Nyonya AK

Nyonya AK
0.4


__ADS_3

Di dalam kamar gelap gulita terdapat seorang gadis yang sedang meringkuk seperti orang ketakutan.


Flashback on


Kereta kuda berlambang dua sayap dengan warna berbeda itu mulai berhenti di depan istana. yang memimpin negri ini, turunlah dua orang yang di ketahui laki-laki dan perempuan itu.


Laki-laki tersebut menggandeng tangan sang perempuan agar ia tak gugup.


"kenapa di sini rama sekali" tanya perempuan itu


Laki-laki itu hanya bisa tersenyum lalu mengelus rambut sang perempuan dengan sayang.


"karna kita akan merayakan hari pernikahan ratu dan pangeran" jawab laki-laki tersebut sambilĀ  memasuki aula pesta yang ada di sana.


Sebelum pintu aula di buka,salah satu prajurit mengumumkan kedatangan mereka " Duke ackerman dan Nyonya Ackerman memasuki aula"


Masuklah orang yang di sebut tadi yang membuat aula pesta hening sesaat, bisik-bisik mulai terdengar dari para bangsawan di sana


"Bukan kah itu anak dari Marquez zovick"


"Benar, yang ku dengar Marquez zovick menikah kan anaknya karena kepentingan politik "


"Hahaha..keluarga Marquez memang begitu, mereka tidak akan menganggap anak dari selir"


"Wow, apakah lady Leozoray anak dari selir??. Yang ku tahu dia hanya anak yang di rawat oleh mendiang istri Marques, yaitu ibu deoz Victoria"


Zora alias zeon yang mendengar itu, merasa pusing. yang membuat ia kehilangan keseimbangan nya. Untung saja ada Levi yang memegang tubuh zeon dengan sigap.


"Jangan dengar kan ucapan mereka Zora, mari kita pergi menuju meja para bangsawan tinggi", ucap Levi berusaha menenangkan Zora alias zeon yang sedikit pucat.


Zeon yang mendengar itu hanya pasrah karena ia merasa sangat lemas sekali.


Matanya tidak berhenti melihat-lihat dekorasi yang ia lewati bersama Levi untuk menuju podium. ia akui pesta ini sangat mewah lebih mewah dari pesta di dunia nyata.


"Memangnya ini bukan dunia nyata", Ucap zeon di dalam hatinya.


&&&&&&&


Di atas podium sudah ada beberapa petinggi istana yang saling menyapa satu sama lain.


Aku memandang semua bangsawan yang ada di sana. Tapi ada satu orang yang mampu membuatku tidak bisa mengalihkan pandangan kepadanya.


Entahlah, aku merasa ada tarikan energi dari dalam tubuh orang itu.

__ADS_1


Orang yang sendari tadi ku pandang juga ikut memandang ku kembali, ia tersenyum lalu bola matanya tiba-tiba berubah warna.


Aku yang melihat itu langsung mengucek mata ku, lalu melihatnya kembali. Dan anehnya orang itu tiba-tiba menghilang tanpa sebab.


Semua lamunan ku terbuyar kan kala aku mendengar suara seorang pria yang menghampiri kami berdua.


"Hohoho, kamu baru datang Levi. kamu terlambat 20menit dari ku" ucap salah seorang bangsawan ke arah levi.


"Terserah kamu saja Paul, apa ratu dan pangeran belum datang?", Tanya Levi pasalnya aula ini sudah penuh dengan tamu tapi keberadaan historia dan suaminya tidak ada sama sekali


Wajah Paul mulai mengerut lalu berucap dengan ketus, "apakah pantas jika seorang Duke yang berpangkat kepala kesatria membuat ratu menunggu?"


Sebelum levi membalas ucapan Paul, mereka semua di hentikan dengan ketukan tongkat panjang yang terbuat dari emas murni itu.


Pintu aula kembali di buka, lagu mulai di putar mengiringi langkah sang ratu dan pangeran. Bunga-bunga juga di tabur kan di atas karpet merah.


Semua pasang mata dengan lekat memandan sang ratu pemimpin negara ini bersama sang suami.


Kecantikan sang ratu tiada tandingannya, rambut pirangnya dan bola mata bewarna biru cerah membuat ia sangat tegas dan cantik secara bersamaan.


Jangan lupa, postur tubuh yang munggil mampu membuat semua orang terpanah dengan sang ratu.


"Selamat malam para bangsawan yang tehormat, saya ratu Historia Tita Ouf Paradis mengadakan pesta ulang tahun perayaan pernikahan saya dengan suami saya yaitu pangeran dari luar pulau paradis"


Saat historia melihat Levi, ia mengode dengan kedipan mata.


"Sayang kenapa matamu itu?, Apa ada debu di matamu?", Tanya pangeran karena melihat sikap aneh historia.


Flash back off


Zeon masih memikirkan perkataan para bangsawan tadi, dia tidak tau siapa identitan leozoray yang sebenarnya, dan jangan lupakan fakta bahwa dirinyalah yang membuat jiwa leozoray keluar dari tubuhnya.


Tiba-tiba zeon di serang oleh rasa sakit di kepalanya, dia mulai kehilangan kesadaran miliknya.


Di alam bawah sadar zeon, dia sekarang sedang berdiri di hamparan bukit hijau dengan pohon-pohon yang ada di sana.


Tiba-tiba muncul sesosok wanita dengan cahaya yang menyelimuti semua tubuhnya, awalnya zeon pikir itu malaikat yang ingin mencabut nyawanya.


Saat benar-benar sampai di hadapan zeon, dapat di lihat cahaya bersinar itu mulai redup dan menampakan wajah seorang gadis cantik. Saking cantiknya wajah gadis itu mampu membuat ia sampai seperti tidak nyata.


Latar yang awalnya bukit dengan pohon, dengan hitungan detik mereka berdua berpindah tempat ke hutan bambu dengan air mancur api dan es.


"Silakan duduk" suara lembut bak alunan musik milik gadis yang memiliki sedikit cahaya di tubuhnya.

__ADS_1


Zeon yang di perintahkan duduk mau tak mau menurutinya, "iya"


Gadis di hadapan zeon tersenyum manis yang mampu membuat hati zeon menghangat secara tiba-tiba.


"Perkenalkan aku Refeta ijeykal, atau lebih di kenal fefe"


Dapat di lihat raut wajah bingung zeon, siapa lagi orang ini. Ini bukanlah wajah Zora yang asli. Apakah orang ini ada hubungan dengannya.


Orang yang ada di hadapan zeon itu tertawa, "hahahaha, zeon.. apa kamu ingin tau siapa yang kamu temui kemarin?"


Zeon hanya mengguk sebagai jawaban karena ia masih belum bisa mencerna situasi saat ini.


"Yang kamu temui kemarin adalah anak ku... Leozoray victoriana, apa dia berbuat jahat kepadamu zeon?


"Dia tidak berbuat jahat kepada Ku, apa memang benar jika jiwaku yang merebut raga Zora?"


Sebelum wanita itu menjawab pertanyaan yang di lontar kan zeon, tiba-tiba muncul cahaya putih yang menyilaukan yang ada di hadapan mereka berdua.


Dari balik cahaya yang muncul itu terdengar suara teriakan, "Benar! Benar kamu yang merebut jiwaku... Dasar ******!"


Wanita yang mendengar itu melotot ke arah gadis yang muncul dari balik cahaya tersebut.


"Zoraa! Jaga ucapan mu itu, ibu tidak pernah mengajarimu berbicara dengan kasar"


Gadis yang di panggil Zora itu memanyunkan bibirnya, "ibu tidak pernah mengajariku tentang tata Krama.. hanya bibi yang merawat ku penuh kasih sayang dari kecil"


Terdengar tarikan nafas yang begitu dalam dari refeta, "ibu kan meninggal saat melahirkan mu, bagaimana ibu bisa mengajari mu tentang semua hal Zora..."


Zeon yang sudah muak mendengar berdebatan antara ibu dan anak itu tiba-tiba mengebrak meja yang ada di hadapan nya.


Brak....


Mereka berdua yang masih berdebat satu sama lain tiba-tiba langsung dia karena mendapat pelototan dari zeon.


"Apa sudah selesai?"


"Kenapa kalian memanggilku kesini?", Lanjut zeon dengan dingin.


"Zora bicara sekarang...", Ucap refeta memerintah sang anak agar bicara


Zora asli yang di perintah ibunya berbicara dengan sedikit lantang, "Aku ingin kamu menjaga Levi untuk ku saat ini, jangan terlena dengan orang terdekat ku... Dan jangan coba-coba untuk jatuh cinta dengannya, dia hanya milik ku seorang..!"


"Walaupun kami hanya menikah kontrak karena politik, aku tau Levi sangat sayang kepadaku.. dia menganggap ku sebagai mataharinya dan juga sebaliknya. Tapi aku malah bersikap menjadi orang yang jahat di hidupnya", lanjut zeon dengan sedih

__ADS_1


__ADS_2