
" heyy bianca!!!"
terdengar suara irgi berteriak memanggil bianca yg masuk ke dalam gedumg B&M corp.
tpi bianca mengabaikan panggilan dari irgi itu dengan langkah pasti bianca masul ke dalam gedung dan mulainmenghilang dari pandangn irgi.
"bianca kamu telat 10mnit"
"ayo cepat kita akan bertemu dengan boss besar"
"baik bu saya segera siap"
jawab bianca sambil menarik nafas dalam dalam karna berjalan terburu buru membuat nafasnya ngos ngosan.
"cepat bianca"
lidya memanggil bianca untuk mengikutinya ke tempat pertemuan.
"kenapa kamu temben telat masuk kantor"
"gak biasanya"
"apa kemaren kamu party sampai larut malam"
"ehh enggak bu tadi ada masalh dikit di jalan"
jawab bianca asal agar lidya tidak menanyakan hal yang aneh aneh.
mereka sampai di ruang rapat direksi.
sudah ada semua meneger dari seluruh deperteman dan juga beberapa pemegang saham.
dan yg di tunggu tunggu pun datang.
seorang laki laki paruh baya dan 2 orang laki laki muda.
laki laki paruhbaya itu adalah bapak jonatan prawira owner dari B&M corp.
laki laki muda di belakangnya adalah bapak adrian asisten dari bapak jonatan prawira.
dan laki laki muda di sebelahnya adalah dareen putra prawira anak tunggal dan pewaris dari perusahaan B&M corp.
"selamat pagi semua nya."
"saya adrian"
"asisten bapak jonatan"
"hari ini kami akan mengumumkan pengalihan kepengurusan dari bapak jonatan kepada putranya bapak dareen putra prawira".
"dan untuk di ingat semua dokumen yg harus di tanda tangani oleh bapak jonatan harus di rubah dan di ganti dengan nama bapak dareen".
"silakan untuk semua pimpinan direksi dan deperteman untuk memperkenalkan diri kepada bapak dareen."
melihat bianca yg dari tadi menunduk dan melamun lidya berusaha memanggil nya tapi tak di srespon sama sekali.
sampai akhirnya lidya menginjak kaki bianca.
"aakkkkhhhh"
__ADS_1
"sakit"
suara bianca membuatnya jadi pusat perhatian semua orang.
"ahh maaf maaf"
bianca dengan wajah merah dan malu mencoba meminta maaf.
"silakan perkenalkan diri anda"
kata adrian dengan ketus.
karna bianca terlihat tidak sopan di depan pemilik perusahaan.
"ehh ia maaf"
"nama saya bianca"
"saya wakil direktur keuangan yang baru".
dareen terlihat tersenyum tipis melihat tingkah bianca.
bianca yang masih belum sadar jika ada dareen di meja paling depan kembali menunduk dan duduk.
"maaf bianca saya hanya ingin kamu fokus"
bisik lidya
bianca hanya mengangguk.
dia masih merasa sangat malu di depan semua orang bisa bisanya dia berteriak seperti itu.
"siall siapa sih laki laki itu "
bianca mengumpat dalam hati.
laki laki yang bersamanya semalam terus menjadi tanda tanya besar di benaknya.
sampai rapat dan sesi serah terima jabatan selesai bianca hanya memikirkan hal yg terjadi kemaren sampai tadi pagi.
"bianca.!!!"
dia merasa suara yg tak asing memanggilnya.
dan seorang laki laki mendekat.
DEEGGG
"jadi nama mu bianca"
"kenapa kamu ada di sini.?"
"apa maksud mu.?"
"apa dari tadi kamu gak ngeliat ya.?"
"mulai hari ini aku kerja di sini lo"
"ohh"
__ADS_1
bianca tanpanbasa basi langsumg meninggalkan dareen yg sedang bicara.
lidya yg melihat hal itu langsung mengirim pesan ke bianca.
"bianca tunjukan rasa hormat mu kepada pimpinan baru kita"
bianca yg pas rapat hanya melamun tak tau menau tentang pimpinan dan apa yg di rapatkan tadi.
"maksud ibu gimana.?"
"itu kamu mengacuhkan pimpinan yg sedang bicara dengan mu"
"ahh pimpinan.?"
"siapa.?"
"itu laki laki yang tadi bicara dengan mu"
bianca langsung menoleh ke blakang dan melihat laki" yg dari semalam bersamanya.
"apa dia pimpinan baru.?"
"bukannya dia hanya bekerja di sini."
"dia anak dari bapak jonatan bi"
"😵😵😵😵"
"siapa namanya bu lidya.?"
"lah tadi kamu gak denger.?"
"namanya dareen putra prawira"
"apaa dareen.?"
"serius namanya dareen"
"ia bianca"
"terimakasi bu".
"dareen"
apa itu dareen yg dulu.?
pasti hanya kebetulan.
dareen yg dulu bukan lah orang kaya.
dia hanya siswa dari daerah yang ngekos di sekitar kompleks.
mungkin hanya kebetulan.
***apa akan semudah itu.?
atau akan sulit.?
mari kita terus pantau.
__ADS_1
*new sunday***