Nyanyian Dalam Sekolah

Nyanyian Dalam Sekolah
Langkah Yang Diambil


__ADS_3

Asmosfer di ruangan POBS mendingin,bahkan beberapa anggota POBS diam menyaksikan kecekaman suasana


"Anda tidak bertanya pada saya dan langsung menghakimi saya" desis Quenna tidak terima,ayolah siapa yang menerima di salahkan sebelum menjelaskan


Bahkan saat kita sudah menjelaskan saja kita tentu masih tidak terima apalagi tidak mendengar penjelasan,bukan?


"K-kau be-berani membantah!" sentak Arunna ketakutan


'Kenapa auranya sangat mengerikan?'batin Arunna gelisah


"Kenapa gue gak berani?" tanya Quenna dingin


"Ada apa ini?" suara bass menengahi suasana mencengkam di antara Quenna dan Arunna


"Leon,dia melakukan pembullyan terhadap slah satu siswa kasta Gold" adu Arunna tergesa gesa agaknya takut di dahului Quenna


"Buktinya tangan Meyna yang mebiru karena ulah dia" lanjut Arunna menutup kesempatan Quenna membantah


Sedangkan respon Quenna?Dia hanya diam tak membalas maupun membela,toh dia tau semakin memberontak semak8n dia di tekan akan kasta rendahnya


"Karena lo anak baru,lo akan di bebaskan dari hukuman.Tapi lo harus minta maaf pada Meyna karena sudah membullya" putus Leon tegas


See,lihat!Dia bahkan tidak meminta Quenna membela diri dan langsung meng-klaim,tapi Quenna hanya diam tak membalas.Dia hanya membungkuk sedikit tubuhnya dan berlalu tanpa peduli caci maki Arunna


.


.


.

__ADS_1


Tap tap tap


Suara kaki Quenna tergema,dia berhenti sejenak dan melihat ke arah sekeliling lalu meraba sakunya,mengambil ponsel pintarnya lalu mengotak atiknya


'The game starts Arunna' batin Quenna menyeringgai sinis


Pak


"Kamu ngapain?" Quenna berdehem sejenak dan menyimpan ponselnya ke dalam saku


"Lo sendiri ngapain?" tanya balik Quenna


"Aku khawatir sama kamu,kamu kena masalah karena aku jadi aku mau nyamperin kamu eh aku liat kamu malah di sini" balas Lela cemas dan merasa bersalah


"Masalahnya udah kelar" ucap Quenna


Mereka jalan beriringan tanpa menyadari ada sosok seseorang yang tak jauh dari sana,dia memantau Quenna dan Lela dari jauh dan mengambil foto mereka diam diam lalu pergi tanpa tau Quenna melihat pergerakkannya


.


.


"Bagaimana?"


"Dia mendapat masalah di hari ke dua dia berada di sini tuan" jawab Leon kepada pria yang duduk di hadapannya,Leon tampak berlutut di hadapan Pria tersebut


"Aku tak peduli dengan masalah yang di hadapinya,yang ku inginkan buat dia tetap berada di sini dengan nyaman.Sampai dia pergi kau tanggung resikonya" perintah pria tersebut angkuh


"Baik tuan,saya pastikan dia akan nyaman berada di sana"

__ADS_1


"Kau boleh pergi" usir pria tersebut,Leon pergi dari hadapan pria tersebut


Tampak pria tersebut mengambil foto yang ada di meja dekat dia duduk,di rabanya foto tersebut dan tampak dia menyunging senyum sinis


"Saat kau sudah masuk ke dalam kandang ku jangan harap pergi" desis pria tersebut lalu terbahak bahak sendiri


"Kau di takdirkan untuk tatap berada dalam lingkaran kami,bahkan sekalipun kamu memberontak keras dan pergi lagi itu tak berguna" lanjut monolog pria tersebut tersenyum bahagia


Bahagia karena sebentar lagi orang yang selalu pergi dari lingkaran hidupnya dan saudaranya akan kembali ke pelukkan mereka


.


.


.


"Le,kalau kita mau masuk kasta Lad harus bertarung dengan 20 senio anggota Lad kan?Minimal kita harus bertahan selama 1 jam bukan?" tanya Quenna pada Lela saat berada di dalam kamar asrama mereka


"Iya,emang kamu mau ngapain nanya gitu?" ucap Lela menatap curiga Quenna


Walaupun dia baru mengenal Quenna,Lela merasa bahwa gadis bar bar di hadapannya ini begitu nekatan tanpa peduli resiko


"Gimana daftarinya?" tanya Quenna lagi mengacuhkan pertanyaan Lela


Lela hanya diam menatap penuh selidik ke arah Quenna,dari cara bicara Quenna Lela tau apa yang akan di lakukan gadis itu


"Le"


"Kamu mau naik ke kasta Lad" tanya Lela atau lebih tepatnya pernyataan,mendengarnya Quenna terdiam saat Lela mengetahui niatnya

__ADS_1


__ADS_2