
"Waa,ada temen lo cupu" spontan Quenna mengalihkan perhatiannya ke arah gadis yang memakai baju modis,Cicila
"Gue denger ada anak baru lo ya?" tanya Leni menatap Quenna dengan pongah
"Bukan urusan lo" balas Quenna tak kalah angkuh,perkataannya mengundang gelak tawa sekumpulan orang yang membully Lela di cafe lalu
"Quen" cicit Lela sambil menarik baju Quenna dengan pelan
"Karna lo anak baru gue maafin deh,tapi gue peringati jangan terlalu angkuh dan sombong di hadapan kami atau..."
"Atau apa?" tanya Quenna tetap angkuh bahkan kini tatapannya penuh cemohan,hal itu membuat mereka meradang
"Kau!"
"Bisa gak usah nunjuk" ucap Quenna dengan menepis jari Emi yang ada tepas di hidung mancungnya
"Aaarrgh" erang Meyna saat tanggannya yang hendak menampar Quenna malah di pelitir dengan kuat
"Lepas sialan!" Leni langsung menghempaskan tanggan Quenna yang memelintir tanggan Meyna hingga meninggalkan jejak kebiruan
"Berani beraninya lo nentang kami" desis Cicila geram,rasanya ingin sekali dia mencakar wajah yang sekarang hanya ber-ekspresi datar tanpa meninggalkan tatapan cemohan
"Lo harus tau kami dari kasta Gold!" gertak Cicila,hal itu membuat Quenna mengangkat alisnya dan tersenyum sinis
__ADS_1
"Lo pada gak lebih dari seorang pengecut yang berlindung dari harta orang tua kalian" cibir Quenna dengan memandang mereka dari atas hingga bawah seakan akan membuat penilaian
"DIAM!!"
Quenna menangkap tanggan Emi yang ingin menampar dirinya,lalu menghempasnya kasar sehingga membuat Emi kehilangan keseimbangannya
Quenna hanya mendengus malas ke arah Emi yang menatapnya nyalang,apa gadis itu tidak belajar dari pengalaman Meyna di depan matanya sendiri.Coba saja wajah cantiknya tersentuh tanggan penuh dosa mereka,bisa bisa wajahnya infeksi
Ah dia lupa tanggannya sudah ternodai,ingatkan Quenna untuk melakukan ritual pembersian noda di tanggannya agar kembali suci
"Ada apa ini?" pertanyaan dengan suara cempreng yang tidak ada bagus bagusnya memutuskan kontak mata penuh permusuhan antara Quenna and the geng
"Kak Aru Quenna membully Meyna dan Emi" adu Cicila membalikkan fakta
"Ikut saya ke ruang POBS" mendengar perintah Arunna,wakil dari ketua POBS alis Leon membuat Cicila cs senang bukan main karna berhasil menbuat masalah untuk Quenna
Berbeda dengan Lela yang cemas bukan main,dia ingin membela tapi apa lah daya kasta Neady alias anak beasiswa akan kalah telak dengan kasta di atasnya sekali pun mereka benar
Sedangkan Quenna hanya diam dan pergi mengikuti Arunna,dia memberi isyarat pada Lela untuk jangan ikut mereka saat melihat Lela yang mengikutinya
"Tapi--"
"Gue bisa atasi" potong Quenna sambil memamerkan senyum terbaiknya,akhirnya Lela menuruti perintah Quenna
__ADS_1
Dengan tenang Quenna kembali mengikuti Arunna dan masuk ke ruang POBS yang tidak terlalu banyak orang
'Mungkin karna hari libur' pikir Quenna
"Jelaskan" perintah Arunna sehabis menghempaskan bokongnya ke kursi sedangkan Quenna dan Cicila and the geng duduk di hadapannya
Cicila pun menjelaskan perkaranya yang tertunya hoax alias palsu,tapi sayangnya Cicila mendapat dukungan dari teman se-gengnya dan bukti Quenna membully Meyna dan Emi
Quenna mengupat dalam hati,dia tentu kesal di fitnah tapi dia tetap berusaha tenang dan bersikap acuh
Sehabis Cicila menceritakan kejadian hoax Arunna langsung berdiri lalu
Plak
Arunna menampar Quenna dengan keras hingga meninggalkan jejak tanggannya di wajah putih Quenna.
Kesal?Tentu,bahkan rasanya dia ingin menghabisi Arunna sekarang
"Apa hak dan alasan anda menampar saya?" tanya Quenna pelan tapi penuh penekanan,astmofer ruangan langsung menyuram
Bahkan tanpa sadar Arunna berkeringat dingin,kenapa gadia ini memiliki aura menyeramkan?sepertinya itulah yang ada di benak Arunna
Sedangkan Cicila dan teman temannya langsung gemetaran,mereka tak menyangka Quenna tampak menyeramkan saat marah besar
__ADS_1
"JAWAB BICTH"