
nenon,, neon ,,neon..
alarm darurat berbunyi di semua ruangan menandakan bahwa ada masalah darurat, para penyusup itu masuk ke dalam semua ruangan sambil di geledah, mark dan teman-teman nya yang masih berada di atap gedung mendengar kekacauan yang terjadi, segera mereka berlari turun tak peduli lagi dengan gadis pemasang spanduk itu..
mark masuk kedalam lift bersama empat temanya untuk menuju lobby,, pak bram yang berada di ruang komisaris bersama dewan komisaris yang bernama uno sedang asyik berbincang di ruangan lantai 32 segera mendapat info bahwa markas di serang, bram pun berlari keluar ruangan di ikuti pak uno mereka menuruni lantai darurat karena lift tidak bisa di akses. saat di tangga menuju lantai 30 ada enam orang penjahat pria itu yang sedang ingin naik dengan tangkas bram menghajar mereka satu persatu, bram menunjang enam pria itu hingga terguling di tangga satu pria masih bertahan pria itu menonjok pipi bram..
bbrkk,,
bram pun membalas pukulan itu lalu menempelkan pria itu kedinding lalu lehernya di cekik,, tiga tonjokan ia pukul ke perut penjahat itu sampai pria itu kesakitan ,satu pria yang sudah terkapar di anak tangga kembali bangkit ingin menyerang bram dari belakang menggunakan pisau lipat,, uno yang melihat itu langsung menyepak tangan si penjahat yang nyaris menusuk punggung bram hingga sang penjahat kembali terkapar, karena saling bekerjasama uno dan bram berhasil mengalahkan enam penjahat itu uno dan bram pun berlari menuju bawah meninggalkan manusia-manusia itu terkapar.
di dalam kamar prabowo tengah asyik berciuman dengan si gadis tanpa memperdulikan keadaan yang sudah kacau kini ia tengah bertelanjang dada,, saat ia membalikkan tubuh menghadap kaca jendela ia melihat aya yang sedang memasang spanduk itu bergantung melihatnya, namun aya yang tak peduli seakan-akan tak melihat apa-apa , prabowo merasa malu segera melepaskan ciumannya.
"tutup tirainya.! printah prabowo, ia berjalan ke kasur untuk meraih ponselnya.
si gadis itu menatap aya dari dalam sambil tersenyum aya merasa jijik melihat wanita murahan itu ia samasekali tak mau open lebih penting ia melanjutkan pekerjaannya agar cepat selesai, tirai tertutup prabowo dan si gadis melanjutkan percintaannya di atas kasur gadis itu menindih tubuh prabowo sambil melepaskan lingerie,, ia menyusuri tubuh prabowo dari leher ia mengecup hingga meninggalkan bekas merah lalu turun kebawah sambil ia kecupin semua itu dan sampai pada titik ia berjumpa dengan dedek kecil yang sudah berdiri, ia pun membuka celana prabowo sekaligus dengan celana dalamnya juga usai terbuka si dedek kecil itu terlihat tegang lalu ia **** menggunakan mulut nya sampai dalam.
"ahhh,, ahhh, "
__ADS_1
prabowo mendesah merasakan sensasi luar biasa gadis itu terlihat sangat nakal, gadis itu melakukan aksinya terus menerus ..usai mengemut si dedek ia merangkak ke atas tubuh prabowo sambil menjilat seluruh tubuh itu, prabowo memutar badan menindih si gadis kini ia pula yang mencium seluruh leher gadis itu meninggalkan jejak merah, ia menyusuri lekukan tubuh si gadis dua payudara si gadis di remas oleh kedua tangan prabowo dan ia **** kedua tombolnya, "ssshhh aahhh". wanita itu mendesah merasakan geli-geli nikmat akibat emutan mulut prabowo.. usai dengan urusan payudara prabowo beralih kebawah sampai pada titik akhir di apem milik si gadis, ia menjilat apem yang terlihat putih hingga membuat gadis itu mendesah kenikmatan lidahnya ia masukkan ke dalam lubang apem ia menjilati seluruh dinding apem jari tengahnya ia colok kelubang itu hingga membuat gadis itu menjerit keenakan..
usai di bawah prabowo menindih tubuh si gadis dan memasukkan dedek kecilnya kedalam lubang apem milik si gadis sambil di goyang-goyang,, "sssahhh aaahhh" desahan sekaligus keluar dari mulut mereka kedua manusia itu bertempur mengguncang kasur penuh gairah...
di lantai 29 mark di serang tiga pria sekaligus ia menghajar satu-persatu empat temannya tengah melawan penjahat lainnya,, "bbhhukk bbhuk" mark mengeluarkan jurus taekwondo nya untuk menghajar tiga pria itu, bram yang baru turun dari lantai 30 berusaha menolong nya dalam mengatasi penjahat itu..
"pak uno sebaiknya anda melindungi pak prabowo. ". bram berteriak kepada uno yang tengah kebingungan, bram ikut mengahjar orang itu..
uno ingin sekali membantu namun ia juga harus melindungi prabowo ia pun melanjutkan perjalanannya menuju lantai 10 tempat kamar prabowo,, gedung itu sangat tinggi dan luas jadi sangat sulit untuk saling melindungi..
di rumah anita tengah sibuk bekerja di ruang kerja ia fokus ke layar leptop mengerjai beberapa kerjaan,, seorang wanita berambut pendek dan memakai kacamata tipit memakai dress merah sampai bawah lutut, yang bernama via ia adalah sekertaris kepercayaan anita kemanapun anita pergi sekertaris via lah yang selalu ikut serta membantu nya memenuhi seluruh kebutuhan nya setiap hari.
ponsel via bergetar saat ia tengah si sibuk menatap pekerjaan anita, ia melihat ponselnya dan di buat terkejut saat mendapatkan video kekacauan di markas..
"nona kita ada masalah " via menunjukkan layar ponsel ke anita sambil membungkuk..
"kurang ajar " anita merasa geram melihat video itu.. "hubungi polisi BOP dan suruh datang ke markas" anita menutup laptopnya lalu menggigit kukunya merasa panik.
__ADS_1
sekertaris via pun menghubungi polisi BOP untuk menangani semua masalah itu,, usai menelpon via dan anita keluar meninggalkan rumah menuju markas, arya yang baru mau berangkat kuliah terlihat kepo dengan wajah anita yang terlihat panik tapi ia tak berniat bertanya.
-
aya masih bekerja memasang spanduk saat ia menatap jendela kaca gedung ia melihat sang bibi yang menolong nya tadi tengah mengepel ruang kerja ,, wanita itu tersenyum melambaikan tangan kepada aya dari dalam aya pun membalas sapa itu,, saat asyik saling sapa aya melihat banyak pria memakai masker masuk kedalam ruangan itu sambil mengacak-acak..
"bibi awas.! aya berteriak saat menyaksikan bibi itu di serang dari belakang menggunakan vas bunga...
aya menyaksikan orang-orang itu menghajar si bibi sampai terkapar di lantai, aya mencoba menerobos kaca itu ia melayangkan diri kekaca agar kaca itu pecah namun kaca itu sangat tebal susah sekali pecah nya,, sekali lagi ia tendang jendela itu namun tak bisa juga ia berteriak memanggil si bibi namun tak dapat terdengar, para pria yang didalam melihatnya sambil menginjak kepala si bibi hingga memancing emosi aya..
didalam ruangan itu terhitung puluhan orang mereka kembali mengacak-acak tempat, aya terus berusaha membenturkan diri ke kaca, tak lama para polisi BOP tiba dan masuk keruangan kerja menghajar beberapa oknum itu para bodyguard juga ikut, oknum-oknum itu sangat hebat hingga bisa mengalahkan sang polisi dan bodyguard lainnya , aya menatap mereka berperang ingin sekali ia menghajar semua orang itu.
lalu ia mengambil sebuah obeng yang ada di saku celananya lalu di lemparkan obeng itu ke arah kaca hingga menancap,, saat obeng itu sudah tertancap dan membuat keretakan di permukaan kaca ia pun mengayunkan diri menendang kaca...
ppprrraanngg...!!
aya berhasil menembus kaca serpihan kaca itu berserakan di tubuhnya, ia terguling di lantai lalu ia jongkok melihat si bibi yang sudah bersimbah darah, para orang di situ mulai menyerang para polisi dan dan bodyguard lainnya sudah lemah terpuruk..
__ADS_1
bersambung...