya, sambil meneguk es teh obeng yang tadi dititipkan nya kepada salah satu anak kelasnya yang mau ke kantin sampai tandas.


7 menit kemudian..


"Tuh queen belum datang?, kena hukuman apa sih lama banget perasaan!" tanya Era a.k.a Eranita Margaretha.


Dia yang tadinya sedang menggangu teman-teman cowoknya sedang bermain game. Aneh! Bukankah hanya memerlukan tangan??.. Namun tidak bagi para pro Players, tidak afdol rasanya jika tidak menyebutkan binatang-binatang yang ada di kebun binatang. Dan yang hanya melihat pun ikut-ikutan mengumpat, Era salah satunya.

__ADS_1


"Susul aja ga sih?" ucapnya lagi, karena begitu jenuh menunggu sosok Zenanya. Bagaimana tidak Guru yang harusnya sudah masuk untuk mengajar materi hari ini malah diberitahukan sakit dan parah nya memberikan tugas yang tidak terbilang sedikit yang untung nya dikumpul lusa.


"Paling ntar lagi datang, sabar aja." balas Zeanya yang tidak memalingkan pandangannya dari gadget nya, dia saat ini sedang bermain game mobile legends seperti anak lelaki. Dia tidak peduli dengan omongan orang tentang dirinya yang begitu friendly terhadap anak lelaki. Baginya jika itu tidak kelewatan dan merugikan nya mengapa tidak berteman?, lumayan untuk tebangan tugas.


......................


Zenaya yang sedari tadi lebih banyak mengumpat dan ngomel dari pada mengerjakan hukumannya, namun akhirnya sudah mau selesai. Saat sudah membersihkan semua toilet yang disuruh oleh Ketos songong itu, dia tidak lupa mencuci tangannya hingga bersih dan langsung bergegas pergi ke kelasnya


Zenaya tidak sadar bahwa dari tadi pintu toilet nya tertutup. Saat hendak keluar pintu tersebut tidak dapat dibuka, seperti dikunci dari luar. Zenaya yang sudah kelelahan pun semakin kesal dan berteriak "Woii ini siapa yang iseng ngunciin gue ha?!, berani tuh depan jangan main kunci!!"


Dilain sisi ada circle yang menjadi musuh nya Zenaya dkk tertawa setelah mengerjai sang gadis yang katanya 'Queen of bullying'. Mereka membiarkan kunci tersebut nyangkut diluar. Dan pergi meninggalkan Zenaya.


Zenaya yang sudah mulai lelah dan suaranya yang sudah mulai serak namun tiada henti untuk terus berteriak dan meminta tolong, dalam hatinya dia tidak pernah berhenti untuk mengutuk orang-orang itu dan jika dia ketemu dia akan membalas berkali-kali lipat percayalah!!


......................



Disisi lain tepatnya. Ruangan OSIS, Arfalgo sedang sibuk untuk mengurus dokumen tentang kasus anak-anak nakal yang barusan diterimanya dari ibu Silfa, selaku guru BK.


"Fal, cewek tadi pagi siapa?". tanya Jelo salah satu anggota OSIS yang masih berada di ruangan.


Arfalgo, yang sedang sibuk hanya bisa menaikkan salah satu alisnya yang berarti (maksud?).


Jelo yang penyabar, itupun kembali bertanya dengan nada sedikit kesal. " Yang tadi ga bawa topi, tuh cewek siapa?, dan Lo bawa kemana?". Degg! pena yang sedang dipegang Arfalgo terjatuh.


"jam berapa?" tanya Arfalgo. "jam 8.57 fal. Napa?" jawab Jelo seadanya. Matii gue tuh cewek fine ga ya?


Arfalgo yang awalnya malas untuk melihat cewek itu sebentar tiba-tiba feeling gue aneh.


......................



Toilet SMA Cendrawasih

__ADS_1


__ADS_2