
"Yd kalau gitu kakak mau lanjut kerja lagi, kakak minta tolong jaga ibu ya kamu juga harus tetap fokus belajarnya" ucap Frea mengakhiri percakapan mereka.
...****************...
Setelah berbicara dengan adiknya telepon Frea tetap melanjutkan pekerjaan sambil kemikirkan ucapan sang adik sampai Frea tidak sadar bahwa hari sudah sore.
"Frea kamu sudah bisa pulang, bukannya kamu akan kembali hekerja lagi nanti malam" ujar bos ditempat Frea bekerja.
"aa... iya bu saya akan pulang setelah menyusun pakaian ini bu" ujar Frea sambil menyun pakaian yang sudah ia setrika
"Baiklah, kalau begitu ini gajimu, karena kamu sudah satu bulan bekerja disini" ujar bu Rina bos Frea, sambil menyerahkan sebuah amplop.
"Terimakasih bu, saya ambil ya bu" ujar Frea sambil menerima gajinya
"Iya, pergunakan dengan baik ya Frea" ujar bu Rina sambil pergi berlalu
...****************...
__ADS_1
Saat ini Frea sedang berada dikamar yang disediakan bos laundry tempat Frea bekerja. Dia sudah bersiap-siap hendak pergi bekerja lagi ke warung makan (keknya warung makan lebih masuk akal dari pada tempat makan jadi otor ganti aja ya🥲). Tapi sebelum dia pergi dia teringat lagi dengan perkataan sang adik, dia menatapi hpnya dengan tatapan bingung haruskah dia menghubungi orang yang saat ini ada di kepala nya atau tidak sampai...
tut.... tut... tut...
"Halo.. " jawab orang disebrang telepon
"Ha.... l.. o" jawab Frea dengan perasaan campur aduk
"Ada apa? bukannya ini masih tiga hari setelah pertemuan kita sebelumnya?"
"Ayo kita bertemu besok" ujar Frea menyampaikan niatnya menelepon
"Tidak bisa, mari kita bertemu besok setelah saya pulang kuliah"
"Baiklah" jawab orang disebrang sana sambil tersenyum miring
"Besok akan saya kabarin lagi. Tut" ucap Frea bernafas lega setelah mematikan handphone nya.
__ADS_1
...****************...
Saat ini Chiko sedang menatap handphone nya dengan tersenyum, tidak tau kenapa tapi dia merasa senang setelah menerima tepon yang baru saja dia lakukan. Sedangkan Dino sang asisten hanya menatap sang tuan dengan heran,ingin rasanya dia angkat suara tapi takut mood tuannya itu akan rusak karena gangguannya jadi Dino merasa diam dengan rasa penasaran jauh lebih baik dari pada tuannya itu ngamuk.
Ya orang yang ditelepon Frea tadi adalah Chiko yang saat ini sedang bahagia seteleh mereka selsai berbicara. Sebelum berpisah waktu mereka bertemu tiga hari yang lalu mereka memang sempat bertukar nomor. Chiko sangat yakin sebelum seminggu pasti Frea akan menelepon, dan ternyata apa yang dia yakini benar terjadi Frea meneleponnya padahal baru tiga hari yang lalu mereka bertemu.
"Dino, apakah jadwalku besok padat? " tanya Chiko kepada sang asisten yang saat ini sedang mengemudikan mobil, mereka baru saja pulang dari kantor.
"tidak tuan, besok kita hanya akan melakukan rapat bulanan saja tuan" ucap sang asisten yang merangkap jadi supir
"Ah bagus, kalau begitu setelah rapat bulanan tolong kosongkan jadwal ku, karena aku ada urusan, oh iya tolong kau carikan apakah ada masalah dengan keluarga Frea"ujar Chiko memberi perintah
" Baiklah tuan, apakah Frea yang tuan maksud sama dengan Frea ynag tuan suruh saya cari identitasnya? " ujar Dino, sambil bertanya. sebenarnya Dino sedikit heran kenapa tuannya itu sangat peduli sekali dengan gadis bernama Frea itu karena setaunya tuannya itu sanglah cuek kepada perempuan.
"tentu saja, maksud siapa lagi? " ujar Chiko kemudian
"baiklah tuan, tapi tuan bolehkah saya tau ada hubungan apa tuan dengan nya? " ujar Dino yang memberanikan diri untuk bertanya.
__ADS_1
"Belum saatnya kau tau Dino, sebaiknya lakukan saja apa yang keperintahkan tanpa banyak tanya" ujar Chiko lagi dengan nada santai tapi tidak santai bagi asisten Dino.
Bersambung....