
***
"Idih amit-amit deh untuk kenal tentang pribadinya aja gue udah mau muak apa lagi kalau sempat ada kata suka,jauh-jauh deh ya!"Ujar Sere mengetuk-ngetuk meja tempat mereka beristirahat itu.
Sere pun kembali ke Bangsalnya tempat dia stay untuk menunggu panggilan atau ada yang pasien yang membutuhkannya.
Hingga ia kembali dipanggil oleh laki-laki yang ada di kamar VVIP itu tapi Sere benar-benar menolaknya dia menyuruh rekannya dia tidak mau menghampiri Liam laki-laki yang arogan itu.Dia sangat kecewa dengan cara Liam memperlakukan Sere sebagai Suster yang merawatnya.
Liam marah besar karena dia hanya meminta Sere yang melayaninya bukan Nisa.Entah apa yang ada dalam pikiran Liam malam itu.Staff Rumah sakit memanggil Sere dan Memberi Sere SP satu Karena tidak mau melayani Liam.Suka atau tidak Sere kembali kedalam kamar Liam.
"Maaf pak,mengapa mesti saya kan banyak Suster dirumah sakit ini"Ucap Sere penuh penekanan dengan pelan karena dia tahu Liam laki-laki yang moodnya tidak pernah baik itu.
"Aku lapar"Ucap Pria itu dingin dan tidak memperdulikan ucapan Sere tadi.
Sere pamit ke kantin untuk membeli makakan untuk pasiennya itu.Tidak lama Sere membawa satu box bubur untuk Liam.Dia cekatan membuka box itu dan mengaduk dan menyendok bubur itu serta meniupnya pelan dan menyodorkan ke mulut Liam.Liam tanpa berpikir jauh dia membuka mulutnya dan menerima suapan itu dengan lahap.Liam pun memakannya hingga habis.Sere tidak berkutik dari kamar itu karena Staff rumah sakit tadi sudah mewanti-wantinya tadi.
Hingga Sere duduk dikursi itu bangkit hanya untuk membuang box bubur itu.Sere terjaga semalaman karena tidak ada kata yang keluar dari mulut Liam atau Sere sekali pun.
Sampai Liam pun tertidur sementara Sere juga menjadi mengantuk dia tertidur dikursi dan kepalanya ia rebahkan disamping Liam.
Pagi itu cahaya matahari sudah menembus jendela kaca ruangan itu membuat Liam terbangun dia memandangi wajah cantik Sere yang masih tertidur duduk disampingnya itu.Dia pun membangunkan Sere dengan menggoncang pundak Sere yang lunglai menepi dibed tidurnya.
Sere benar-benar kesiangan akibat ulah Liam yang memintanya menjaganya semalaman suntuk itu.Sere ketoilet dikamar Liam dia membasuh mukanya.Waktu itu sudah pukul tujuan biasanya jam subuh dia sudah pulang.
Sere permisi pada Liam karena jam kerjanya sudah sangat Lewat kalau Shiffnya dari jam lima tadi sudah pulang.Tapi lagi-lagi Liam menahannya dan menyuruhnya untuk menyuapinya makan.Sere mencuci tangannya dan menyuapi Liam makan setelah makan Sere tetap mau keluar dari kamar itu.
__ADS_1
Hari ini Liam sudah diijinkan untuk pulang,dia pulang sendiri tidak ada anggota keluarganya yang menjemputnya.Setelah manandatangani berkas-berkas kepulangannya dia pun pulang dengan membawa mobilnya sendiri.Ironis sekali Laki-laki yang punya pengaruh besar dirumah sakit itu seakan hidup sebatang kara tak ada sanak saudaranya.
Sementara Sere yang sudah sampai rumah dia langsung membersihkan dirinya.Sudah satu minggu ini dia merasa konyol karena ulah pasiennya yang membuat dia menjadi jenuh.
Sudah satu bulan lamanya Sere pun menerima cintanya Dokter Lio karena ia juga menyukainya. Sere kembali bejerja seperti biasanya tidak ada keluh kesah atau hambatan yang ia dapat bahkan ia sudah lupa akan wajah Liam pasien yang selalu merepotkannya itu.
Sere Shiff pagi hari ini,Karena dia pulang sekitar jam empatan karena masih banyak waktu jadi Sere memutuskan untuk pergi kerumah tantenya sepupu dari Ayahnya.Sebagai orang batak biasa disebut kalau sebutan wanita dari sebelah Ayah Sere disebut Namboru.
Sere senang berkunjung kerumah tantenya ini selain anak-anak tantenya akrab dengannya karena tantenya ini mempunyai Empat anak dua laki-laki dan dua perempuan sepupunya.Sere merasa senang kerumah tantenya karena dirumah dia hanya seorang diri tidak ada teman tidur atau bercanda dengannya.
Karena Sepupu laki-laki Sere sebentar lagi akan menikah.Sebagai adik sepupu Sere ikut merasa senang.
"Sere,Bou senang kamu main kesini semoga kamu juga cepat menikah lagi pula calon Abanhmu itu tidak jauh umurnya dengan kamu Sere"Ujar tante Sere senang dengan kedatangan Sere kerumahnya.
Sere berharap kalau hubungannya dengan Dokter Lio nanti mendapat restu dari orangtuanya terutama Ayahnya nanti.
Sudah malam Sere pun pulang kerumahnya.Seperti biasanya dia pulang langsung mandi dan berkumpul dengan kedua orangtuanya.Dia juga menceritakan ke orangtuanya bahwa Ricard Kakak sepupunya mau menikah beberapa minggu lagi.
"Papa kan udah tahu nak,kan papa ikut serah-serahan saat kamu tidak bisa libur dulu itu loh Re"Ucap papanya mengulik Sere yang tidak bisa menghadiri acara pranikah(martuppol) dua bulan yang lalu.
"Oh,iyalah pa Sere masuk dulu ya karena besok Sere masuk Subuh lagi"Ucap Sere bangkin dari duduknya.
***
Dirumah sakit sangat ricuh karena pasien banyak yang membludak di IGD bahkan Sere dan rekannya kerepotan membantu para Dokter yang menangani pasien.
__ADS_1
Hari itu hari yang sangat melelahkan bagi Sere dan rekan bahkan Dokter sekalipun.Lio senang dengan cekatap Sere membantunya.Lio melap peluh yang jatuh dipipi cantik Sere itu.Dia memang selalu semangat saat bekerja.Mereka memang propesional saat dirumah sakit.
Sepulangnya tugas Doter Lio mengajak Sere pergi kesebuah tempat kali ini Sere meninggal motornya diparkiran rumah sakit.Mereka berdua seperti kasmaraan wajar saja hubungan mereka baru pejajakan manisnya hubungan saat baru jadian.
Mereka pergi menonton film yang romantis seakan mereka hanyut dalam film tersebut.Setelah itu mereka makan disebuah caffe yang tidak jauh dari mall yang mereka singgahi itu.
Sere merasa senang sekali mengapa tidak dari dulu ia menerima cintanya Dokter Lio kemungkinan mereka sekarang sudah menetapkan tanggal pernikahan.
Sepulangnya Sere langsung diantar oleh Dokter Lio.karena Dokter Lio takut kalau Sere mengendarai motornya karena sudah larut.
Sere senang malam itu karena itu kencan pertamanya bersama Dokter Lio walau kencan itu kencan Dadakan.Setelah membersihkan dirinya dia merebahkan tubuhnya diatas bednya yang empuk itu.Tiba-tiba ponselnya berdering ternyata vidio call dari Dokter Lio.Segera disambungkannya mereka pun bercakap ditelepon.Sere tersenyum cantik saat berbicara kekasihnya itu.Dan dia merasa beruntung dicintai Seorang Dokter tampan,baik seperti Dokter Lio.Akankah Dokter Lio ini bisa mengubah hatinya yang kosong itu.Menjadi penuh dengan atas nama cinta Lio didalamnya.
"Aku mencintaimu Sere!"Ucap Dokter Lio ditelepon.
"Aku juga mencintai kamu Lio"Ucap Sere mematikan ponselnya.
Sere pun tertidur dengan damai karena ini baru ia rasakan dimabuk cinta dengan umur yang sudah mulai beranjak dewasa itu.
pagi itu Lio sengaja menjemput Sere karena ia tahu motor Sere ada dirumah sakit karena semalam dititip diparkiran khusus kariawan rumah sakit tersebut.
Sere senang dijemput oleh pujaan hatinya itu Sere tidak membangunkan orangtuanya karena masih pagi benar karena setiap shiff pagi Sere masuk jam Lima tiga puluh.
Dia senang berada disamping Dokter Lio.Dijalan begitu cepat bagi mereka berdua hingga mereka sudah sampai diparkiran mobil dirumah sakit tempat mereka bertemu dan bekerja.Sere melepas safetybell mobil Dokter Lio dan hendak turun.
Bersambung....
__ADS_1