Ozzy, Sang Jendral 423

Ozzy, Sang Jendral 423
bab 21


__ADS_3

Dante marah bukan main saat mendapatkan pejolakan dari Star namun saat itu Dante membiarkan Star pergi dengan kepercayaan diri yang melindunginya.


Namun begiyu Dante tetap tak ingin dikalahkan oleh Ozzy dan berusaha untuk mencari cara lain agar dia bisa menaklukan jendral perang sekoalh 423 itu.


“Jadi apa yang bakal kita lakuin sekarang Dante?“ tanya salah satu anggota pasukannya yang sejak tadi duduk menunggu keputusan Dante.


“Entahlah, masih gue pikirin,” jawab Dante.


“Kenapa lo lepasin si Star jadi sih Dante?“ tanya yangblain merasa kesal.


“Apa maksud lo gue harus melukai perempuan? Lo gila!“ bentak Dante.


“Bilang aja lo ngga tega karena si Star itu cantik, iya khan?!“


Dante tak menjawab pertanyaan itu dan justru tenggelam dalam lamunannya sendiri, entah memikirkan cara mengalahkan Ozzy atau memikirkan gadis sekolah menengah pertama yang berwajah manis yang baru saja keluar dari base camp miliknya dengan rasa percaya diri yang teramat.


Dante menggelengkan kepalanya kencang, berusaha mengeluarkan Star dari dalam pikirannya yang membuat konsentrasinya terhadap Ozzy tercemar.


“Gimana, lo udah dapet caranya Dante?“


Dante menyalahkan sebatang rokok dan kembali duduk di kursi singgasananya dan memberikan sebuah perintah.


“Kirim satu orang ke Ozzy dan kabarin dia kalau Ozzy ngga boleh banyak betgerak. Kalau dia masih berusaha mengalahkan gue dalam perang nanti, dia bakal kehilangan Star.“


“Bukannya tadi lo bilang kalau ngga akan nyakitin anak gadis, apalagi si Star?“ tanyabsalah satu anggota pasukan sekolah 46 di bawah pimpinan Dante yang merasa kebingungan dengan pola pikir Dante.


“Gue ngga mau menyakiti Star tapi kalau memang mendesak apa noleh buat. Lagi pula gue cuma berniat mengertak Ozzy bukan benar-benar nyakiyin Star,” balas Dante serelah menghembuskan asap dari hidungnya.


Beberapa anggota pasukan sekolah 46 yang berada di bawah pimpinan Dante pun tersenyum senang karena mengerti apa maksud dari Dante itu.


Sesuai dengan perintah yang diberikan oleh Dante, salah satu anggota pasukan yang berada di bawah pimpinannya pergi menuju rumah Ozzy karena mereka mengetahui bahwa Ozzy dan beberapa temannya masih berada di rumah Andri walau pun jasad Andri telah dikebumikan.


Ozzy dan beberapa temannya bergantian meramaikan rumah Andri sampai beberapa minggu ke depan karena tak ingin ibu Andri merasa kesepian.


“Ngapain lo ke sini?“ teriak Dewa saat melihat seseorang yang dia kenal bersekolah di sekolah 46 yang berdiri di halaman rumah Andri.


“Gue mau nyampein kabar dari Dante buat Ozzy,” ujarnya tanpa rasa takut.

__ADS_1


“Kita di sini lagi berduka, datang lagi aja nanti,” balas Dewa memasang badan.


“Bukannya kemarin Ozzyyang nantang Dante?!“ ujarnya.


“Suruh pimpinan lo buat bersabar sedikit, Ozzy lagi berduka karena kehilangan teman yang paling dia sayangin gara-gara pimpinan lo itu, si Dante.“


“Berapa laa Dante harus nunggu?“


“Gue bakal ngirim salah satu anggka gue ke sana saat Ozzy udah siap,” balas Dewa.


“Ngga bisa!“ balas anggota pasukan Dante.


“Harus bisa!“ teriak Dewa.


“Paling ngga gue harus nyampein ke Ozzy apa yang diamanati Dante ke gue,” balas anghota pasukan Dante itu memaksa.


Mendengar keributan di depan rumah, Ozzy yang sedang membaca surah yassin demi mengirimi untuk Andri sekaligus meramaikan rumah Andri agar ibu Andri tak merasa sepi akhirnya mengakhiri bacaannya dan bangkit dati duduknya.


“Ada apa ini?!“ teriak Ozzy yang kini berdiri di ambang pintu rumah Andri sambil mengenakan sarung dan baju koko yang sama-sama bernuansa biru.


“Ini zy, ada anak buah Dante,” bisik Dewa.


“Gue mau nyampein sesuatu dari Dante,” jawabnya.


“Gue masih berduka, belum bisa meninggalkan tempat ini buat beberapa hari ke depan,” jawab Ozzy.


“Bakal gue sampein ucapan lo ini ke Dante tanpa gue kurangi atau tambakan sedikit pun.“


“Bagus. Kalau gitu pergi deh, gue dan keluarga Andri butuh ketenangan,” perintah Ozzy.


“Tapi sebelum itu, gue perku menyampaikan sesuatu.“


“Kayaknya lo sangat bersikeras ya!? Apa yang akan lo sampaikan?“ tanya Ozzy.


“Tadi Dante habis ketemu Star.“


Kalimat yang disebutkan oleh pengirim kabar dari Dante itu membuat Ozzy membulatkan kedua matanya.

__ADS_1


“Apa yang Dante lakukan ke Star?“ tanya Ozzy sambil meninggikan suaranya.


“Tenang aja, Dante belum melakukan apapun pada gadis manis itu.“


“Belum??? Apa yang Dante rencanakan?“ tanya Ozzy berusaha menahan ledakan emosinya.


“Ngga salah kalau lo dijadikan jendral di sekolah 423, selain berani dan hebat berkelahi ternyata lo memang pinta.“


“Gue ngga perduli, apakah yang lo kayakan tadi adalah sebuah pujian atau celaan. Yang gue perlu tahu apa yang Dante rencanakan terhadap Star.“


“Dante mau lo mengalah dalam pertarungan yang nantinya akan kalian lakukan karena Dante tak ingin di akhir jabatannya sebagai jendral perang sekolah 46 akan kalah dari lo,” jawab laki-laki itu.


“Hah? Dia malah menjadikan pertarungan besok sebagai ajang pencitraan diri, padahal gue menantangnya untuk membalaskan dendam terjadap kematian Andri,” ujar Ozzy sambil menaikkan salah satu sudut bibirya.


“Dante juga tak perduli tentang apapun yang ada di dalam pikiran lo zy.“


“Bagaimana kalau gue ngga mau menuruti keinginan bodohnya itu?“ tanya Ozzy.


“Jangan! Lebih baik lo menuruti keinginan Dante atau lo akan menyesal.“


“Ngga ada yang gue sesali asal gue bisa menuntaskan dendam gue terhadap kematian Andri,” jawab Ozzy.


“Ozzy, andai lo ngga ngalah sama Dante, dia menjamin bahwa akan ada hal buruk yang akan terjadi pada gadis manis idaman lo yang bernama Star,” ancam laki-laki itu.


Ozzy mengepalkan kedua telapak tangannya, menyalurkan semua rasa marahnya ke dalam kepalan tangannya itu.


“Dante bahkan mengagumi kecantikan Star, gue khawatir Dante anak menikmati gak buruk yanga akan terjadi pada Star,” ujar laki-laki itu sambil tersenyum jahat.


“Kurang ajar!“ teriak Dewa dan berusaha melayangkan sebuah tinju ke jawah si penyampai kabar dari Dante itu namu Ozzy berteriak menahan laju langkah Dewa.


“Stop!! Biar aja dia pergi.“


“Jadi apa yang harus gue sampaikan ke Dante selain kabaf bahwa lo butuh waktu?“


“Gue ngga punya hal apapun yang perlu lo sampaikan ke Dante selain hal itu,” jawab Ozzy.


“Jadi lo akan menagalah, zy?“

__ADS_1


Ozzy membalikkab tubuhnya membelakangi si pengirim kabar, menoleh sebentar lalu melangkah masuk ke dalam rumah Andri, kembali duduk dan membuka surah Yassin yang sudah dia selesaikan tadi dan memulai membacanya lagi untuk ke sebelas kalinya hari ini.


“Pergi deh, jangan sampe kesabaran gue habis!“ hardik Dewa.


__ADS_2