
mobil yang dikendarai oleh gamal sudah terparkir rapi diparkiran mobil tasya pun segera keluar dari mobil dan berlari kedalam untuk mencari teman"nya gamal yang melihat tingkah adiknya hanya menggelengkan kepala saja
setelah melihat teman"nya sudah kumpul disana beserta dengan teman" kakaknya grace langkahnya pun terhenti membuat gamal juga menghentikan langkahnya
*kenapa dek kok berhenti??... tanya gamal
*tu,, kok kawan" kak grace ada disana sih.. nanti kalau aku ketauan kalau adiknya bang gam sama kak grace kan berabe bang...jawab tasya sambil terus menatap kearah teman"nya
*uda kamu gak usah pikirin itu, biar abang yang urus nanti.. jawab gamal sambil merangkul bahu tasya dan berjalan kearah teman"nya
sesampainya disana, tasya langsung tos ala mereka bersama sahabat"nya sedangkan grace menatap sinis tasya
*ya uda yuk kita langsung main aja,, ntar kemaleman kita pulangnya.. ajak rian keoada mereka membuat semuanya mengagguk dan berdiri dari tempatnya masing"
sekarang mereka semua berpencar kewahana mainan masing" yang pengen dimainkan karena terjadi keributan saat akan memilih permainannya
gamal, tasya, kafka, rian, safira dan mawar pergi ketempat yang berbeda dari anggota glen, bianca, debby, briyan, grace dan michael.
*bang main wahana yang itu yuk.. tunjuk tasya kearah bianglala kepada gamal membuat gamal mengagguk diikuti ileh mereka semua
setelah selesai mengantri mereka pun masuk kedalam bianglala, gak lama kemudian wahananya bergerak, usai mereka main mereka pun melanjutkan permainan yang lainnya
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
sedangkan di tim glen mereka akan menaiki wahana perahu" an. mereka akan bersiap" menaiki nya setelah perahunya bergerak ada sebagian dari mereka yang berteriak histeris..ada yang ketakutan ada yang lainnya
*kak kakak takut ya naik ini??.. tanya bianca terhadap glen yang nampak terlihat pucat
__ADS_1
*ehh eng.. enggak ko kakak gak takut,, jawab glen bohong.. gengsi dong kalau bianca sampe tau kalau gue takut naik Wahan kek giniian..pikir glen
*kakak bohong tau... aku tau kakak takut,uda kakak tenang aja gak bakalan kenapa" kok.. ucap bianca sambil menggam tangan kiri glen yang terasa dingin untuk menenangkannya.. sedangkan glen hanya tersenyum karena mendapat perlakuan seperti itu dari bianca
usai memainkan wahana tersebut mereka kembali menaiki wahana lainnya dengan muka berbinar"
...****************...
sedangkan tim gamal sedang beristirahat karena lelah akibat bermain main tadi.. tasya sedari tadi duduk sambil melihat kearah stan permainan yang berhadiakan boneka kesukaannya..ingin rasanya dia pergi memainkan permainan itu, tapi dia sendiri tau kalau dia gak bakalan menang kalau main itu.
kafka yang melihat tasya sedari tadi merasa kasian tapi apala daya, gengsinya terlalu tinggi untuk mengajak tasya bermain itu
akhirnya tasya pun memutuskan untuk mengajak gamal bermain itu karna sudah gak tahan pingin miliki boneka itu. *bang yuk kawani tasya main kesana yuk.. unjuk tasya kearah stan permainan tersebut.. gamal pun melihat kearah stan permainan tersebut akhirnya mengerti kenapa tasya pengen memainkan permainan itu
*huhh ternyata ada boneka kesukaan sitasya rupanya pantes aja ni anak pengen main disana.. tapi aku uda lelah banget, kaki pun terasa sakit..gerutu gamal dalam hati
*tapi kaki abang sakit tas.. pan kapan aja lagi ya,, ucap nya membuat tasya mengerucutkan bibirnya,, sebenarnya gamal gak tega liat adiknya marah tapi kaki nya terasa sangat pegal sekarang,, sedangkan teman" grace hanya menatap sinis kearah tasy sambil berkata dalam hati... *tunggu permainan selanjutnya dari kita tasya.. lo gak pantes bersama sama dengan kami karna kau hanya gadis kampung.. ucap mawar sambil menatap sinis tasya
*yok sama kakak aja.. kita main disana, ucao kafka sambil beranjak dari bangkunya membuat tasya berbinar
*haa?? benarkah kak.. kita main itu kan?? tanya nya lagi membuat kafka mengagguk
*thanks ya kaf,, lo kawani dia dulu ya. gue ama yg lain mau cari tempat makan dulu.. ucap gamal
*iya sans aja gam.. jawabnya sambil pergi menyusul tasya
sesaimpainya ditempat bermain, tasya melihat ada seseorang yang tidak asing baginya akhirnya dia memutuskan untuk mendekat dan melihat ternyata
__ADS_1
"kak rey" panggil tasya, sedangkan rey yang merasa terpanggil dengan suara agak familiar ditelinganya pun menoleh dan mendapati tasya sedang tersenyum terhadapnya
“ehh tasya, kesini sama siap??" tanya rey sambil menatap tasya dari atas sampe bawah
“kesini sana teman" kak" jawabnya sambil memperhatikan anak kecil yang bersama rey...“kakak sama adek kakak??."lanjutnya lagi
“iya,, sama kakak saudara jugak..jawabnya
kafka yang dari tadi hanya menjadi pendengar yang baik saja..“cihh gak liat apa disini masih ada orang lain,, keknya dunia serasa milik lo berdua aja dah.. gerutu Kafka dalam hati
“oh iya. kamu mau main ini?,, aku yang mainkan saja gimana?? "tanya rey sama tasta dan itu membuat tasy berbinar
“tidak usah,, saya yang akan memainkannya.. jawab kafka sambil maju sedikiti kedapan dan mensejajarkan tubuhnya dengan tasya
“gak papa kak.. biar saya saja,, kamu mau hadiah yang mana sya? "jawab rey tetap ngotot
“tidak usah, saya kesini kan sama tasya, jadi saya yang Kan mainkan ini dan menangkan hadiahnya"jawab kafka tak kalah ngototnya
tasya dibuat pusing oleh dua lelaki yang ada dihadapannya ini,, Kenapa mereka ribut hanya karena hal seperti ini saja... batin tasy sambil memijit pelipisnya
“stoppp!!!... jerit tasya dan membuat kedua pria ini berhenti dan menatap kearah tasya, sedangkan pengunjung yang lain hanya menatap sebentar setelh itu melanjutkan aktifitasnya kembali
“kalian ini kenapa jadi pada ribut sih. uda pada besar kak, gak malu apa sama anak" yang ada disini"..oceh tasya seperti memarahi anaknya karena berantam
“uda gini aja,, kakak" ini main aja berdua,, kita liat siapa yang paling jago dari kalian berdua ini.. tantang tasya sambil melipat tangannya didada
“oke kami terima tantangannya.. ucap kafka sambil melirik sinis kearah rey.. sedangkan rey acuh tak acuh terhadap lirikan dari kafka
__ADS_1
mereka pun udah siap untuk bermain..tinggal nunggu hitungan dari tasya dan mereka akan memulainya, ketika hitungan tasya sudah sampai tiga mereka pun langsung memulainya dengan serius sambil leirik satu sama lain dengan sinis,sedangkan tasya yang melihat tingkah keduanya hanya menggelengkan kepala saja.
“yeayyy menang!!......