Ozzy, Sang Jendral 423

Ozzy, Sang Jendral 423
Bab 22


__ADS_3

Setelah beberapa hari Ozzy tak terlihat di sekitar Star hari ini akhirnya Ozzy menampakkan dirinya di hadapan Star yang terpaku memandang laki-laki pujaan hatinya berdiri mematung di depan gerbang sekolahnya.


Star berjalan berlahan mendekati Ozzy yang tak mengalihkan pandangannya sekali pun dari Star.


ketika jarak diantara mereka hanya tinggal beberapa langkah, Star menghentikan langkahnya dan ikut terdiam mematung di hadapan Ozzy.


“Kamu kemana aja?'' tanya Star memulai.


“Maaf Star, beberapa hari ini aku ngg bisa nemuin kamu,” jawab Ozzy.


“Kenapa?“


“Aku… aku ngga kamu kenapa-kenapa gara-gara aku,” jawab Ozzy lagi.


“Kenapa?“ Star mengejukan pertanyaan yang sama.


“Kalau aku menemui kamu, kamu bisa dalam bahaya. Selama ini aku harus menghindari kamu dan beberapa anak sekolah 46 untuk melindungi kamu, agar mereka ngga menyakiti kamu,” Ozzy memberi alasannya selama ini menghilang dari pandangan Star.


“Aku juga minta Dewa buat ngga jemput Lisa buat beberapa hari agar Lisa juga aman. Karena walau gue yang diincar oleh anak-anak sekolah 46 tapi gue ngga yakin kalau Lisa dan kamu aman,” lanjut Ozzy.


“Kenapa? Kenapa kamu malah ninggalin aku? Bukannya seharusnya kamu selalu ada di samping aku buat ngelindungin aku?“ tanya Star sambil menahan emosinya.


“Kalau aku ada di dekat kamu maka akan mudah bagi menyerang aku dan nyakitin kamu. Aku ngga mau itu terjadi Star, aku ngga mau kamu terluka,” nada bicara Ozzy bergetar saat mengatakan hal itu.


“Tapi kamu ngga tahu zy, kamu ngga tahu kalau selama ini aku ketakutan setiap hari. Beberapa hari lalu seseorang bernama Dante memerintahkan anak buahnya buat bawa aku ke bse camp mereka waktu aku pulang sekolah.“


“Jadi bener Dante sandera kamu?“ tanya Ozzy merasa khawatir dan Star hanya menjawab dengan anggukan kepala.


“Apa yang Dante lakukan ke kamu?“ lanjut Ozzy


“Syukurnya dia ngga melakukan apapun sama aku. Dia cuma minta aku buat bilang ke kamu buat nyerah. Setelah aku pikir-pikir mungkin lebih baik kamu meletakan aja jabatan kamu sebagai jenral perang sekolah 423,” Star memberi saran sebagai orang yang mencintai Ozzy.


Star tentu juga khawatir jika terjadi sesuatu pada laki-laki yang dia sukai itu. Karena selama ini setiap kali Star mendengar ada tawuran antar sekolah, dia selalu diselimuti rasa khawatir dengan Ozzy.

__ADS_1


Bagi Star perasaan khawatirnya selama ini bagai rasa sakit yang belum dia temukan obatnya, mungkin dengan menyerahnya Ozzy dan meletakan jabatannya sebagai jendral perang sekolah 432 akan membuat Ozzy berhenti dari urusan tawuran.


“Aku… aku akan mundur dari jawaban ini tapi paling ngga aku harus menyelesaikan satu pertempuran ini. Sebuah pertemuran satu lawan satu dengan Dante.“


Ozzy tahu bahwa jawabannya ini bukanlah jawaban yang di harapkan oleh Star kali ini, namun bagi Ozzy balas dendam atas kematian Andri adalah sebuah keharsan sebagai bentuk pembelaannya terhadap Andri dan sebagai pemenuhan janji pada bi Sarah.


“Sebesar itukah rasa cinta kamu terhadap jabatan kamu ini zy?' tanya Star.


Ozzy terdiam menundukan kepalanya belum bisa memberikan jawaban atas petanyaan Star.


“Kalau aku memberi kamu pilihan antara aku atau jabatan kamu itu, apa yang akan kamu pilih?“ Star kembali mengajukan pertnyaan pada Ozzy.


Mendengar pertanyaan itu Ozzy spontan mengangkat kepalanya, melepar pandangan sendu ke arah Star.


“Star, tahukah kamu bahwa aku belum pernah jatuh hati pada seseorang?! Kamulah yang membuat aku lemah beberapa hari ini bahkan menunda rencana balas dendam aku demi kamu. Bahkan jika aku diminta buat meletakan jabatan jendral perang sekolah 423 demi kamu, pasti akan aku lalukan,” ujar Ozzy dengan mata berkaca-kaca.


“Lalu kenapa kamu masih mau berhubungan dengan dunia tawuran, apa karena kamu ngga bisa milih aku?“ tanya Star merasa masih belum menemukan jawaban dari pertanyaannya.


Star masih terdiam masih menunggu lanjutan jawaban dari Ozzy.


“Aku diminta oleh seorang ibu janda di belakang rumahku buat melindungi anak laki-laki satu-satunya selama berada di sekolah 423 karena sebenarnya anaknya bukan anak nakal. Aku menyanggupinya namun beberapa hari lalu dia kehilangan nyawa di tangan Dante.“


“Apa? ada teman kamu yang meninggal?“ tanya Star kaget.


“Dia bukan hanya teman tapi bahkan keluargaku sudah mengangapnya saudara,” jawab Ozzy.


“Beberapa hari lalu aku juga kehilangan kakak kelas yang baik banget,” nada suara Star berubah sedih.


“Sepertinya kita sama-sama lagi sedih ya Star.“ ujar Ozzy.


Star mengangguk pelan dan menudukan kepalanya, membiarkan air matanya tumpah tana terlihat oleh Ozzy.


“Maka dari itu, biarkan aku buat menyelesaikan satu hal ini dulu, setelah itu jika kamu ingin dari mundur dari jabatan keebanggan aku selama ini, aku akan memenuhi keinginan kamu Star.“

__ADS_1


“Siapa? siapa nama teman kamu yang meninggal itu?“ tanya Star tanpa mengangkat kepalanya.


“Andri. Nama laki-laki baik itu Andri,” jawab Ozzy.


Mendengar nama yang disebutkan oleh Ozzy itu dengan cepat Star mengangkat kepalanya. Wajanya yang dibasahi air mata dan matanya yang memerah membuat Ozzy khawatir.


“Kamu kenapa?“


Star langsung menarik tangan Ozzy dan membawa Ozzy melewati gerbang sekolahnya dan masuk ke lobbi sekolah yang salah satu sudutnya dipenuhi oleh rangkaian bunga.


Star membawa Ozzy ke sudut itu dan menunjuk ke sebuah foto yang terpajang di tempat itu.


“Apakah teman kamu yang bernama Andri adalah Andri yang itu?“ tanya Star.


Kedua mata Ozzt terbelalak saking kagetnya melihat ada foto Andri di sana. Dikelilingi bunga-bunga indah berwarna-warni.


“Kenapa foto Andri ada di sini?“tanya Ozzy.


“Karena kak Andri adalah alumnus sekolah ini. Dia salah satu kakak kelas terbaik yang pernah aku miliki,” jawab Star keembali mengalikan air mata ke pipinya.


“Andri pernah sekolah di sini?“ Ozzy masih tidak percaya.


“Kamu ngga tahu?“


“Ngga.“


“Ozzy… Jika kamu berencana membalas dendam untuk kematian kak Andri maka lakukanlah. Lanjutkan rencana kamu itu dan aku akan mendukung kamu seribu persen,” ujar Star sambil memandangi foto Andri.


Ozzy menoleh ke arah Star dan berkata, “Star, kamu yakin?“


“Beberapa hari lalu saat aku denger kalau kak Andri meninggal karena dibunuh aku marah tapi aku juga sadar ngga bisa berbuat apa-apa. Aku ingin membalas perbuatan mereka tapi aku ngga punya kekuatan. Maka dari itu, aku rasa melalui kamu aku bisa membalaskan dendamku atas kematian kak Andri,” ujar Star kali ini dengan wajah penuh amarah.


Star dan Ozzy bediri di ruangan itu mematung, memandang ke arah yang sama. Mereka memandang foto Andri yang sedang tersenyum

__ADS_1


__ADS_2