
hari ni sasa pergi sekolah bareng sahabat² nya, sekarang sasa sekeluarga sedang sarapan dimeja makan tanpa suara karna titah sang yang mulia raja ketika makan dilarang bersuara
"emm sa kamu yakin hari ni pergi sekolah?? " tanya morgan
"iya yah, uda ayah tenang aja sasa bakalan bisa ngontrol diri kok. lagian sasa lagi berusaha buat nerima ini jika dia memang kembali lagi" jawabnya
"yasudah kalau itu mau mu, kamu pergi bareng abang dan kakak mu kan?? "tanya megan
"gak lah bun aku pergi sama teman² aku, kalau aku bareng mereka bisa kenak amuk aku ama fens bang gam" tuturnya membuat gamal nyengir
"misi nyonya, tuan didepan ada teman²nya non tasya katanya mau ketemu sama non tasya" ucap bi mae
"suruh mereka masuk aja bi" jawab morgan diangguki oleh bik mae
"baik tuan, kalau begitu saya permisi" pamit bik mae, gak lama kemudian masuklah teman² tasya dan menyalim orang tuanya
"pagi om, tante, bang gam, kak grace: sapa mereka semua
"pagi, kalian dah pada makan belum?? kalau belum sini kita makan sama" ajak megan
"gak usah tan, kita uda pada sarapan kok tadi. kita hanya mau jemput sasa doang" tolak debby dan diangguki oleh megan
"yaudah yuk kita berangkat sekarang aja ntar telat"ajak sasa dan menyalim kedua orang tuanya serta mencium pipi orang tua, abang dan kakaknya
"kalau gitu kita pamit ya om, tan, bang, kak" pamit mereka ....."hati²" jawab megan dan ayahnya.. gak lama sasa dkk berangkat gamal dan grace pun berangkat juga
sampai disekolah mereka pun berjalan beriringan kedalam kelas, setibanya didepan kelas sasa dengan sengaja menendang pintu kelas membuat teman² sekelasnya mengelus dada karna kaget
__ADS_1
"njirr,, ngaggeti aja lo sa. kalau kita pada mati muda semua gimana, uda gitu sama² mati pulak tu didalam kelas bisa dibilang mati berjamaah dah kita ni kan gak lucu sa" omel salah satu temannya yang bernama sisil, sedangkan yang diomeli hanya menyengir gk jelas
"hehe, kan gak papa jadi viral dong kita trus kalau kita viral berarti bakalan jadi artis dong" jawab sasa dengan bangga membuat seisi kelas gemas
"kalau kita viral pas masih hidup kan enak sa, lah ini viral pas mati semua yaalooh bisa nangis dah emak bapak gua" ucap maya salah satu teman sekelasnya
"auu ahk bodo, serah gue dong" jawabnya dan langsung pergi ketempat duduknya diikuti teman²nya
baru aja sasa dkk duduk, pengumuman sekolah terdengar memanggil nama sasa dan dara
"Pengumuman semuanya bagi siswi yang bernama tasya****** dan dara putri dawnson diharapkan untuk segera keruangan kepala sekolah,sekian terimah kasih
"njirr ni guru, sasa baru aja duduk uda dipanggil aja" omel aca
"uda lah gk papa kurasa gurunya kangen ama gue kali" jawab sasa membuat teman sekelasnya tepuk jidat
"yaaloh kawan gua napa kek gini amat yak"ucap debby
tok..tok... tokk...
"masuk"ucap sesorang dari dalam ruangan, setalah terbuka mereka pun dipersilahkan untuk duduk
"oke saya langsung to the point saja, kalian berdua saya keluarkan karna sudah membuat kantin hancur dan membuat teman kalian salsa serta yang lain masuk rumah sakit" jelas kepala sekolah
"lah gak bisa gitu dong pak, kita gk salah, yang salah tu salsa dkk" jawab dara
"jangan menyalahkan orang dara, sekarang saya tidak terima perkataan apapun dari kalian karna saya sudah terlanjur malu dengan perbuatan kalian berdua, bagaimana jika kejadian ini sampai ketelinga orang² diluar sana, pasti sekolah ini bakalan dicap buruk" jelas kepala sekolah panjang lebar membuat dara menundukkan kepalanya
__ADS_1
"baiklah jika ini yang bapak mau, tapi jangan salahkan saya jika setelah ini bapak tidak akan punya pekerjaan lagi karna bapak sudah salah menilai orang dan hanya melihat orang karna mereka kaya " tuturnya membuat kepala sekolah mengerutkan keningnya dan mengedikkan bahu acuh tak acuh
" ayo dara kita keluar dari sini, urusan kita disini sudah selesai" ucap sasa dan menarik tangan dara keluar, setelah keluar ternyata teman²nya sudah menunggu mereka dengan panik
"apa kata kepala sekolah sa?? " tanya maik
"kita dikeluarkan"jawab sasa santai
"lah terus kita bakalan pisah dong?? "tanya briyan
"iyalah, tapi kan kita masih bisa jumpa diluar sekolah guys" jawab sasa membuat mereka mengerti
"woyy dar, lo napa dah diam mulu dari tadi?? "tanya debby yang sedari melihat dara diam dengan pandangan kosong
"gue bingung mau sekolah dimana, secara kan gue sekolah disini karna dapat beasiswa trus kalau gue keluar dari sini gue pasti gak bakal bisa bayar uang sekolah" jawab dara dan langsung pergi meninggalkan teman²nya yang melihatnya dengan sendu. teman²nya pun mengikutinya sampe masuk kedalam kelas
"ehh lo gak usah khawatir lo datang aja besok kerumah gue ntar kita pigi sama² kesekolah" jawab sasa
"gak usah deh sa, keknya gue tahun ni berhenti sekolah dulu buat nyari uang bis tu baru lanjut sekolah lagi" ucapnya dengan senyum yang dipaksakan
"udalah dar, lo ikut sama sasa aja ntar urusan uang sekolah lo gak usah pikirin ntar sasa pasti bisa ngatasinnya iya kan sa?? "tanya maik
"iya dar, lo tenang aja kalau urusan uang sekolah gue yang nangung deh karna kita bakalan pindah kesekolah punya ayah gue jd amanlah" jawab sasa membuat dara berbinar
"serius sa?? makasih lah kalau gitu, lo uda mau bantuin gue" ucap dara
"sans je, kita kan sahabat jadi sesama sahabat pasti saling tolong menolong" ucapnya setelah itu mereka pun berpelukan
__ADS_1
"dah lah, gue mau balik pulang dulu oh iya gimana kalau hari ni kita nginep dirumah debby??"tanya sasa
"boleh juga tu, ntar kita nginep dirumah gue yak soalnya rumah gue lagi sepi banget" jawab debby dan diangguki oleh semuanya, setelah itu dara dan tasya pun pulang dan akan mempersiapkan barang² yang akan dipakai besok disekolah barunya.. dia gak tau aja kalau besok bakalan ada yang menunggunya dimansion