
bbrrkk,, bbrkk,,
aya bangkit menunjang perut salah satu si oknum itu para yang lain ikut menyerang nya, pak polisi dan bodyguard tak dapat melakukan apapun selain menonton aksi aya, kedua pria penjahat menarik kedua tangan aya hingga aya tak bisa memukul..
"hhhaaakkk"
aya memutar tangan kedua pria itu sampai mereka merintih kesakitan lalu aya membenturkan dua kepala manusia itu,, usai menghajar mereka kini satu orang lagi melipat tangan aya kebelakang,, bbbhhkk,, aya memukul perut si penjahat menggunakan sikut lalu kakinya ia tunjang ke arah dedek kecil hingga pria itu tersungkur di lantai, tiga musuh sudah ia lumpuhkan masih banyak lagi yang ada dihadapannya..
"kau sok jago sekali ". ucap salah satu si oknum..
aya memasang kedua tangan ke hadapan wajah ingin menyerang lawan, lawannya itu memegang sebuah pisau lipat dan di serangnya aya nyaris tertikam di bagian dada aya. bbrrkk bbrkk,, pria itu ingin menyucuk aya,, aya pun tergeletak di atas meja pria itu berada di atasnya ingin menusuk dadanya menggunakan pisau itu aya terus melawan..
bbdduukk,,
aya menendang perut pria itu sampai terjatuh ke pojok tembok sangking kuatnya, aya berdiri ke atas meja yang sudah berseran oleh kertas-kertas dan buku, dua orang penjahat naik dan menyerang nya lagi dengan sigap aya menjatuhkan mereka, aya melompat kebawah dan melempari semua oknum itu menggunakan vas bunga dan beberapa benda berat lainnya ia lemparkan kepada penjahat itu..
prrang, pprang,,
aya menunduk di bawah meja melempari benda-benda yang ia dapat sambil melindungi bibi yang tak sadarkan diri,, dirinya semakin geram mengambil dua buah pistol yang ada di saku bodyguard,, ia berdiri mengarahkan pistol ke para oknum ,tapi oknum itu sama sekali tak takut dan semakin ingin melawannya,, ia menyandera satu oknum yang menjadi kapten kelompok itu..
"mundur atau aku tarik pelatuk ini " aya mengarahkan mulut pistol ke pinggir jidat si sanderanya, tangannya merangkul leher pria itu.
semua orang terlihat panik sang ketua itu menyuruh para anggotanya untuk mundur, sedikit lagi peluru itu akan menembus otaknya sang penjahat langsung berlarian keluar dari seluruh lantai dan ruangan, para polisi BOP dan bodyguard melihat aksi tersebut, mereka terlihat takjub menatap aya, ketua oknum itupun aya lepaskan..
aya berlari duduk memangku kepala si bibi dan membalut kepala itu dengan kemejanya,, para polisi dan bodyguard masih bengong menatap aya apa lagi melihat gadis itu buka baju hanya tinggal tengtop yang membentuk payudara nya membuat mereka terpesona..
__ADS_1
"bawa bibi ini ke rumah sakit " aya berteriak meminta bantuan kepada mereka,, dirinya sudah sangat panik,,.
"ayo bawa dia "
para polisi menggendong si bibi turun sebagian dari mereka masih terbengong menatap aya, aya berdiri membenarkan dirinya yang sudah acak-acakan, ia baru sadar semua orang menatap nya,,.
"kalian memang tidak berguna " celetuk aya.
ia melemparkan dua pistol kepada bodyguard itu lalu ia berjalan keluar ruangan ingin pulang,, para pria itu menatap nya dari belakang ...
"dia hebat sekali "
"iya benar"
mereka memuji aya walaupun gadis itu sudah tak ada lagi,, tak lama mark dan pak bram baru tiba di ruangan itu mereka ngos-ngosan mungkin kelelahan..
perkenalkan namanya adalah ayana ayunda usianya sekitar 26 tahun ia adalah mantan prajurit tni,, pada tahun 2018 awal ia di pecat dari kemiliteran di tuding telah membunuh seorang perwira tni,, ayah nya yang bernama mayor Hendrick Setiawan mohammad meninggal akibat di bunuh seorang pria yang sama sekali tak dikenal, pada tahun 2018 itu ayah aya dulunya seorang mayor jenderal awalnya ayahnya tengah mengawal seorang pria yang sangat penting bertemu dengan president afrika yang bernama CYRIL RAMAPHOSA
di daerah gurun sahara tepatnya di sahel zona perbatasan antara sahara ke Utara sering di sebut sudan ,,saat para orang penting dari afrika itu pergi tak tau masalahnya apa seorang pria yang di ketahui seorang petinggi dari Indonesia membunuh ayah aya dengan tembakan sebuah pistol, suara pelatuk itu sangat nyaring di kuping aya ia menyaksikan jelas ayahnya di tembak saat berdiri di tengah gurun,, "ayah". aya yang tengah berjaga di sekitar 80 meter dari ayah segera berlari berteriak mengejar ayahnya,, pria yang memakai jas telah menembak ayah tepat di kepala, tubuh ayah terkapar di atas pasir penuh darah, pria yang menembak ayah tertawa senang lalu pergi begitu saja aya memangku tubuh ayah di tangannya penuh darah, penjahat itu pergi berlalu begitu saja tak memperdulikan ayah dengan geram penuh sakit hati aya mengambil senjata api yang berjenis FN FAL lalu mengkokang pelatuk mengarah pria yang tak di kenalnya, ia berdiri berteriak memanggil pria itu " hey tuan.! begitu ia memanggilnya saat pria itu dan beberapa pengawal lainnya menoleh kebelakang "dduaar" aya menarik pelatuk itu dan sialnya peluru itu tidak mengenai pembunuh ayahnya malah peluru itu meleset menembak ke salah satu perwira yang mengawal,, perwira itu ikut tewas di tempat peluru nya mengenai mata sang perwira lalu aya di tahan oleh para tni lain dan pangkat nya di cabut saat itu juga,, ia menjadi buronan satu tahun lebih sampai tahun 2019 akhir ia lari ke kampung halamannya di flores, pada saat itu juga ibunya meninggal mengalami depresi berat selama satu bulan akibat mengetahui kematian sang ayah dan berakhir bunuh diri, ibunya melompat kedalam laut flores yang sedalam 5,1 meter selama dua hari ibunya tak bisa di temukan oleh tim basarnas dan pada ketiga harinya ibu di dapatkan dalam keadaan mayat yang sudah membusuk,, aya terkulai lemas menatap tubuh ibu yang sudah membusuk pada sepanjang dua tahun aya sangat menderita dan pada akhirnya ia pergi ke ibukota untuk tinggal bersama nenek kakek yang menetap di sebuah perkebunan yang ada di tepi ibukota,sampai saat ini. aya sudah bertekad tak akan pernah mau lagi masuk kedalam dunia perperangan ia datang ke ibukota dan mencari sang pembunuh ayahnya dan bermimpi akan menarik pelatuk itu sendiri ke kepala sang pembunuh,, lalu tertawa menyaksikan sang pembunuh mati di tangannya...
--
anita dan para pengawal berada di lobby anita merasa kawatir mendapatkan seluruh orang tengah terbaring di lantai para polisi juga,ada sambil menangani kasus , mark dan pak bram baru turun dari lantai atas.
"kalian tidak apa-apa.? anita melihat semua keadaan mereka..
__ADS_1
"kami tidak apa-apa.". ucap mereka bebarengan.
mark terlihat berdarah-darah dan pak prabowo baru turun ia berjalan ke aula tempat mereka berkumpul,, sebuah video call melalui layar lcd yang menyala menggantung di atas terdapat nama Bambang.
dalam percakapan.
"hay pak prabowo,, bagaimana anak buah ku hebatkan.? ucap Bambang dari video.
"haha, ternyata kau sangat licik ". jawab prabowo, semua orang juga ikut menyaksikan.
"itu hanya sekedar bermain,, lebih baik kau mundur saja dari pilpres "
belum sempat Bambang selesai berbicara prabowo mematikan video call itu, ia sangat jijik menatap si bedebah itu,.
"mereka adalah sekelompok intel ". ucap polisi, ia memegang sebuah kartu nama yang jatuh di lantai.
"sudah di duga" ucap anita.
black group sudah lama bekerja sama dengan para intel untuk melakukan aksi perang itu,, intel itu bukan sembarangan para bodyguard bop group saja bisa kalah. mereka pun menyalakan cctv melewati layar lcd itu tepat sekali video yang di putar itu tepat saat adegan pertempuran aya melawan semu orang itu.
"ayana ". bram terlihat kaget saat menyaksikan wajah aya di dalam video itu..
mereka cukup terpukau melihat aksi aya yang begitu lihai dalam bertarung,, satu wanita melawan puluhan intel menarik sekali.
"urus pemasang spanduk,, wanita itu melihat ku di kamar tadi" prabowo pergi begitu saja.
__ADS_1
beberapa orang terngeh mendengar ucapannya jika sudah begitu artinya mereka harus menangkap si pemasang spanduk itu kalau bisa di bunuh jika tidak nanti pemasang spanduk itu akan membocorkan perselingkuhannya, prabowo pergi keluar anita menatap punggung suaminya yang sudah melangkah jauh, anita sangat sakit hati sebenarnya melihat suaminya yang sangat tega mengkhianati nya jika bukan karena ambisi ingin menjadi ibu negara anita ingin sekali bercerai dari prabowo.. anita pun memerintahkan semua pasukan untuk menyelidiki pemasang spanduk itu..
bersambung...