
Hari ini zeon menghabiskan waktunya dengan levi, awalnya zeon menolak ajakan levi tapi karna zeon terus di paksa akhirnya ia menyetujuinya.
"Huffff"
sudah sekian kalinya zora alias zeon menghembuskan nafas kasar, karna pria di hadapannya tidak memulai pembicaraan sendari tadi.
Apakah zeon harus memulai pembicaraan terlebih dahulu? Sudah cukup! Zeon tidak ingin di posisi ini.
"Kenapa kau diam saja?, cepat mulai bicara",ucap zeon dengan nada tinggi.
"Apakah kau begitu ingin berbicara denganku" jawab datar Levi memandang manik mata Zora yang bewarna merah itu.
Sudah, zeon sudah muak dengan laki-laki di hadapanya ini.
"kenapa kau begitu menyebalkan" teriak zeon di depan Levi.
Tangan panjang nan berurat itu mengelus-elus kepala zeon "apa kau baru sadar bahwa aku ini menyebalkan"
Senyum sinis muncul di wajah datar Levi yang sialnya membuat ia seperti seorang bad boy.
Zeon yang melihat senyum sinis yang ada di hadapannya hanya bisa menelan semua umpatannya di dalam hati untuk pria itu.
Levi yang melihat Zora yang masih asyik-asyiknya sedang bergulat dengan pikirannya memulai pembicaraan terlebih dahulu agar tidak canggung.
"Apa kau kehilangan ingatan zora"
"I-yaa aku kehilangan ingatan ku, a-paa kau ingin menceritakan semua yang ku alami"
"Sepertinya belum saat nya, kalo begitu kau istirahat aku ingin berburu sebentar"
sebelum levi meninggalkan zeon sendirian, ia terlebih dahulu meng*ecup bibir pink zeon.
Cup....
Zora alias zeon yang di perlaku kan seperti itu oleh Levi berteriak dengan keras.
"Apa yang kau lakukan laki-laki mesum!"
Teriak zeon tak habis pikir kenapa laki-laki tersebut bisa dekat dengan tubuh yang ia tepati karna menurutnya laki-laki mesum itu sangat sangat harus di jauhi
...''''''''...
Matahari yang memancarkan sinarnya mulai meredup di sore hari di gantikan bulan dan bintang-bintang yang menghiasi langit. Yang mampu membuat langgit gelap menjadi
bercahaya kembali.
__ADS_1
Sinar bulan sedikit masuk ke dalam kamar gadis cantik bak dewi yang memberi kesan bahwa gadis itu seperti tak nyata.
"Okey?, Inget-inget kejadian itu, akh... Kenapa ingatan ku ga ada sama sekali, apa gara-gara kelamaan di sini, ingatan milik ku hilang?" Zeon menjambak rambutnya sampai ada beberapa yang rontok.
Ingatan yang ia coba ingat adalah, ingatan yang di mana ia masih ada di dalam tubuh aslinya. Tanpa sadar darah dari hidung zeon mulai berceceran.
Yang membuat seprei kasur itu yang awalnya bewarna putih menjadi merah karena terkena tetesan darah dari hidung zeon.
...$$$$$$$$$$...
Keesok harinya.
Matahari sudah berada tepat di atas kepala. itu menandakan waktu sudah tengah hari, cuaca hari ini sangat panas sekali tidak seperti biasanya.
"Hufff linda bawakan aku minuman dingin, cuaca hari ini sangat panas" ucap zeon sambil mengipasi wajahnya dengan kipas.
"Baik nona, saya akan mengambilkan minuman yang nona ingin kan" linda pergi dari sana menuju dapur utama untuk mengambilkan minuman untuk Zora.
"Apa yang kau lakukan di sini, Zora?"
suara itu?, Ya. suara itu adalah suara yang aku sangat kenali.
"Levi" batin zeon
"Aku hanya ingin bersantai, lalu kau?" Tanya balik zeon
"Aku hanya sekedar lewat", ucap datar Levi.
"Apa kau menyukai mahkota bunga buatan ku?" Zeon memulai topik dengan nada santai.
"Aku sedikit menyukainya, tapi bunga itu sedikit tidak cocok untuk ku", elak Levi.
"Kata kan lah jika kau tidak suka, lalu apa kau jadi pergi ke hutan?"
"Jadi, aku membawakan anak rusa yang masih hidup, apa kau ingin merawatnya?" Tawar levi pasalnya zora yang asli sangat menyukai binatang.
"Apaa! Kenapa kau membawa anak rusa bagaimana jika induk nya mencari nya?", Ucap kaget zeon.
"Bukankah kau suka anak hewan zora?" Pertanyaan dari levi ini seperti menyelidiki ke pada zeon.
zeon menjelaskan dengan cepat ke pada levi agar tidak ada salah paham antara mereka berdua,
"Ak-kuu kehilangan ingatan. Jadi jangan sama kan aku dengan zora yang kau ingat, disini hanya ada zora yang baru"
Levi memincingkan matanya. "Benarkah?"
__ADS_1
"Sudah!, kau ini menyebalkan" zora melangkah kan kakinya ke kamarnya yang tak jauh dari tempat itu. Meninggal kan Levi sendirian.
Levi tiba-tiba tertawa dengan pelan melihat raut wajah Zora yang kesal. Tidak biasanya Zora akan bersikap baik kepadanya.
Biasanya dia akan berbicara dengan ketus dan tidak ingin terbuka dengannya.
Dan sekarang? Zora yang baru saja bangun dari koma seperti orang yang sangat berbeda 180°. Tapi Levi tidak mengambil pusing dengan perubahan sifat Zora.
Menurutnya Zora yang sekarang lebih baik dan bagus daripada Zora yang dulu
...++++++++++...
Setelah kejadian tadi sore, Eris tangan kanan Levi tiba-tiba datang ke kamar Zora.
Ia memberi tau Zora agar bersiap-siap karena mereka akan pergi ke suatu tempat.
Zora yang ingin bertanya lebih jauh ke Eris, sudah mendapat pelototan dari sang empun. Karena Zora banyak bertanya.
Hal itu membuat Zora alias zeon seketika diam, sampai pada saat Levi mengajaknya untuk pergi ke ruangannya.
Ternyata di dalam ruangan milik Levi, terdapat seorang madam yang menjual gaun.
Madam itu yang melihat diriku langsung saja menggeret tangan ku untuk berganti gaun.
Dengan terpaksa aku mengganti gaun yang aku pakai, setelah gaun yang ada di tubuhku terpakai. Aku keluar dari ruangan itu untuk menemui Levi.
"Kenapa aku harus memakai gaun yang begitu mencolok sekali, kita ingin ke mana sih?" Ucap sebal zeon.
"Kita akan ke istana" jawab datar levi
"Memangnya kenapa kita harus ke istana?apa ada acara, dan apa peran mu di istana levi?", Tanya zeon secara bertubi-tubi.
"Kenapa setelah bangun dari koma kau banyak bicara, tidak seperti biasanya" levi memincingkan mata nya ke arah zora alias zeon
Zeon yang di tatap seperti itu mulai gelagapan "anu bukan kah kita akan pergi ke istana? maka cepat ayo kita pergi"
"Jangan mengalihkan pembicaraan zora!", Nada bicara Levi sedikit berintonasi.
"Siapa yang mengalihkan pembicaraa" zeon memancungkan bibirnya seperti anak kecil
"Jangan memanyungkan bibirmu", ucap Levi sambil memandang datar wajah Zora.
"Memangnya kenapa?", Jawab bingung zeon
"Aku tak ingin lepas kendali" Levi sedikit menjauh dari zora agar ia tak lepas kendali seperti waktu itu.
__ADS_1