
laki laki itu membiar kan tubuh nya di terpa oleh angin malam, yang cukup dingin
dia buka buku merah yang ia bawa , di bagian halaman depan tertera nama lengkap sang pemilik buku ' Keyla Ami Zahrana '
" nama yang bagus " guman laki laki itu
dia buka per lembar dari buku itu dan dia baca rentetan tulisan di dalam nya
di situ tertulis keluh kesah dari sang pemilik laki laki itu membaca nya dengan seksama , setiap kata indah yang memiliki makna yang dalam
keluh dari seorang gadis , yang berusaha sebaik mungkin , kisah yang rumit namun nyata
laki laki itu membaca nya dengan seksama , hingga ke halaman terakhir, banyak hal yang dia dapat dia ambil dari membaca buku yang ia pegang
sebuah kehidupan yang penuh dengan kebohongan , topeng topeng ke bohongan yang di sembunyi kan oleh banyak orang, hati nya menangis menahan rasa sakit yang begitu dalam , namun...... bibir nya tetap tersenyum, agar semua orang ada di sekitar nya tetap tersenyum seperti diri nya, di saat dia bersedih sebisa mungkin dia membuat orang lain bahagia
do'a selalu ia panjat kan meminta petunjuk , karena dia yakin hidup itu sebenar nya mudah tidak serumit di pikiran nya, hidup hanya memiliki satu tujuan, yaitu mencari ridho Allah SWT, dia selalu yakin sebuah ujian hidup yang Allah beri kan kepada nya pasti dia mampu menghadapi nya, karena Allah sudah bersaksi dalam kitab suci Al Qur'an
'Allah tidak membebani seseorang melain kan
sesuai dengan kesanggupan nya . dia mendapat ( pahala) dari (kebajikan) yang di kerja kan nya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan ) yang di perbuat nya. mereka berdoa " Ya tuhan kami, jangan lah engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melaku kan kesalahan. Ya Tuhan kami, jangan lah engkau Bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. ya tuhan kami, jangan lah engkau pikul kan kepada kami
apa yang tidak sanggup kami memikul nya
maaf kan kami , ampunilah kami, dan Rahmati kami. engkau pelindung kami maka tolonglah kami menghadapi orang orang kafir"( Q.S. Al Baqarah : 286)
setelah selesai membaca dia pun bergegas kembali ke dalam kamar nya karena sebentar lagi waktu nya para ustadz berkeliling mengecek setiap kamar
dia buka pintu kamar nya perlahan agar teman teman nya tidak terbangun , dan dia tutup kembali pintu itu di saat dia sudah berhasil masuk ke dalam kamar nya dia menatap teman sekamar nya yang sudah pulas tertidur
__ADS_1
dia berjalan menuju ke almari nya dia taruh buku merah itu bersama setumpuk buku yang lain , dia berjalan lagi ke kasur nya dia duduk di atas nya , membenahi semua , dan terlelap dalam mimpi indah nya
jam menunjuk kan pukul 3, semua santri sudah berada di dalam masjid pesantren untuk melakukan salat tahajud yang memang rutin di lakukan di pondok Pesantren, setelah melaksana kan salat tahajjud semua santri menghafal kan Al Qur'an memang waktu pagi adalah waktu yang paling cocok untuk menghafal , karena masih pikiran masih segar , badan pun juag masih segar
semua orang memegang kitab suci Al-Qur'an, , hafidz dan Hafidzah berkumpul menjadi satu kelompok, tidak banyak yang sudah menjadi hafidz Hafidzah , maka dari itu di kumpul kan menjadi satu kelompok untuk melaku kan muroja'ah ,semua sudah berkumpul di kelompok nya masing masing termasuk para hafidz
untuk santri putri ada di bagian sebelah kanan menjadi satu shaf sedangkan santri putra ada di sebelah kiri juga menjadi satu shaf, di bagian tengah ada kyai Haji Ahmad Saifuddin Azwar sebagai guru nya
Dimas dan Ami duduk nya saling berhadapan , biasa nya Dimas tidak terlalu masalah dengan itu, karena Dimas selalu setia menunduk untuk menjaga pandangan seperti santri yang lain,
namun kali ini dia seperti kurang tenang , dia menjadi tidak fokus, saat murajaah ke kyai Haji Ahmad Saifuddin Azwar pun sempat berhenti sebentar karena terasa begitu gugup
kyai Haji Ahmad Saifuddin Azwar yang mengetahui perubahan sikap dari slah satu santri nya , mengamati Dimas yang terlihat salah rikah di depan Ami, namun Ami masih tetap menunduk dengan tenang
kyai Haji Ahmad Saifuddin Azwar tersenyum tipis dia tahu ada apa yang terjadi dengan salah satu santri nya
jam menunjuk kan pukul 04.50 ,semua santri menuju ke tempat wudhu, mereka mengambil air wudhu yang terasa dingin nan segar , yang sebelum nya merasa mengantuk, semua santri pun merasa tidak mengantuk kembali, saat mengusap wajah mereka
setelah melaku kan wudhu Dimas pun berjalan menuju ke dalam masjid, saat dia akan masuk ke dalam masjid,
" Dimas" panggil seorang pria ,
Dimas menatap kanan dan kiri, hingga dia mendapat kan sosok yang dia hormati yaitu kyai Haji Ahmad Saifuddin Azwar
kyai Haji Ahmad Saifuddin Azwar yang sadar keberadaan nya sudah di ketahui oleh Dimas berjalan menuju ke tempat Dimas
" assalamualaikum warahmatullahi wabarokaatuh" salam kyai Haji Ahmad Saifuddin Azwar
" wa'alaikumussalam warohmatullahi wabarakatuh kyai" jawab Dimas seraya mencium punggung tangan kyai nya,
__ADS_1
" Dimas saya mau nanti pagi saat jam sarapan kamu ke rumah saya" ucap kyai
" iya kyai" jawab Dimas
" yasudah mari kita masuk, menunggu santri yang masih wudhu di dalam saja, sambil bersalawat" ucap kyai
"baik kyai"
kyai Haji Ahmad Saifuddin Azwar pun masuk ke dalam masjid terlebih dahulu dan di susul Dimas di belakang nya
____
pagi yang sungguh indah ,para santri berkalung lalang di pesantren
saat ini adalah jam piket pagi bagi seluruh santri banyak santri yang membawa sapu, dan alat kebersihan lain nya
begitu juga dengan Dimas yang sedang menyapu halaman pesantren yang di bantu dengan 5 santri lain nya salah satu nya adalah Diko teman seangkatan nya Dimas
Diko mengamati tingkah Dimas yang berubah, terlihat cukup gelisah dan kurang fokus, padahal Dimas adalah orang yang selalu fokus mengerja kan apa pun termasuk menyapu
" kamu nggak enak badan dim?" tanya Diko
" nggak dik" jawab Dimas
" ada masalah kamu, kalau iya nanti saat setelah sarapan kita ngobrol sebentar" tawar Diko
" nggak usah dik, aku nggak apa apa" ucap dimas
" nggak apa apa gimana to? muka aja di tekuk tekuk gitu" protes Diko
__ADS_1
" sudah lah lanjut nyapu aja" jawab Dimas dan melanjut kan menyapu nya