
.
.
.
.
Grimis yang awalnya hanya setetes air kecil menjadi hujan yang lebat, yang membasahi kota-kota di sekitar jakarta dan juga gadis kecil yang kedinginan di halte itu.
"Khis khis ayah zeon takut" gadis kecil itu menangis memanggil ayahnya yang entah di mana
"Bunda khis, maafin zeon gak nurut sama bunda khis", lanjut gadis itu dengan lirih.
Gadis itu mulai pucat, seluruh badannya mulai bergetar hebat. Nafasnya juga mulai memburu.
"Bhunda zeon sayang kalian akhh..."
Dan itu adalah perkataan terakhir gadis itu sebelum tubuh dinginnya menyentuh trotoar yang ada di sana.
Air yang awalnya bewarna bening dan tidak berbau sekarang sudah bercampur dengan darah yang anyir.
Sosok di belakang gadis itu tersenyum jahat lalu tertawa dengan tak berdosa nya.
"hahaha akhirnya akhirnya lo mati zeon gak ada yang bisa rebut kebahagian ku, kamu hanya \*\*\*\*\*\*"
Ucap orang itu sambil menekan pisau yang menancap di punggung zeon agar semakin dalam.
Setelah melakukan itu, sesosok yang membunuh zeon mengambil pisau yang ada di punggung zeon dengan cepat. Lalu membuang pisau itu secara sembarangan agar orang tidak menemukan barang bukti tersebut.
...\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*...
Keesokan harinya ada kabar bahwa seorang gadis di halte jalan pinang terbunuh dengan pisau di punggungnya. Kabar itu sudah terdengar di telinga keluarga besar 'ZEON'
Disisi lain dan di dimensi lain terdapat seorang gadis yang sedang sekarat di bawah pohon dengan darah bercucuran dari mulut dan hidungnya, kesadaran gadis itu mulai menghilang sebelum seorang pria menggendongnya entah kemana.
...\#\#\#\#\#\#\#\#\#\#\#\#\#\#\#\#\#...
__ADS_1
Hari berganti hari minggu berganti minggu. sudah minggu ke-10 gadis itu belum sadar, pria yang membawa gadis itu masih senangtiasa menunggu gadis itu untuk membuka matanya.
"Eris, jaga dia dan jangan biarkan siapapun masuk selain aku dan kamu", perintah pria itu kepada anak buahnya.
Eris yang di perintah oleh tuanya mengangguk "baik tuan levi, saya akan menjaga nona muda. apa anda ingin pergi ke istana?"
"Benar aku ingin pergi ke istana",jawab datar Levi
Beberapa saat setelah kepergian pria yang di ketahui bernama levi. gadis yang di panggil nona muda itu mulai membuka mata sedikit demi sedikit
Huffff~
Terdengar tarikan nafas yang begitu gusar "dunia apa ini?, kenapa tempat ini kuno sekali, seolah olah aku pergi ke masa lalu"
Gadis itu mengalihkan pandangan nya pada objek di samping tepat tidurnya, "ehh, perasaan aku tak memelihara kucing lalu kucing siapa ini"
Saat asyik-asyiknya gadis itu bermain dengan kuncing yang berada di samping tempat tidurnya. Tidak di sangka pintu di buka dari luar
"Selamat siang nona muda" sapanya dengan sopan
"Ahh~ iya selamat siang juga" jawab kikuk gadis itu
"Apakah perut anda sudah membaik", tanya pria itu sambil mendekat ke arah sang nona
"Perut?" Beo gadis itu
"Apakah anda lupa?, aiss~ saya harusnya tidak memberi tahu kepada anda"
Nada bicara gadis itu tiba-tiba meninggi, "Beritahu saja apa yang terjadi ke pada ku"
"Maaf saya tidak memiliki wewenang di sini pantasnya tuan yang memberitahu nona muda"
"Kalo begitu saya permisi" pamit laki-laki bersurai merah itu dengan sopan
__ADS_1
...°°°°°°°°°°°°°°°°°...
Disisi lain di istana, terdapat dua insan yang sedang berbicara
"Ahh~ kau datang rupanya mari duduk di sini" tunjuk gadis itu di kursi didekatnya
"Salam ratu Historia" levi sedikit membukukan badanya
"Tak usah sungkan begitu kapten levi" jawab historia
"Kenapa memanggil ku ke sini" jawab ketus levi
"Hahaha, jangan ketus-ketus begitu aku hanya ingin menanyakan kabar lady Leozoray"
"Benar kata Historia, levi.kami hanya ingin menanyakan tentang kondisi lady Leozoray"
Ucap seorang gadis dengan Surai bewarna hitam dengan potongan laki-laki yang sedang menaruh cangkir tehnya.
"Zora baik-baik saja kalian tak usah hawatir" levi masih saja ketus ke pada kedua wanita di hadapanya
"Hisss~ mikasa kau harus beruntung tidak jadi menikah dengan laki-laki ketus ini" cemoh historia
"Hahaha~ aku hanya mencintai suamiku historia, sebelum kami menikah pu aku sudah cinta padanya", terang wanita dengan Surai hitam itu.
"Aku juga beruntung tidak jadi menikah dengan perempuan siluman laki-laki" ejek levi kepada mikasa
"Sudah jangan bertengkar lagi, aku mengundang kalian ke sini untuk membahas racangan kita".
Ucap historia dengan cepat agar mereka tidak memotong ucapannya karena adu mulut antara Levi dan Mikasa.
""""""""""""""""""""""""""""""""""
Hallo ini adalah novel pertama yang aku publish, kata-katanya sudah saya revisi jadi kalian yang membaca akan enjoyment😃
__ADS_1
oiya saya ganti sampulnya karena lebih enak di pandang untuk saat ini. kemungkinan sampulnya akan kembali seperti semula menyesuaikan alur yang akan datang.