
Suasana di kediaman Ackerman yang ada di barat sangat lah sepi. Hanya air laut yang menemani sunyinya malam hari ini. Tidak ada satupun bintang yang menghiasi langit yang gelap, hanya sinar rembulan yang begitu cantik yang menemani gelapĀ dengan suara ombak sebagai alunan musiknya.
Tak berselang lama, seorang pria dengan lambang kesatria Ackerman terburu-buru masuk ke dalam masion.
Ia berjalan dengan sangat cepat, sampai membuat rekan yang ia lewati memandangnya dengan tatapan aneh.
"Dukeee! Saya membawa laporan...." Teriak kesatria itu dengan lantang.
Levi yang merasa namanya di panggil dari lantai bawah oleh anak buahnya, terpaksa turun dari ruang kerjanya.
Sebelum Levi benar-benar sampai di ujung lantai, kesatria itu kembali lagi berbicara dengan lantang.
"Tuan eris... tuan eris Duke! ia tertangkap oleh pasukan musuh"
Levi yang mendengar itu langsung melebar kan matanya selebar lebarnya, ia sudah memperingati eris agar hati-hati, tapi apa sekarang? Ia tidak mendengar kan ucapannya itu.
"Siapkan pasukan. kita semua akan berperang!!" Teriak Levi mengintruksi seluruh anak buahnya.
Mereka dengan cekatan menyiapkan kebutuhan perang, ada yang mengambil tameng, pedang, panah, tongkat sihir, obat-obatan, dan pistol untuk sniper
Tanpa mereka semua sadari, terdapat kereta Kuda yang berhenti di depan halaman masion Ackerman.
Kereta kuda itu berlambang kan mawar merah yang di ikat dengan duri-duri tajam yang berwana hitam.
Dari dalam kereta kuda itu, turunlah seorang pria dengan topeng di wajahnya. Yang membuat ia semakin misterius.
Tok...tok...tok..
Pria itu mengetok pintuk masion utama Ackerman, tapi tidak ada balasan dari dalam masion.
Brak....
__ADS_1
Pria itu mendobrak pintu utama kediaman Ackerman, kesabaran pria itu setipis tisu yang di bagi 6 dan terkena tumpahan air.
"Tidak usah menyerang, kami akan menyerah tapi..." Pria dengan topeng di wajahnya berbicara dengan lantang dan tegas.
"Kalian akan menyerahkan Puteri duyung ini untuk kami", senyum devil di wajah laki-laki itu muncul
Levi yang mendengar keributan langsung ke luar dari ruang kerjanya setelah memperintah anak buahnya tadi.
"Ada apa ini?, Persiapkan semua kita akan berperang!"
"Haii Duke Livai Ackerman?, Apa kabar?" Sapa pria itu kepada Levi.
"Teur Ijeykail?, Apa yang kau perbuat di sini?" Jawab Levi dengan nada yang tidak bersahabat
"Emm.... aku hanya ingin kau menyerahkan Puteri duyung ini untuku, apa kau mau?" Teur berbicara dengan santai kepada Levi.
"Maksudmu?, Ras putri duyung sudah punah dari 4abad lalu" Levi mengerutkan dahinya.
"Emm, pengawal keluarkan barang istimewa dari kereta"
Teur membuka kai yang menyelimuti peti tersebut.
Saat kain di sibak terdapat seorang laki-laki yang memiliki ekor seperti ikan. Warna ekornya sangat cantik dengan warna unggu yang membuat ia seperti tak nyata.
"Eris?" Levi membelalakkan matanyanya.
"Ya, dia adalah Pangeran Alasla Off Vebraz. Keturunan ke-998 dari salah satu Titan"
"Jadi apa maumu teur?" Levi langsung masuk ke inti kenapa teur datang kemari.
"Kau sangat peka sekali Levi tidak seperti Kaka mu, hahahah", tawa teur dengan kencang.
__ADS_1
"Cepat jawab, aku sangat sibuk" jawab datar Livai memandang wajah teur.
"Aku ingin kau menyerah kan Alasla itu"
Tiba tiba Levi berteriak "TAK BISA!"
"Baik-baik jika kau tak bisa menyerahkan Alasla itu. maka kau harus menyetujui perjanjian yang aku ajukan"
"Baik" jawab Levi penuh keyakinan
"Pertama, kau akan menyerah kan sebagian wilayah mu, kedua kau tak boleh menjabat menjadi emperos, dan terakhir kau harus menikahi seorang rakyat jelata?"
Sebelum Levi menjawab Eris terlebih dahulu menyela, "tak bisa kapten. Kau harus menjadi emperos karena itu keinginan mendiang Ducess" teriak Eris dari dalam akuarium.
Levi menghela nafas lama, "Baiklah aku setuju teur, kau akan aku beri 1/5 bagian wilayah barat ini, kau tenang saja wilayah ini mulai sekarang milik mu"
Teur menyerahkan sepucuk surat yang berisi persyaratan itu, lalu Levi menanda tangani surat itu.
Teur yang melihat itu tersenyum sangat manis, "senang berbisnis dengan mu Duke, kalau begitu saya akan pergi.. oiya kau harus menikah dengan seorang gadis dengan rambut biru tua keunguan dengan bola mata biru tua, dia ada di perbatasan negara olimpus "
Sebelum Benar-benar pergi teur menyerahkan sepucuk foto yang di dalamnya terdapat ciri-ciri wanita yang di katakan teur barusan.
Setelah kepergian teur Levi berjalan ke peti yang berisi Eris di dalamnya. Levi dengan mudahnya mengangkat tubuh Eris yang separuh telah berubah menjadi ekor
"Kapten.." ucap Eris dengan suara kecil karena ia sedang menahan malu di hadapan anak buah Levi, karena posisinya sedang di gendong dengan ala putri kerajaan
Pelaku yang membuat Eris malu hanya tersenyum, "diam lah Eris, kau harus menjelaskan kepadaku terlebih dahulu"
Levi berjalan ke arah salah satu ruangan yang ada di sana bersama Eris di atasnya, ia meninggalkan anak buahnya sendirian di bawah untuk membereskan semua yang di perbuat oleh teur.
Ya, jika kalian bertanya siapa teur itu, maka jawabannya dia adalah keponakan dari istri ayah levi. Jadi teur masih memiliki hubungan kerabat dengan dirinya.
__ADS_1
kerabat.... Hmmmm...
Teur juga menikahi kakaknya, yaitu lia.. anak kesayangan sang Baginda kaisar zovlib...