
gamal dkk datang tepat waktu sebelum orang² itu menyentuh tasya. tanpa aba² kafka langsung memukul dengan membabi buta semua orang itu,, semua orang jahat itu mendapat luka² lebam disekitar tubuh mereka begitu pun dengan gamal dkk.. sedangkan tasya dkk hanya sebagai penonton aja
tasya yang melihat itu pun memutar malas bola matanya karna belum ada tanda² kemenangan dari gamal dkk.. akhirnya dia pun mendekat kearah gamal untuk membantu nya tapi sempat ditahan oleh teman² nya
"mau kemana lo??.. tanya brian
"gue mau bantu mereka, males gue kalo disini terua. tangan gue uda gatal ni.. jawab tasya dengan santainya
"gila lo ntar lo kenak tas" jawab debby dijawab dengan gelengan kepala oleh tasya bahwa gak akan terjadi apa²,,akhirnya teman² nya pun mengijinkannya
"bang gam" panggil tasya
"hemm.. jawabnya
"tasya mau ikut main ya sama kalian.. ujarnya dengan nada manja
"gak".. jawabnya tegas
"ayolah bang boleh ya, tasya dah lama gak olahraga ni" katnya sambil membuat muka pupy eyesnya karna dia tau gamal gak akan nolak
"huhh, oke lah lo gantiin abang ya. abang capek mau duduk nyantai dulu.. ucapnya sambil melenggos pergi dari sana dan duduk dikeat teman² tasya
"lah bang kok kesini sih. tuh tasya nya bantuin kek, ntar kalo dia kenapa² gimana" omel bianca
"gak akan,, uda lo tinggal nikmati pertunjukan aja" ucapnya sambil memandang kearah tasya yang lagi berantam
"hehh lo ngapai disini. mending lo balik aja sana" ucap glen tiba² membuat tasya kaget dan mengelus dadanya
"haish kak. nganggetin tasya aja tau gak sih, aku jugak mau ikut main² sama kalian loh" jawabnya dengan santai sambil tersenyum
__ADS_1
"hehh bocah lo kira kita ni lagi main² apa??. ni lagi lawan penjahat oneng" jawab rian yang tiba² muncul
"uda mending lo balik sekarang sana, sebelum para penjahatnya bangun lagi".ujar kafka
"gak "kekeh tasya
"SA LO LAMA AMAT SIH MAINNYA!!. teriak gamal membuat tasya, kafka, rian dan glen menoleh kearahnya
"berisik banget lo bang, sabar napa. jawabnya sambil teriak juga membuat gamal terkekeh
"eyy om, ayo lawan aku sini. tantang tasya
"cihh bocah. sok ngelawan lagi" jawab pria1 sambil berjalan kearah tasya dan siap melayangkan pukulannya
dengan sigap tasya langsung menghindar dan kemudia tasya melawan semua orang yang ada disana dengan lihainya
ciatt
bhukk
bhukk
"gila gila sasa lo hebat banget tau gak" ujar debby saat tasya udah berdiri didepan mereka setelah selesai memberi pelajaran kepenjahat
"ialah siapa dulu dong tasya gitu loh" jawabnya dengan sombong sambil memukul dadanya membuat semua yang disana memutar malas bola matanya
"ckck sombong banget lo" balas bianca tapi gak dijawab oleh tasya
"dah ahk, yuk pulang" kata tasya dan disetujui oleh semuanya
__ADS_1
"yaudah yuk. oh iya tas lo ama siapa ni baliknya" tanya michael
"sama bang gam, dara lo ama mereka aja biar lo dianteri pulang deluan" usul nya dan dibalas dengan anggukan kepala.. mereka semua pun pergi kemobilnya masing². gamal satu mobil dengan tasya, kafka dan yang lain karna mereka akan mampir kepasar malam lagi untuk mengambil mobil kafka dan yang lain
didalam mobil gamal
"oii sya, lo jago beladiri ya??..tanya rian yang takjub dengan beladiri tasya
"heem" dibalas dengan berdehem
"uda lama jago beladirinya sya?" tanya kafka yang sepertinya menarik untuk membahas tentang ini
"dari kecil aku dah diajarin sama ayah beladiri katanya supaya bisa jaga diri sendiri saat bang gam atau ayah lagi gadak" jawabnya panjang lebar sambil menoleh kearah samping kebetulan tasya duduk dibelakang dengan kafka dan rian dengan tasya yang didekat jendela
"ooo. jawab kafka dengan hanya o doang,, setelah itu gadak lagi parcakapan diantara mereka semua. karna gadak percakapan lagi tasya pun lebih memilih tidur dengan kepala menempel dijendela mobil. kafka yang melihat itu langsung mengambil kepala tasya dan menaruhnya dibahunya agar gak terpentok jendela mobil saat melewati jalan berlubang
tasya yang belum sepenuhnya tidur pun mambuka mata, tapi dia gak ambil pusing dan lebih memilih menutup matanya lagi dan kembali tertidur
dirumah tasya
gamal baru saja memarkirkan mobilnya digarasi setelah selesai mengantar kafka dan yang lainnya mengambil mobil, diliatnya tasya masih tertidur dengan lelap dibelakang. dengan cepat gamal pun mengakat tubuh tasya dengan pelan agar tidurnya gak terusik
setelah sampai dikamar gamal pun merebahkan tubuh tasya ditempat tidur dengan hati² setelah selesai dia pun beranjak dari sana ingin kembali kekamarnya sendiri, tetapi tangannya dipegang oleh tasya akhirnya dia pun menoleh kebelakang diliatnya tasya uda terbangun dan menatap dirinya.
"kok bangun dek?? tidur lagi sana besok kan kita mau pigi liburan" ucap gamal sambil duduk dipinggiran tempat tidur
"abang tidur sini aja kawani tasya" jawabnya sambil menarik tangan gamal mau gak mau gamal pun merebahkan badannya disamping tasya sambil mengusap kepala adiknya
"uda tasya tidur lagi ya, abang disini temani tasya. ucapnya sambil mengecup kening tasya lama dan menenggelamkan kepala tasya didada bidangnya sambil mengelus punggung tasya dengan sayang
__ADS_1
"lo tu adik abang yang paling ngeslin tau gak, yang paling jail,yang paling cerewet, lo tu beda banget ama grace, grace lebih feminim tapi lo kayak tomboy. tapi sebandel bandelnya lo, lo tetap adek gue yang paling gue sayang.. I LOVE YOU MY SIS.. ucap nya sambil mecium kening tasya lalu menutup mata untuk segera tidur masul kealam mimpi