pariban

pariban
pertemua kedua


__ADS_3

***


Hari itu dipakai oleh Sere sebaik-baiknya ia tidur dan orangtuanya juga memahami kalau Sere tengah istirahat.Oleh sebab itu sere merasa tenang kalau berada ditengah-tengah keluarga yang menyayanginya.Sere bangun sudah hampir sore waktu itu sekitar pukul jam Tiga sore dia pun langsung pergi mandi dan bergabung dengan keluarga tercintanya.


Tiba-tiba ponselnya berdering,Sere mengambil ponselnya yang terletak dimeja nakas diruang keluarganya itu.Sere menjawab telepon itu teryata dari rumah sakit yang menyuruhnya untuk masuk hari ini Sere masuk siff malam.


Masih banyak waktu jadi Sere masih bisa bercengkrama dulu dia dengan ibunya.Dia tidak pernah menceritakan keluh kesahnya selama ia menjadi seorang perawat dirumah sakit itu karena memang ini sudah menjadi keinginannya.Sere tengah bersiap dia mau pergi bertugas lagi dia pergi dari rumah setengah enaman karena dia takut telat padahal dia bekerja pukul jam tujuh malam nanti.


Dijalan dia memakai motor maticnya Sere sengaja memakai pakaian biasa agar dia gampang membawa motornya.Dan dijalan dia berharap bukan dia yang akan menjadi suster jaga pasien yang arogan itu.


Dirumah sakit seperti biasanya Sere memberi cap stampel untuk daftar hadirnya dan menuju loker kerjanya dan mengganti baju kebanggaannya itu perawat rumah sakit itu.Dan mencepol rambut panjangnya itu agar rapih dan memakai cup atau topi perawat.


Dia tengah siap-siap bertugas tidak lupa Sere mengalungkan edikat kartu pengenal dilehernya.Dia mengayunkan langkah kaki jenjangnya itu.Dia memang selalu bersemangat dalam meniti pekerjaan yang mulia baginya itu dan dia juga pantang untuk mengeluh karena dia adalah seorang wanita yang tangguh.Walau dia juga adalah gadis pemimpi yang berharap akan bertemu dengan belahan jiwanya kelak.


Bak gayung bersambut dia bertemu dikoridor rumah sakit dengan Dokter Lio.Sapaan khasnya tercurah penuh dengan gerai tawanya yang cantik gemulai.Akankah Dokter Lio lah yang dia tunggu yang akan menjadi penjaga hatinya kelak?.....


Semua itu hanya waktu yang akan menjawabnya nanti.


"Ehk,Suster Sere kok masuk hari ini?Bukannya hari ini kamu libur?"Tanya Doter Lio seraya berjalan dihadapan Sere.


"Iya Dok saya ditelepon pihak rumah sakit karena kurang perawatnya untuk jaga malam Dok"Jawab Sere

__ADS_1


"Ya sudah selamat bekerja ya Suster Sere"Ucap Dokter Lio seraya berlalu mereka pun berlalu ke tempatnya masing-masing.


"Hai Anet...Kita satu shiff lagi nih!,"Sere berseru mendekati Aneta yang seakan melamun.


Tiba-tiba ada panggilan bell dari VVIP yang menyuruh salah seorang dari mereka menghampiri pasienn tersebut.Sere menolak fan menyuruh Anetta yang kesana.Tapi Siska menyuruh Anetta ke bank darah karena pasien yang tadi pagi Hbnya ngedrop terus.


Terpaksalah Sere yang menghampiri pasien itu."tuk...tuk...tuk..."Sere mengetuk pintu yang berkelas itu dia tidak mau masuk karena laki-laki terlalu sombong sebagai pasien.


Sere pun masuk dan menyapa nama pasiennya yang akan ditanganinya itu."Ada apa ada yang bisa saya bantu"Ucap Sere ramah walau ia tidak menyukai pria ini.


"Suapi saya!!"Titah Liam yang tidak masuk akal Sere memang adalah seorang perawat bukan berarti harus menyuapinya bukan.


"Ada pak,Saya menyuapi Bapak!"Sere seakan tak percaya hari kedua pertemuan mereka lebih parah dari kemarin.Sere mengambil piring saji dan membuka pelastik presnya.Dan menyendokkan makanan itu kemulut Liam.Liam mengawasinya sangat dalam seakan ingin menjeratnya.Perlahan Liam membuka mulutnya dan memakan suapan dari tangan halus Sere itu.


"Maaf pak,Saya memang seorang perawat tapi saya senang bekerja melayani dirumah sakit ini.Saya tidak bisa menjadi Suster pribadi bapak"Ucap Sere pelan.


"Keluar!?"Ucap Liam dingin memalingkan wajahnya dari Sere.


"Pak tapi makanan Bapak belum habis pak,sedikit lagi ya pak"Ujar Sere seakan dia tidak tahu bawasannya Liam tengah marah.


"Keluar.....?!"Bentak Liam mendorong piring itu dari tangan Sere dan membuat Sere benar-benar terkejut karena suara piring kaca yang jatuh dari tangannys itu.

__ADS_1


Sere berdiri dari kursinya dan menjongkokkan tubuh ramping itu dan memunguti puing-puing kaca yang berserakan dilantai.Hingga butiran bening jatuh dari matanya yang senduh itu.Dia tidak bisa menahan emosi jiwanya itu karena itu tetesan air matanya sudah dapat mewakili kesedihan dihatinya itu.


Liam hanya mengawasinya dari bed tempat dia dirawat.Seakan tidak pernah merasa bersalah atas perilakunya yang tidak baik itu.Liam memang mempunyai saham sekitar Enam puluh Lima persen dirumah sakit itu.Dia sudah satu minggu dirawat dirumah sakit itu.Karena sakit Tifusnya yang tapi sudah seminggu lamanya paling ibu atau pembantunya yang datang kesana untuk sekedar berkunjung.Padahal beberapa Staf Rumah sakit mengetahui Liam mempunyai Istri yang cantik walau hubungannya tidak harmonis.


Sere keluar dari ruangan itu dan membuang puing kaca itu ketempat sampah dia juga menvuci tangannya dan memakai hand sanitizer yang ada dilorong rumah sakit itu.


Entah mengapa setiap bertemu dengan pria itu dia selalu merasa sial dan dia merasa seperti orang bodoh yang tidak bisa melawan yang selalu bertolak dengan hatinya.


Isak tangisnya tidak terbendung lagi ditoolet rumah sakit itu hingga ia sesegukan karena sesaknya begitu berat.Ingin dia mengakhirinya tapi mana mungkin dia berhenti hanya karena pasien yang tidak waras itu bagi Sere.Dia meraup banyak oksigen dengan mengibaskan tangannya kemukanya agar dia bisa merasa lebih tenang tapi sayang mata yang merah dan sedikit membengkak tidak bisa menutupi wajahnya yang sedang berduka atas perilaku pasiennya itu.


Sere bergabung dengan rekannya diruangan khusus suster bahkan OB sekali pun itu diruangan itu tersedia kamar yang cukup luas untuk istirahat atau meminum kopi karena ada pantry kecil disediakan disana rumah sakit karena shiff mereka memang sering berkumpul walau hanya istirahat sebentar.


"Suster kenapa mata suster kok membengkak habis nangis ya?"Ucap salah seorang OB seraya bertanya pada Sere.Mendengar percakapan itu Anetta menghampiri Sere yang seakan ingin menangis.


"Kenapa loh Re...?"Gusar Anetta


"Gue tuch salah apa tuch cowok buat gue tuch benci dan jijik dengan sikap arogannya itu.Kalau saja dia hanya pasien biasa udah gue siram dengan air infus sekali"Isak tangisan Sere yang serak karena tangisan lugunya itu.


"Sere,Sere maksud loh itu Liam Basil yang menginap dikamar VVIP itu.Memang dia itu cowok yang aneh Ser,ya udah deh Ser loh gak usah masukin dihati ya"Ucap Mia rekannya yang mendengar curahannya itu.


"Aku aneh aja ngadapin tuh cowok bahkan untuk berkata aja aku harus menghela napas panjang dibuatnya apa cowok itu spikopat kali ya,atau sakit jiwa mungkin Ya wajarlah kalau istrinya meninggalkan dia orang suaminya aneh gitu"Ucap Sere meluapkan keselnya keteman-temannya.

__ADS_1


"Ser,apa dia suka sama kamu karena itu dia selalu cari masalah terus sama kamu ya gak?"Goda Riska yang hendak keluar dari ruangan itu.


Bersambung......


__ADS_2