
"Lumayan juga nih sekolah"komentar Quenna menatap sekeliling,lalu beralih menatap punggung Lela yang berada di depannya
Lalu mereka berhenti di ruangan yang bertulisan 'POBS',Quenna mengeyitkan dahinya heran bukankah seharusnya mereka ke ruangan kepala sekolah
Tok tok tok
Ceklek
"Ada keperluan apa?"tanya seorang gadis yang ber-tag,Arunna Sanjaya
"Saya mengantar murid baru" jawab Lela
Aruna menatap Quenna dengan pandangan sulit diartihkan,lalu dia pun memberi gesture agar Quenna masuk dan Lela menunggu di luar
Tuk Tuk
Seorang pria mendongakkan kepalanya saat merasakan ketukan di mejanya,dia menaikkan salah satu alisnya
"Siswi baru,anak beasiswa" pria itu menatap Quenna lalu mengibaskan tanggannya seakan mengusir Arunna
"Duduk" Quenna pun duduk dan kembali matanya jelatatan ke setiap sudut
"Tanda tanggan" Quenna pun membaca berkas yang ada di hadapan nya dan hal itu membuatnya menyeringai
'Sudah gue duga,ada yang gak beres di sekolah ini' batin Quenna,dia langsung menandatangani tanpa banyak tanya
"Hari senin lo mulai sekolah,seragam lo bakal di kasih nanti" mendengar ucap pria tersebut,Leon dia merasa janggal
"Lo gak nanya ukuran baju gue?"
"Setiap orang punya ukuran yang sama,kecuali lo mau mengecilkan baju atau membesarkannya.Dan tentu dengan bayaran tambahan" Quenna hanya mangut mangut kayak semut lalu memilih pergi
"Lo masih di sini?" tanya Quenna sekedar basa basi karna tentu dia tau alasan kenapa Lela masih ada di sini
"Aku bawa kamu ke asrama,aku juga udah izin gak masuk ke sekolah hari ini" Lalu mereka pun pergi menuju ke asrama
"Aku udah minta kamu satu asrama sama aku,nanti aku kasih kunci cadangannya"
"Oke" setibanya di asrama yang memiliki warna dinding dan keramik berwarna navy,mereka pun masuk dan menuju ke kamar Lela dan tepat mereka berhenti di ruangan ber-no urut 17
Ceklek
__ADS_1
Lela membuka pintunya setelah memutar kunci dan kembali menutup pintu tak lupa mengunci dari dalam
"Rapi juga kamar lo"puji Quenna
"Sekamar berdua ya?"
"Iya"
"Kok lo sendiri?"
"Tergantung mau dimana aja tinggalnya"
"Maksudnya?"
"Ya maksudnya kalau mau tidur sekamar sama seseorang tergantung dia mau tinggal sama siapa terus harus juga ada izin dari teman yang tinggal duluan"
"Oh gitu" Quenna hanya mengangguk nganggukan kepalannya
"Kamu gak bawa baju kamu?"
"Oh itu bakal di anter nanti sama supir" jawab Quenna seadanya
"Aahh nyamannya,gue tidur dulu ya"pamit Quenna pada Lela yang hanya diam mengamati
"Silahkan" dan tak lama terdengarlah dengkuran halus pertanda Quenna telah terlelap
Sedangkan Lela memilih belajar di kamar,agar tak ke tinggalan pelajaran.
"Hoaaam"Quenna merenggangkan badannya yang terasa kaku,ia pun melihat arjoli yang tak sempat di lepasnya
"Cukup lama gue tidur" gumang Quenna tak kala melihat arjolinya,pukul 12.05
Ceklek
"Kau sudah bangun?"
"Kau dari mana?" tanya Quenna mengacuhkna pertanyaan Lela,toh Lela sudah tau jawabannya
"Habis makan siang" Lela berjalan masuk dan menaruh nampan berisi makanan
"Ini makan siang kamu,karna kau masih tidur jadi ku pikir untuk membawa makan siang mu ke sini"
__ADS_1
"Thank's"
"You're welcome"
Quenna pun langsung memakan makanan yang di bawa Lela
"Oh ya baju kamu udah aku susun"
"Baju gue?"
"Iya,tadi ada yang nganterin katanya dari sopir kamu"
"Oh"
"Kamu anak orang kaya ya?"
"Kenapa?" tanya Quenna balik di sela sela makannya
"Gak papa,aneh doang kamu anak orang kaya kenapa gak jalur Gold aja"
"Jalur Gold?"
"Iya jalur Gold,jalur di mana anak anak orang kaya yang akan masuk ke Darah High School"
"Emangnya kenapa?Apa ada hal yang berbeda antara Beasiswa dan Gold?"
"Ya biar kasta kamu gak rendah"
"Kita kasta beasiswa kan?"
"Iya,satu di atas Gold"
"Hanya beda sedikit,bagi gue no problem"
"Kamu gak takut di bully?"
"Bullying?"
Quenna hanya melihat Lela menunduk dan tanggannya saling mencengkram satu sama lain
"Lo di bully?"tanya Quenna pelan dan hanya di angguki oleh Lela
__ADS_1
"Kenapa lo gak melawan"
"Karna kasta Beasiswa dan Rubish rendah di mata semua kasta lainnya" jawaban Lela membuat Quenna memandangnya rumit