
Siang itu, hari yang selama ini ditunggu oleh Ozzy dn Dante akhirnya tiba juga setelah seminggu lalu Ozzy mengirim salah satu temannya untuk mengirimi kabar bahwa kini Ozzy telah siap untuk berhadapan dengan Dante.
Di pagi hari Ozzy masih menyempatkan diri untuk masuk sekolah, sementara Dante memilih bolos sekolah untuk merayakan hari dimana dia akan mengalahkan Ozzy dan mengukuhkan dirinya sebagai Jendral terbaik sepanjang masa diakhir masa jabatannya.
Pagi tadi pun Ozzy masih menyempatkan waktu untuk mengantarkan Star menuju sekolah.
“Ozzy hari ini kamu harus keluarkan semua kemampuan kamu. Balaskan dendam kematian kak Andri,” uajr Star.
“Tenang Star. Selama ini aku udah latihan setiap pulang sekolah,” jawab Ozzy.
“Tapi aku ngga mau kamu terluka,” ujar Star dengan nada lirih.
Ozzy menarik lembut tangan Star, berusaha menghentikan langkah Star dan berkata, “Bolehkah aku meminta doa dari kamu supaya kali ini menang?“
“Ozzy… “
“Sekarang kamu adalah pusat kekuatan aku. Jika mau mendoakan aku semua pasti berjalan lancar dan aku akan memenangkan pertarungan kali ini,” ujar Ozzy sambil tersenyum manis.
“Ozzy, aku merestui perjungan kamu kali ini dan menangkanlah demi aku,” balas Star juga dengan sebuah senyum di wajahnya yang cantik.
Senyuman manis dan restu dari Star bagai amunisi yang membuat semangat Ozzy meledak.
Maka dengan restu itu siang ini setelah pulang sekolah, dengan langkah mantap dan pasti Ozzy menuju tempat yang telah dia dan Dante sepataki sebagai tempat untuk menyelesaikan urusan mereka berdua.
Sebuah tanah lapang diantara rimbunnya pohon adalah tempat yang Dante dan Ozzy sepakati kini telah di penuhi oleh para siswa dari sekolh 423 dan lawannya, sekolah 46.
Begitu Ozzy sampai di sana bersama Dewa yang berjalan di sampingnya, semua siswa dari sekolah 423 langsung mundur dan berdiri di sisi lapangan itu.
Dante yang sedang duduk di salah satu akar pohon menyadari kehadiran Ozzy berdiri dan memerintahkan anak buahnya untuk bubar dan berdiri di pinggir arena tempur itu.
“Kalian ngga lihat kalau Ozzy udah sampai? Dia udah siap jadi pecundang hari ini,” ujar Dante dengan penuh percaya diri.
“Pecundang? Ngga ada pecundang yang berani datang ke arena pertempuran dengan tangan kosong,” balas Ozzy tak kalah percaya diri.
Dante tertawa dan berjalan masuk ke dalam arena yang telah kosong lalu memberi isyarat Ozzy untuk juga masuk ke dalam arena.
Ozzy menyerahkan tasnya kepada Dewa lalu melangkah masuk ke dalam arena itu dan brhadapan langsung ddengan Dante.
“Ini pertarungan gue dan Dante, tidak satu pun dari kalian dipersilahkan untuk pertarung. Hari ini kalian hanya penonton,” ujar Ozzy membesarkan volume suaranya.
Gemuruh langsung terdengar di sekeliling arena seolah mereka semua merasa kecewa dengan apa yang baru mereka dengar dari Ozzy.
Ozzy menaikkan tangannya sambil terkepal sebagai isyarat agar semua orang tenang.
__ADS_1
“Jika kalian tetap bertarung maka kalian tidak meghargai kami,” kini Dante yang bersuara.
“Jika salah satu dari kami kalah maka kalian harus menerima dengan baik,” ujar Ozzy.
Gemuruh yang sempat hilang sejenak kini kembali terdengar di sekeliling arena.
“Ini ngga seru Dante!“ teriak salah satu anggota Dante.
“Diam! Ini urusan gue sama Ozzy, jangan ikut campur,” teriak Dante.
Ternyata kuasa Dante terhadap anak buahnya ternyata memang nyata adanya, hanya dengan sekali teriakan semua orang terdiam.
Kesunyian langsung menyelimuti arena pertarungan dan ketegangan pun langsung menyergap semua orang termasuk juga Ozzy dan Dante.
Dante langsung melayangkan kepalan tangan kanannya ke arah wajah Ozzy namun Ozzy bisa mengelak hingga tinju itu justru mengenai pundaknya dengan keras hingga membuat Ozzy mundur beberapa langkah.
Dante yang merasa telah melukai Ozzy memasang senyuman merendahkan.
Ozzy pun memijit ringan pundaknya yang terkena pukulan dari dante lalu membetulkan posisi berdirinya.
Ozzy kembali melagkah mendekat ke arah Dante dan berusaha melayangkan tinju ke arah Dante namun ternyata Dante bisa menangkisnya dan justru membalas dengan memukul wajah Ozzy dengn tepat dan kembali Ozzy tersungkur.
Ozzy merasa rasa sakit yang luar biasa di bagian kepalanya bahkan penglihatannya hampir kabur.
Ozzy tak mejawab pertanyaan itu karena dia masih bersusah payah untuk mengembalikan fokus penglihatannya itu.
“Bagaimana kalau perempuan itu menjadi hadiah dari pertarungn kita kali ini,” ujar Dante.
Ozzy bangkit dan langsung meninju wajah dante yang masih berjongkok dan karena itu Dante tak mampu mengelak dan membuatnya langsung tersungkur.
“Jaga mulut lo. Star adalah milik gue dan ngga akan pernah gue jadikan dia sebagai taruhan,” ujar Ozzy.
Dante menyeka darah dipinggir bibirnya dan tersenyum mendengar apa yang dikatakan Ozzy.
“Semakin berharga buat lo, semakin menyenangkan untuk gue miliki,” ujar Dante.
Ozzy kembali marah dan berusaha memukul Dante lagi namun kali ini pukulan Ozzy kembali meleset dan mereka pun saling serang dengan tangan kosong.
keduanya telah sama-sama babak belur namun sama-sama masih berusaha bertahan demi harga diri dan balas dendam.
Dari keduanya, Ozzylah yang paling parah keadaannya namun tentu saja Ozzy tetap bertahan demi janjinya kepada bi sarah dan Star untuk bisa memenangkan pertarungan kali ini.
Namun begitu pu Dante masih terus saja menghujani Dante dengan serangan dan pukulan ke arah Ozzy yang sering kali tersungkur.
__ADS_1
“Bangun Ozzy!“ teriak Dante
Ozzy susah payah bangkit namun tak ingin meyerah pula seolah kehabisan kekuatan juga.
“BANGUN OZZY!!“ sebuah suara berteriak memerintahkan Ozzy, sebuah suara yang membuat Ozzy tiba-tiba memiliki kekuatan baru.
“Kamu harus menang demi aku, demi Andri!“
Ozzy menoleh ke arah asal suara dan mendapati Star tengah berdiri di sebelah Dewa.
Ozzy pun bangkit dan kembali menyerang Dante yang sedang tersenyum jahat ke arah Star dan kali ini sekali lagi tinju Ozzy tepat mengenai sasaran.
Namun kali ini bukan hanya satu pukulan yang Ozzy layangkan ke arah Dante. Ozzy beberapakali meninju Dante dan tak ada satu pun bisa Dante tangkis hingga membuatnya tersungkur.
Kali ini Ozzy tak ingin kehilangan kesempatan, dia langsung meninju Dante berkali-kali hingga darah segar mengucur dari wajah Dante dan terlihat Dante sudah tak sadarkan diri.
Semua orang yang menonton pun kaget dengan apa yang mereka lihat.
“Ozzy cukuuupp!“ teriak Star yang takut Ozzy akan mengambil nyawa Dante.
Mendengar suara Star membuat Ozzy tersadar dari jiwanya yang tenggelam dalam dendam membara lalu kemudian menghentikan pukulannya.
Ozzy bangkit dari atas tubuh Dante dan berjalan ke arah Star dengan sebuah senyum kemenangan, begitu pula dengan Star yang melihat akhirnya Ozzy memenangkan pertarungan kali ini.
Namun senyum Star tib-tiba berubah dengan wajah cemas sambil teriak, “Ozzy awaaasss…”
Ozzy membalik tubuhnya dan pada saat itu sebuah benda tajam kecil masuk ke dalam perut Ozzy dan Dante tersenyum seram.
Namun dengan cepat Ozzy memukul wajah Dante dan menendang tubuh Dante yang kemudian tak bergerak lagi.
Ozzy pun jatuh tersungkur sambil memegangi perutnya dan Star langsung berlari ke arah Ozzy.
Air mata Star sudah membanjiri wajahnya, melihat oarang yang sukainya kini tergeletak dan darah mulai keluar dari sela-sela tangan yang memegangi perutnya.
“Ozzy….“
Ozzy tersenyum ke arah Star dan berkata, “Aku menang Star. Aku menang demi kamu.“
“Ozzy…”
Dewa dan beberapa orang dari sekolah 423 langsung menghampiri Ozzy.
“Kita mau anter Ozzy ke rumah sakit Star,” ujar Dewa.
__ADS_1