Novel Horor Singkat"ASRAMA TUA"

Novel Horor Singkat"ASRAMA TUA"
Keesokan pagi


__ADS_3

Pagi pagi sekali Aleta berangkat ke kampus.di gerbang luar ia berpapasan dengan nyonya Ramses pemilik bangunan tua itu.


" selamat pagi nyonya?"


" hai, Aleta, selamat pagi.


Bagaimana semalam? Apa kau tidur dengan nyenyak?"


" iya nyonya, sangat nyenyak, gangguan nyamuk pun tak berhasil membangunkan saya. Saya berangkat kuliah dulu, ada ujian hari ini. Permisi nyonya."


Nyonya Ramses mengangguk sembari menyunggingkan sebuah senyuman. Wanita itu nampak aneh. Ia menggunakan baju panjang warna hitam dan berkrudung,hampir seluruh tunuhnya terselimuti pakaian. Hanya wajahnya saja yang tidak.


Namun, ia selalu menunduk


Aleta melangkah cepat. Jarak antara kampus dak kos tak terlalu jauh cukup naik angkutan umum 5menit saja maka ia sudah sampai di kampusnya. Suasana kampus sudah cukup ramai. Beberapa rekan sekelasnya nampak sibuk dengan buku catatan di tangan mereka, dengan bibir komat kamitseakan menghapalkan bahan ujian. Aleta duduk di baris paling belakang. Tubuhnya masih lelah karena kemarin malam.


" hai Let, ngapain disana? Sini deket aku" tukas jani yang duduk dua baris di depan Aleta.


" disini aja jan, takut ketahuan kalau aku ngantuk nanti." Jawab Leta sambil mengeluarkan alat tulis dari dalam tasnya.


Jani mengalah, justru ia yang pindah posisi mendekati Aleta.


"Maaf yah Let, kemarin aku nggak bisa bantu kamu. Mama masih sakit."


" it's okay darling. Aku bisa selesaikan sendiri. Sudah biasa aku pindah\-pindah kos sendirian."


" bagaimana susasananya? Pemilik kos? Teman teman kos?"

__ADS_1


" pemilik kos itu namanya yonya Ramses. Teman teman kos? Hemm aku belum kenalan. Waktu aku berangkat tadi pagi suasana kos sangat sepi. Entah mereka semua masih tidur atau aku yang lebih lambat bangun dari mereka."



" selamat pagi anak anak, apakah kalian sudah siap dengan ujian hari ini?"


Sebuah suara agak serak ilik MR. Devon mengejutkan seisi kelas. Termasuk Aleta dan Jani.


"Nanti di smabung lagi ceritanya, si monster udah datang." Tukas Jani.



Aleta hanya tersenyum simpul. Ia paham betapa Jani begitu membenci MR. Devon hingga akhirnya MR. Devon mendapat anjgrah sebagai the monster,



Pukul 6 sore Aleta dalam


Sampai di depan gerbang kos Aleta tak langsung masuk, ia memandangi arsitektur bangunan rumah itu dengan lebih seksama. Memang terkesan angker jika di perhatika dari luar. Di tambah lagi suasana juga amat sepi.



" ah mungkin penghuni lain belum pulang." Ucapnya dalam hati.



Aleta membuka gerbang perlahan walau catnya sudah mengelupas namun gerbang ini masih terlihat sangat kokoh.

__ADS_1


Aleta berjalan melewati taman depan kos. Di sana terdapat sebuah ayunan yang nampaknya sudah berkarat. Dua buah lampu taman terlihat sangat berdebu belum di nyalakan, karena ini masih sore.


Aleta berjalan namun pandangannya tak bisa lepas dari taman itu.


" brakk..."


" Duh... maaf nyonya"


" tak apa Aleta."



Aleta menabrak nyonya Ramses tepat di depan tangga menuju kamarnya. Beberapa detik memandang wajah nyonya Ramses kemudian Aleta menunduk dan melanjutkan langkahnya menuju kamar.



Sampai di kamar, jamtung Aleta berdegup kencang. Ia sempat melihat wajah nyonya Ramses saat insiden tadi. Wajah itu begitu dingin walaupun nyonya Ramses menunduk.


Aleta membaringkan tubuhnya di kasur kapuk itu. Tanpa sadai ia tertidur.


Benerapa jam kemudian.....


" Leta..Leta..." sebuah suara yang begitu halus membangunkan Aleta dalam tidurnya.


Aleta membuka mata. Seorang gadis cantik dengan rambut ikal berwarna keemasan dengan gaun khaa noni belanda sudah di depannya. Sepertinya mereka seumuran. Aleta terdiam. Ia yakin bahwa gadis ini bukan manusia.


" tak usah takut, ku penghuni kamar sebelah. Kau anak baru kan? Tadi kau lupa menutup pintu kamarmu. Maaf jika aku lancang masuk tanpa izin. Aku hanya ingin berkenalan."

__ADS_1



Next\>\>\>\>


__ADS_2