
tok tok tok
"assalamu'alaikum apa ustadzah memanggil saya" tanya tasya
"iya saya memanggil kamu karna kehadiran orang tua mu ke sini"
tasya yang tersenyum melihat kehadiran orang tuanya pun langsung berlari menghampiri orng tuanya seraya mencium punggung tangan ayah dan juga bunda nya
"bunda tasya kangen sama bunda" ucap tasya sambil memeluk sang bunda
"bunda sama ayah juga kangen sama bunda" jawab bunda sambil menghapus air mata tasya
"apa tasya tidak kangen sama ayah" tanya sang ayah yang dari tadi tidak dapat pelukan tasya
"tasya kangen kok sama ayah ada banyak cerita yang ingin tasya sampaikan ke ayah" jawab tasya sambil menunjukan deretan gigi putih nya
"oh iya ustadzah kehadiran kami kesini ingin menjemput tasya pulang karna kami sudah menjodohkan tasya sama seseorang jika berkenan mengizinkan kami akan membawanya sekarang" ucap bunda kepada ustadzah
"apa di jodohkan" tanya tasya terkejut
"iya nak kami sudah menyetujui perjodohan ini dan kami harap kamu bisa menyetujui nya" jawab sang ayah
ayah tasya bernama mahendra usia nya baru 40 tahun
"ayah ayo lah usia tasya baru menginjak 17 tahun ayah tasya masih suka maen juga apa ayah sama bunda tidak kasihan sama tasya" ucap tasya sambil memasang wajah melas nya
ayah nya hanya membalas dengan menggalang karna dia tau bahwa tasya akan menolak nya
"tasya kan juga baru masuk ke sini ayah masa tasya harus langsung keluar"
"tidak masalah tasya kami di sini hanya bisa mendoakan yang terbaik ke pada murid nya" sahut ustadzah
"ah gak asik banget sih, oh iya ustadzah apa tasya boleh menanyakan sesuatu" tanya tasya kepada ustadzah
"boleh nak apa yang ingin kamu tanyakan" tanya ustadzah penasaran
"siapa santri laki laki yang sering menyendiri di taman belakang pondok pesantren ustadzah" tanya tasya
"oh dia rayhan murid teladan di pondok ini. apa dia mengganggumu? " tanya ustadzah balik
"tidak ustadzah cuman selama 1 minggu tasya di sini dia sering kasih surat, uang dan juga makanan ustadzah" jawab tasya
__ADS_1
"apa anak ayah sudah ada penggemar di pondok ini" tanya sang ayah menggoda tasya
"apa sih ayah tasya di sini di fitnah bahkan tasya banyak yang membenci ayah termasuk sasa sahabat tasya sendiri ayah" jawab tasya ketus
mendengar jawaban tasya membuat ustadzah bunda dan juga ayah nya tasya semakin heran apa yang terjadi selama tasya di masukin ke pondok pesantren apa tasya melakukan kesalahan sampai harus di benci sma temen teman nya
"apa tasya bisa ceritakan apa yang terjadi selama ini" tanya ustadzah yang ikut penasaran
"jadi gini ustadzah tasya di fitnah suka maen sama om om dan om om itu suka kasih uang ke tasya padahal dia bukan om om ustadzah melainkan rayhan yang ustadzah bilang
sasa mengedit foto yang dia ambil di taman belakang ustadzah bahkan sasa bilang kepada semua temen temen bahwa tasya sering ngilang karna maen sama om om ustadzah bahkan temen temen juga bilang bahwa mereka akan bukan tasya keluar dari pondok ini dengan memfitnah tasya yang bukan bukan" ucap tasya yang membuat ustadzah bunda dan juga ayah nya melongo tidak percaya
"apa kamu yakin nak" tanya sang bunda meyakinkan
"bunda tidak percaya sama tasya"
lalu tasya mengambil handphone di saku baju nya dan menyalakan rekaman karna sejak tasya berdiri di pintu kamar nya dia merekam apa yang di bilang teman teman nya
"astagfirullah ada apa dengan murid murid pondok ini sampai melakukan hal ini" ucap ustadzah yang tidak menyangka
ayah dan bunda tasya hanya bisa diam ketika mendengarkan apa yang di ucap sama murid murid sampe nekad ingin mengeluarkan tasya dari pondok tersebut
"oh ya bunda sama ayah tadi bilang bahwa tasya akan di jodohkan
sedangkan di sisi lain ada amelia yang mendengar pertanyaan tasya mengenai perjodohan tersebut
"apa c tasya akan keluar dari sini ya bagus lah tapi gue penasaran siapa yang akan jadi pendamping c tasya kalo c tasya di jodohkan" gumam amelia dalam hati
amelia adalah teman sekamar tasya dan juga sasa dia adalah senior di antara mereka
kembali ke sisi tasya
"iya nak dia adalah temen anak ayah om Gilang namanya anak nya rizki pratama" jawab sang ayah
"oh yaudah tasya gimana baik nya aja" jawab tasya sedikit senyum
tidak pernah menyangka akan ada nya perjodohan di dirinya iya hanya menundukkan kepalanya
akhir nya tasya memutuskan ingin mengemas barang barang nya terlebih dahulu lalu dia susun di bagasi mobil sebelum dia pulang dia tetap menghargai sahabat nya dia pamit walaupun dapat jawaban ketus dari sahabat nya tasya tetap ingin bersikap baik ke pada sahabat nya
di sisi amelia yang melihat tasya dari kejauhan
__ADS_1
"gue harus hancurin perjodohan ini karna rizki temen gue, gue harus jelek jelekin c rizki" gumam amelia
ting
bunyi handphone amelia ada pesan masuk dari rizki
[ada apa lu tadi nelfon gue, gue sibuk lagi banyak urusan]
(gue denger tadi katanya lu mau di jodohin sama anak nya pak mahendra)
[iya emang kenapa]
(gue mau nanya bukan nya lu punya pacar kenapa lu mau di jodohin sama tasya)
[oh jadi cewek itu namanya tasya
sebenernya gue gak mau di jodohin tapi ayah gue yang maksa]
(gue mau kasih tau c tasya bukan orang baik baik dia aja maen sama om om)
[yang bener aja kali ngomong]
(gue bener gue punya bukti nya)
kirim foto
[ihk anjir gak nyangka gue anak pak mahendra kaya gitu muraha banget]
(nah makanya mikir aja lu kalo mau nerima perjodohan ini)
skip
1 minggu sudah tasya berada di rumah dah ingin menyambut kehadiran calon nya namun kejadian tak terduga kepada keluarga mahendra yang di buat kaget kedatangan rizki yang memberikan undangan pernikahan nya dengan wanita lain
"assalamu'alaikum pak" ucap rizki
"wa'alaikum salam" jawab pak mahendra gugup
"maaf Pak sebelum nya saya kesini mau memberikan undangan 3 hari lagi saya akan menikah" ucap rizki sambil tersenyum
"menikah" ucap bunda tasya kaget
__ADS_1
"iya bu saya akan menikah sama seseorang yang tidak lain dia adalah pacar saya" ucap Rizki tersenyum miring
bersambung