
" Tidak!! saya mau besok harus sudah ada. Tuth" ucap Chiko tegas dan langsung mematikan hpnya.
...****************...
Sebulan sudah berlalu semenjak Frea dipecat dari restoran tempat dia bekerja dan sekarang dia sedang berada dikelas. Fikiran Frea saat ini tidak dikelas tersebut, fikirannya sedang melayang teringat beberapa hari yang lalu adiknya memberitahukan kalau ibu mereka sedang sakit dan membutuhkan biaya untuk pengobatan,sedangkan Frea tidak punya uang yang cukup banyak untuk dikirimkan kepada ibu dan adiknya. Sambil memikirkan hal tersebut tanpa Frea sadari kelas yang suda dia ikuti sekarang sudah selesai.
"Fre! Freaaaa.... " Triak teman disebelah Frea
"Apaan si Vin! ganggu aja" balas Frea kepada teman sebelaunya yang bernama Kevin
"Lo yang apaan, malah asik melamun, mikirin apaan sih lo? mikirin tugas kuliah yang gak kelar-kelar sampai kelas uda selesai lu masih aja melamun? " Omel Kelvin tidak terima dibantak Frea
"Hah... " seketika Frea melihat sekeliling ruangan dan benar saja ruangannya sudah sepi tinggal mereka berdua saja " bukannya kita baru mulai kelasnya ya Vin? " tanya Frea kebingungan.
"Ya ampun Frea... kita uda 2 jam dikelas dan lo gak sadar lo mikirin apaan sih" tanya Kevin keheranan
"Bukan apa apa Vin. Makasih ya uda nyadari gue, sekrang gue pergi dulu ya Vin, Babai" Ujar Frea sambil berlari keluar setelah merapikan buku bukunya yang di meja.
__ADS_1
...****************...
Seirang pria sedang melamun dikursi kebesarannya sambil memikirkan perjanjian yang dibuatnya dengan sang mama.
Flashback on
Dipagi hari seperti biasa keluarga Ardiansyah akan berkumpul dan sarapan bersama. Dimeja makan tersebut hanya terdengar suara dentingan sendok yang berbenturan dengan piring yang anggota keluarga itu pakai sampai tiba tiba suara seseorang memecahkan keheningan tersebut
"Hah... rasanya biarpun kita berempat dimeja makan ini rasanya tetap aja sepi, andaikan mama punya cucu pasti menyenangkan" Keluh sang mama yaitu mama Esra
"Kamu yang apaan, teman-teman mama uda pada gendong cucu dan kamu batang hidung calon mantu mama aja gak pernah kelihatan padahal kan kamu ganteng" ucap mama Esra
"Iya kak, kan seru kalau misalnya aku punya ponakan cewe bakalan aku dandani tiap hari" timpal sang adik ikut mendukung sang mama, sedangkan sang Tuan besar hanya diam saja menyimak.
"Hah, Chiko baru 27 tahun loh ma, banyak tu pengusaha- pengusaha lain berumur diatas Chiko masih pada belum nikah, kamu juga Luna ngapain ikut-ikutan! " Ucap Chiko yang tidak terima dengan permintaan sang mama dan adik. Sampai tiba tiba tuan Angkat suara
"Papa rasa yang dibilang mama dan adikmu ada benarnya juga Chik" ucap papa tuan Angga yang sebenarnya juga sudah sangat ingin memiliki cucu.
__ADS_1
"Pa... " ucapan Chiko terpotong
"Kamu 27 tahun, papa juga udah menyerahkan perusahaan sepenuhnya sama kamu, jadi papa mau kamu cepat nikah dan memberikan penerus kepada keluarga ini" ucap tuan Angga memotong ucapan sang anak, sedangkan mama Esra sudah tersenyum bahagia karena sang suami mendukungnya begitupun juga dengan Alluna.
"Tapikan nyari istri gak gampang pa ma, kalian kan juga tau masa lalu ku gimana" ucap Chiko agar tidak semakin terpojokkan
"Giman kalau kamu, mama jodohkan sama anak teman arisan mama? " tanya sang mama memberi usulan
"gak ma, Chiko gak mau anak teman-teman mama pada aneh semua" ucap Chiko tidak terima dengan usulan sang mama, karena dia sudah pernah ikut sang mama arisan karena teepaksa.
"Begini saja, papa kasih kamu kesempatan nyari pasangan sendiri selama 2 bulan dan kalau kamu masih belum ada pasangan juga maka kamu harus terima dengan perjodohan yang mama dan papa buat kalau kamu tidak terima maka papa akan ambil alih lagi perusahaan"
" Tapi pa... Enggak semuadah itu mencari pasangan! "ucap Chiko sedikit tegas karena dia tidak terima dengan permintaan orang tuannya.
" Jawabannya hanya iya dan tidak Chiko! kamu tidak diizinkan memberikan komentar" ucap tuan Angga lagi. Jika sudah begini Chiko hanya bisa pasrah mengiyakan dari pada dia dijodohkan dengan para wanita yang menurutnya seperti ondel ondel.
Flashback off
__ADS_1