
"Dua minggu nanti acara kompetisi di mulai,jam 08.30 pagi datang ke gedung Lad"
Quenna membaca pesan Sato,ketua Lad.Dia membaringkan tubuhnya,pagi ini dia ingin malas malasan.Sedangkan Lela entah kemana katanya sih ada urusan penting Quenna mah bodo amat toh dia bukan emak emak rempong yang suka ngurusi sesuatu yang gak berkaitan dengannya
Kecuali masalah Darah High School,ini mah harus banget dia ikut campur
Drrt Drtt
Dengan malas Quenna mengangkat telpon tanpa melihat si penelpon
"Halo"hening tak ada jawaban
"Siapa sih iseng banget" gerutu Quenna lalu melihat nomor asing yang tertera
Spontan Quenna bangun dari duduknya saat melihat sebuah nomor yang saat ini masih terhubung,dia hapal betul siapa yang saat ini menelponnya
Tut tut
Quenna tetap termangu menatap layar ponselnya yang saat ini sudah menunjukkan sebuah pesan singkat
"Permainan tak seru tanpa api"
Pesan itu,Quenna tentu mengerti artinya.Tiba tiba bulu kuduk Quenna berdiri
"Sial dia sudah tau" lirih Quenna kesal
Dia tak menyangka pergerakkannya sudah di ketahui ini membuatnya ke sulitan di masa mendatang mungkin juga akan jadi bomerang untuknya.
'Gue harus siapin rencana baru' batin Quenna
Kalau tidak bisa rencana A masih ada rencana B kalau tidak bisa masih ada C.Jangan anggap Quenna remeh dia memiliki rencana cadangan A sampai Z,dari yang minus sampe yang plus.Hebat kan?
.
__ADS_1
.
.
"Bagaimana?" tanya seorang pria sambil mengoyangkan wine dalam gelasnya pelan
"Dia akan mengikuti kompetisi tuan" jawab seorang pemuda yang sedang menekukkan satu kakinya
Sudah di tebak bukan siapa lagi kalau bukan Leon ketua POBS,dia menundukkan kepalanya tak berani mengangkat kepalanya walau cuman sedetik
"Lalu?"
"Sepertinya ada yang sudah melakukan peegerakkan tuan" jawab Leon lagi
"Siapa?"
"02-01"
Tentu saja dia kesal,kelakuan 02-01 sangatlah gegabah.Bisa bisa dia akan waspada,padahal sangat mudah menyerang dia saat lengah.Bukan tampa alasan menunggu dia lenggah,karena orang yang di targetnya bagai rubah,sangat licik
"Perlu saya peringatkan tuan?" tanya Leon hati hati
"Tidak perlu biar bocah itu merasakan akibatnya sendiri saat dia mulai melakukan aksi pengeluaran ekornya" ucap pria itu yang memakai berbagai macam kata rumit
Leon hanya mengangguk,sudah dari lama dia mengikuti tuannya tentu dia mengerti.Leon memilih undur diri dan kembali melaksa kan tugasnya sebagai ketua POBS yang hanya kedok untuknya melakukan aksi
"Aku tak sabar melihat permainan mu sayang" monolog pria itu lalu tertawa ringgan.
.
.
.
__ADS_1
"Quenna,aku bawa oleh oleh nih" ucap Lela saat memasukki kamar asrama,dia melihat Quenna yang melamun sambil menatap ponselnya
"Quen" panggil Lela lagi
Dan berhasil Quenna kembali sadar,dia melihat Lela membawa kresek lalu menyimpan ponselnya
"Apaan tuh?" tanya Quenna mencoba mengalihkan suasana hatinya yang memburuk
"Lihat aja"
Lela langsung menunjukkan berbagai macam makanan ringgan dari roti,keripik,biskuit dan banyak lagi.Melihatnya membuat Quenna garuk garuk kepala,dia merasa Lela seperti akan membangun toko dengan banyaknya makanannya yang di belinya
"Banyak banget" komentar Quenna
"Aku gak tau kamu suka apa jadi aku beli banyak,mumpung di traktir cousin aku" ucap Lela terkikik sendiri,dia ingat bagaimana espresi sepupunya yang terkejud melihat belanjaannya persis Quenna
"Cousin?"tanya Quenna
"Iya,dia dari pihak ibu aku abis dari keluar negeri dianya" jelas Lela
"Oh"
"Ayo di coba hasil pemerasan aku"
Quenna yang mendengarnya terkekeh,dia pun mencomot satu biskuit rasa coklat sambil melihat pembayaran belaja yang lupa di buang Lela
Quenna mengambilnya saat Lela pergi ke kamar mandi lalu membacanya
'Bakery Blue' batin Quenna
Lalu Quenna membuangnya dan melanjutkan acara makannya dengan berbagai kemungkinan
Bagaimana mungkin Lela bisa berbelanja banyak di sana padahal di sana hanya di masukki orang tertentu?
__ADS_1