PALSU

PALSU
Episode 4


__ADS_3

"heyy"


"sedang apa malam malam sendiri di sini"


suara itu menyadarkan bianca dari lamunannya.


"ehhh"


"ini di mana.?"


bianca melihat sekelilingnya


lalu tersadar jika dia sedang berdiri di depan minimarket.


"kenapa bisa sampai di sini"


"ini di mana"


"seberapa jauh aku berjalan"


gumamnya dalam hati


"hey"


"apa kamu baik-baik saja.?"


suara itu lagi lagi menyadarkan bianca.


"ehh ia gak apa kok"


jawab bianca glagapan tanpa menoleh dengan siapa dia bicara.


"sepertinya tidak baik-baik saja"


"kenapa se orang gadis berjalan sendiri di tengah malam begini.?"


laki laki itu menarik tangan bianca ke arah mini markert


"duduk dulu akubakan beli minum"


bianca hanya menurut dia tak melihat niat jahat dari orang itu


"ini minumnya"


"rumah mu di mana.?


"deket sini kok"


jawabnya asal


"kenapa jalan di tengah malam sediri.?"


bianca melirik jam tangannya dan benar saja


"12:30"


"apa jam tangan ku rusak.?"


"coba lihat jam mu "


"12:30"


"yang nenar saja"


bianca mencari cari handphonnya


memeriksa semua sakunya dan tak ada apa pun di sakunya.


"di mana tas ku.?"


"heeyy"


"aku melihat mu memang tak membawa apa pun"


"ahh semua barang-barangku ada di tas"


"tenang lah ada aku di sini"


"kamu butuh handphon.?"


"pakai punya ku dulu untuk menelfon"

__ADS_1


wajah panik bianca muali memudar dia mulai


pasrah


"tak ada kontak yg ku hafal"


jawabnya lesu


"kalo gitu biar ku antar pulang"


"tunjukin aja jalannya"


"ini aku gak tau di mana."


"bukannya tadi kamu bilang rumah mu dekat sini.?"


"aku bohong"


"sekarang giman.?"


"minum aja dulu"


"baru kita fikir lagi"


"aku Dareen"


"nama mu siapa.?"


"bianca"


daren terkejut mendengar nama itu.


apa dia bianca yg dulu dia kenal.?


tapi dia tak mau ambil pusing


"mau bianca yg mana terserah lah."


"kamu kenapa bisa sampai di sini.?"


"bianca hanya menggelengkan kepalanya"


dareen tau wanita ini enggan bicara masalah pribadinya.


"ayo aku antar"


"mau me ngantar keman.?"


"aku bahkan gak tau ini diman.?"


"naiklah ke mobil"


"kita jalan saja dulu sampai ketemu tempat yg kamu kenal"


"benar juga"


"apa aku merepotkan mu"


"cepat naik"


di dalam mobil.


bianca melihat sebuah liontin yg ter gantung di kaca mobil


dia merasa kenal dengan liontin itu


tpi liontin itu sudh menghilang 8 tahun yg lalu.


"dareen apa aku merepotkan mu.?"


"kita baru saja kenal"


"meski pun memyebalkan harus muter- muter gak jelas gini"


"tpi ini lebih baik dari pada meninggalkan mu sendirian di tengah malam."


"trimakasi"


"jangan terlalu formal"


"anggap aja ini hadiah perkenalan dari ku"

__ADS_1


sambil tertawa kecil daren melirik bianca yg mulai mengantuk.


"dari mana kamu dapet liantin itu.?"


"ohh yang ini.?"


"ia"


ceritanya panjang.


yakin mau denger.?


"jika kamu gak keberatan"


seperti biasa dareen muali mengarang cerita tentang liontin itu.


dia tak mau ada yg tau tentang liontin kesayangannya itu.


setelah beberapa saat cerita.


tak terdengar respon dari kursi sebelh.


"ahh dia tidur"


"heeyyy bianca.!!!"


"bangun oiiii."


astaga gak bangun juga.


sial bgt dah malam ini.


udah kesasar gak jelas.


ketemu sama orang nyasar.


dan ini mau ke sasar lagi.


ya tuhannn.. apa salah ku..


ahh bodo amat lah nyari tempat nginep dulu.


dareen dan bianca sampai di sebuah hotel yg lumayan besar.


"hey bianca bnagun"


"jangan tidur di sini"


bianca masih tak bangun dari tidurnya.


akhirnya daren menyerah.


dia memesan kamar family yg ada 2 ruang tidurnya.


dan meminta bantuan staff hotel untuk mbukakan pintu sedangkan dia kembali ke parkiran untuk menjput bianca.


haruskah ku gendong.?


dasar menyebalkan.


"hemppp berat juga"


di perjalanan beberapa orang memperhatikan mereka.


denga. tenang dan bersikap bodo amat dareen menggendong bianca sampai ke kamar.


lalu dia merebahkan bianca di ranajang dan dia pindah ke kamar sebelahnya.


di sana dareen mulai di serang oleh pikiran pikiran kotornya.


dia masih ingat bagai mana tubuh itu menempel dengannya tadi.


ahhh sial.


"tenang dareen."


akhirnya daren pun lelah menahan bisikan itu lalu tertidur..


happy rading semua.


untung bang daren imannya kuat yaaa.

__ADS_1


🙈🙈


*New sunday


__ADS_2