
malam itu bram dan pak komisaris tengah berargumen di ruangan kerja pak komisaris, bram berdiri di hadapan uno yang tengah duduk di kursi menatap bram di halangi sebuah meja..
"pak sebaiknya jangan kirim anak buah menangkap gadis itu " bram dari tadi sibuk membujuk pak uno untuk mencegah para anak buah mencari tau si gadis.
"sudahlah bram, memangnya kenapa jika saya menyuruh anak buah menangkap gadis itu, ada yang salah.? pak uno menekuk kedua tangan ke meja menampung dagunya.
"saya mengenal gadis itu,, ia mantan prajurit tni dia juga adalah anak didik saya saat saya masih bergabung di militer,, dia bukan prajurit biasa dia sangat berbahaya ia bisa mengalahkan musuh dengan satu hentakan kaki saja, saya yakin pasukan kita tidak akan mampu melawannya " bram menjelaskan itu panjang lebar namun uno malah tertawa.
"hahah sehebat apa gadis itu,? hingga kau yakin anak buah BOP GROUP akan kalah. " pak uno terkekeh geli tak percaya mendengar penjelasan bram,.
"baiklah jika anda tidak percaya, kita lihat saja nanti " bram dengan kesal memilih keluar dari ruangan itu, berbicara kepada orang yang lebih tua memang seperti berbicara kepada tembok .
"hey bram apa kau merajuk "
uno berteriak memanggil bram namun tak ada respon dari bram bahkan sekedar membalikkan tubuh saja bram tak mau,, sepeninggalan bram uno tertawa sendiri atas ucapan bram tadi..
oh ya,, pak bram sangat mengenal aya saat masih bergabung denga militer bram selalu mengajarkan aya tentang cara jitu mengalahkan lawan, bram juga akrab dengan hendrik ayahnya aya namun bram lebih duluan keluar dari militer, ia tau soal kematian ayah aya saat ia mendapatkan rumor dari beberapa teman seangkatan dengannya, baru ia tau juga tentang aya yang jadi buronan polisi tapi ia tak tau siapa yang membunuh hendrik selama ini juga ia selalu mencari tau dimana keberadaan aya bersyukur tuhan mempertemukan nya lagi dengan aya,, waktu masih menjadi prajurit aya adalah orang yang paling kuat diantara seluruh tni, ia sangat pandai mengecok lawan seperti ucapan bram dengan satu kali hentakan kaki saja musuh bisa tewas ia buat, maka dari itu dulu aya adalah anak emas semua orang sangat membanggakan nya tapi setelah ia membunuh perwira namanya jadi jelek bahkan di cap pembunuh.
-
aya tengah berada di sebuah restoran ia makan sendirian ia juga masih memakai pakaian kerjanya tadi,, ia memilih makanan seafood dengan jeruk dingin saat ini semua menu itu sudah ada di hadapannya tak lupa ia juga harus membeli makanan itu untuk kakek dan nenek,, restoran cepat saji itu sangat ramai di kunjungi orang setiap hari apalagi kalau malam kadang-kadang pembeli tak dapat sisa, selain harganya murah makanannya juga terkenal ke sterilannya dan higienis jadi begitulah cara mereka menarik pelanggan hingga bisa seramai itu..
__ADS_1
sudah 20 menit aya berada di dalam restoran itu ia merasa ada yang tidak beres, selama ia disitu terdapat sembilan pria yang memakai jas hitam seperti mengawasinya dari tadi, aya sesekali curi-curi pandang pada pria-pria aneh itu bukankah mereka sungguh-sungguh mengawasinya, kelompok pria itu duduk di bagian meja depan aya lalu di meja kiri dan ada yang di kanan terbagi menjadi tiga orang dalam satu meja. aya sudah benar-benar yakin bahwa mereka terus melihatnya perasaannya mulai tidak enak ia pun segera menghabiskan makanan dan minuman usai perutnya kenyang ia beranjak dari duduk, ia meraih satu kantong kresek yang berisi makanan di atas meja nya, saat ia berdiri lebih mencurigakan lagi para pria aneh itu berdiri semua lalu berjalan berapa langkah mendekatinya, benar bahwa orang itu ingin mencelakai nya aya pun menyiapkan jurus kuda-kuda untuk melawan jika mereka bertindak..
"bbhhkk,, bbhhkk. ". aya menendang dua pria yang ada di sebelahnya pasalnya si dua pria itu mencengkram bahunya.
"huuaaa "
"hhhaaa,, astaga "
semua pengunjung berteriak histeris saat menyaksikan perkelahian di dalam restoran itu, aya menghajar ke sembilan orang aneh itu suasana sangat tegang ada yang ketakutan dan histeris,,bbbhhkk,, aya melipat tangan si B kebelakang lalu ia bungkukkan tubuh pria itu dan menaruh kepalanya ke atas meja, saat aya menghajar si B ia langsung di hajar dari belakang oleh si A menggunakan kursi, dengan tanggap aya menyingkir dan kursi itu mengenai si A yang masih terbungkuk di atas meja...
aya melihat semua orang takut membuat suasana kacau ia pun berlari keluar ia juga membawa makanan yang sudah di bekal itu,, para si abc itu berlari mengikuti nya aya yang baru keluar dari pintu tiba-tiba menabrak seseorang hingga ia tersungkur menindih pria itu di protokol jalanan..
"jjeeduut" aya tepat berada di atas si pria yang sangat muda, pria itu seakan terhipnotis melihat wajah aya..
"aku mencintai mu " entah dalam keadaan sadar atau tidak arya dengan berani mengatakan kata itu.. "emm" aya berdehem heran berani sekali pria ini mengatakan itu, aya berusaha bangkit namun arya menahan nya mereka berdua sudah menjadi tontonan orang.. "percayalah aku sangat mencintaimu sayang" arya menyelipkan rambut aya yang terurai ke kuping..
aya merasakan langkah kaki si abc itu sudah mendekat ia menarik tubuhnya dari pelukan arya,, " dasar bucin bodoh ". aya bangkit mengatakan kata itu lalu berlari lagi sedangkan arya masih tergeletak di protokol sambil tersenyum..
"ahhh Cinta pertamaku " arya berteriak bangkit dengan gaya salto, tubuhnya kembali jatuh saat si abc itu berlari menabrak nya namun segerombolan itu cuek tak mau menolong..
"dasar kurang ajar ". jerit arya ia kembali berdiri ia baru sadar sesuatu. " bukankah mereka, hhaa Cinta pertamaku" arya menyadari bahwa segerombolan itu adalah pasukan papanya dan kenapa? ada apa? ia pun ikut berlari mengejar mereka..
__ADS_1
aya sampai di terowong bawah tanah area itu sangat sunyi ia berhenti sebentar di tengah terowongan ia menarik nafas sambil membungkuk,, baru ia mau menarik nafas para abc itu sudah berada di belakangnya saat aya ingin kabur langkahnya langsung terhenti saat...
" berhenti " jerit si C..
aya pun berhenti para abc itu mengepung nya ia kini berada di tengah-tengah,, " siapa kalian.? aya menatap mereka ia mengangkat tangan saat melihat semua pistol mengarah padanya.
"tangkap dia"
pria-pria itu langsung menerkam aya, aya sangat memberontak ia sendiri saja tidak tau kenapa mereka menangkap nya apa salahnya? dengan kasar mereka memegang tangan aya, ia menunduk jika ia tidak bisa kabur lantas kenapa ia harus menyerah tertangkap tanpa alasan seperti itu, sama saja ia akan mati konyol kalau menyerah seperti orang bodoh..
"bbrrkk,, bbrrkk".
aya menarik tangan kanannya yang di pengangi oleh dua orang lalu ia tinju wajah dua orang itu, lalu ia juga menarik tangan sebelah kirinya dengan melakukan hal yang serupa, tiga pria lainnya menghajar nya melakukan pergerakan taekwondo mereka salah satunya menendang perut aya, dan keduanya lagi menendang kaki aya hingga hingga ia tersungkur..
"maaf kami melakukan ini atas perintah tuan prabowo,, karena kau sudah melihatnya berselingkuh maka kau harus mati " si A bertekuk tangannya menekan kepala aya yang sudah terbaring di aspal..
saat si A berdiri aya menarik kakinya hingga pria itu ikut tersungkur, keadaan aya sudah terluka tapi ia tak boleh kalah sia-sia ia pun menghajar satu-persatu hingga mereka saling terpental,,
arya yang berada di atas terowongan berputar mencari target ia kehilangan jejak aya dan si abc, "aaaaa" arya berteriak kesal telah kehilangan Cinta pertamanya sebucin itukah dia hingga bisa jatuh Cinta pada aya dalam sekejab sebagai Cinta pandangan pertama..
abc itu sudah lumpuh masing-masing mereka menyerah melawan aya,, aya berdiri dan mereka semua terkapar penuh luka dan darah tapi tidak mati mereka hanya pingsan saja, aya mengusap darah yang mengalir dari hidung nafasnya sudah tak beraturan,, ia pun pergi kembali ke parkiran mobilnya jika ia lebih lama di situ bisa-bisa orang gila itu menghajar nya, makanan yang sudah terbungkus terlihat berantakan kemana-mana tidak mungkin bisa di berikan pada kakek dan nenek, ia pun harus membeli makanan baru yang layak di makan sebelum akhirnya ia sampai di rumah.
__ADS_1
bersambung...