
"k-kenapa kamu malah menikah dengan orang lain rizki bukan kah ayah mu sudah menyetujui nya dan bukan kah kamu sendiri menyetujui semuanya" ucap ayah nya tasya tidak percaya
"maafkan saya om karna saya sudah memutuskan perjodohan ini
saya awal nya belum tau bahwa anak om itu selalu bermain sama om om waktu di pondok apa pantas seorang santri seperti itu"
"kamu tau cerita itu dari mana itu semua tidak benar" ucap ayah nya tasya meyakinkan rizki
"saya tau semuanya om, om tidak perlu menutupi kesalahan tasya kepada saya om
dan keputusan saya menikah dengan pacar saya juga tidak di setuju sama ayah saya om karna ayah saya sama seperti om tidak percaya dengan apa yang saya katakan"
rizki yang mengetahui bahwa tasya sering di kasih uang oleh seseorang begitu cepat dia tau dari amelia
tasya yang mendengarkan Riski berbicara kepada ayah nya geram karna itu semua salah tidak seperti apa yang mereka lihat
prok prok prok
suara tepuk tangan tasya yang baru saja menuruni tangga
sontak mereka yang ada di ruangan tamu langsung bertuju ke sumber suara tersebut
"bagus ya anda datang datang memberi undangan saya salut dengan apa yang anda lakukan sekarang apa anda selalu mempercayai seseorang tanpa harus mengoreksi apa itu bener dan apa itu salah? " sahut tasya sambil berjalan mengarahkan kepada mereka
"ya apapun itu kesalahan tetap lah kesalahan mau kamu membela diri pun saya tidak akan pernah mempercayai anda sedikit pun karna apa yang sudah saya lihat itu sudah cukup bukti bahwa kamu adalah wanita murahan"
"diam! apa lu belum cukup berbicara atau masih kurang" tegas tasya tak mau di sebut murahan karna sejati nya dia tidak pernah berkenalan sama seorang pria mana pun
__ADS_1
"wow... salut sekali saya dengan nada bicara kamu ternyata bukan hanya murahan kamu juga cukup buat saya terkejut dengan nada bicara kamu"
seketika tasya diam karna memang nada bicaranya sedikit meninggi akibat ocehan rizki mengenai diri nya yang di bilang murahan
"kenapa anda diam" ucap rizki memiringkan senyum nya
"silahkan keluar dari rumah saya atau saya yang akan memaksa Anda keluar dari sini" ucap tasya menahan emosi nya
"cowok mana yang mau sama cewek murahan seperti lo yang mau di rayu sama om om seumuran ayah lo sendiri, di mana harga diri lo tasya? " ketus rizki
plak
tasya menampar pipi rizki dengan cukup kuat
berapa terkejut nya orang tua tasya melihat anak nya yang menampar rizki
"oke.. oke gue bakalan pergi lo tenang aja dan oh iya jangan lupa dateng ya" ucap rizki dengan memberikan undangan nya
.....
ke esokan hari nya tasya memutuskan ingin ke pesantren dan ingin melihat rekaman cctv yang berada di taman belakang itu
waktu menunjukan pukul 08.00
tasya akan berangkat bersama agnina dan juga zahro yang sudah menunggu nya di ruang tamu lumayan cukup lama
"lu yakin mau ke sana lagi apa lu gak takut banyak orang yang ngehina lo di sepanjang jalan karna berita ini sudah tersebar di mana-mana sya" tanya agnina meyakinkan
__ADS_1
"gue harus hapus nama buruk gue yang udah tersebar dan yang harus lakuin itu semua amelia dan juga sasa" ucap tasya dengan wajah datar
"oke oke gue mah dukung aja apa yang lo lakuin asal semua itu berjalan dengan lancar tanpa harus melibatkan gue aja" sahut zahro
tasya dan juga agnina saling tatap melihat 1 sahabat nya yang dari tadi kerjaa nya makan doank
"gue kira lo gak akan ikut campur ngomong" ketus agnina
"gini gini juga juga sahabat lo"
"oke kita berangkat sekarang"
"cusss" ucap agnina dan zahro kompak
saat mereka baru sampe di depan rumah di tahan sama bunda nya tasya
"kalian udah rapih mau kemana kok gak bilang ke bunda" tanya bunda
"kita mau ke pesantren bun jadi boleh kita pergi" jawab tasya sambil memainkan ponsel nya
"oh mau ke pesantren tpi jangan buat onar ya nak inget jaga kesehatan jangan ngebut ngebut juga oke"
"oke bund kita pamit dulu ya" sahut mereka kompak
bersambung
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...****************...