
***
Sere pulang kerumahnya dengan perasaan hampa dia ingin berlari sejauh mungkin karena ia sangat kecewa dengan dunia yang seakan merengut kesenangan dan kebahahiaannya.Ironis sekali cerita cintanya yang kandas begitu saja.Dengan diam dia melangkah hampah masuk kedalam kamarnya.Tetesan air matanya menjatuh seakan tidak bisa dibendungnya lagi dia menangis tersedu-sedu.Dia harus memantabkan hatinya untuk menikah dengan laki-laki pilihan Ayahnya itu.
Dia masih bekerja seperti biasanya tidak ada suka atau pun hampa dia hanya menikmati kesedihannya yang teramat sakit itu.
Hingga dia berpapas muka dengan Dokter Lio dia menampilkan wajah yang biasa saja agar Dokter Lio cepat untuk melupakannya.Dokter Lio menatap wajah sendu itu seakan ingin mendekap tubuhnya itu.Tapi dia berlalu cepat meninggalkan Sere dilorong rumah sakit tersebut.
"Maafkan aku cinta...!"Lirih Sere pelan dan meneteskan air matanya dan cepat-cepat menyekanya dia bekerja seperti biasanya.
Dan bertemu dengan wajah yang tak asing baginya dan wajah yang selalu membuatnya kesal dan marah laki-laki itu Liam Basil.
Liam memang mencari Sere dan bertanya ke recepsionis dikoridor rumah sakit itu sorot matanya yang tajam dan rahang muka yang tegas mengawasi Sere dengan penuh kebencian dan Liam juga langsung menarik tangannya.
"Ada apa ini pak?Anda bukan pasien lagi dirumah sakit ini"Ukas Sere melepaskan tangannya yang digenggam Liam erat sekali hingga tangan mungil itu memerah.
"Ikut aku!!"Titah Liam
"Anda sudah gila!"
"Memang saya sudah gila dan saya butuh perawat seperti kamu"Ucap Liam yang masih menarik tangan itu menelusuri lorong rumah sakit hingga keparkiran.Dia membawa Sere keboutiq ternama di kota itu.Dan memilih baju gaun dress yang cantik dan mewah itu dan menyuruh Sere untuk dimake over oleh wanita yang ada diBoutiq itu.Sere bingung dengan ulah mantan pasiennya itu.
"Pak,saya tidak mau,lagi pula saya ini masih bertugas pak!Apa kata orang rumah sakit nanti pa?Gara-gara bapak waktu itu saya mendapatkan SP dan sekarang apa lagi yang akan saya terima dari ulah bapak ini"Ucap Sere mendengus merasa dipermainkan oleh Liam.
"Satu jam lagi aku akan menjemputmu disini!"Titah Liam singkat dan meninggalkan Sere didalam Boutiq itu.Sere mengerutkan dahinya seakan dia marah tapi Liam memoleh dan tersenyum sinis dan berlalu dari boutiq itu.
__ADS_1
Entah apa rencana Liam sebenarnya.Satu jam kemudian Liam datang keboutiq itu.Dia terpukau dengan penampilan Sere dia lebih cantik dari sebelumnya sebagai wanita yang polos.
"cantik"Ucap Liam dingin dan mengandeng tangan Sere.Dan dia membayar semua bon yang dipakai oleh Sere.Sere juga membawa body bag baju susternya.
"Pak,apa bapak mau menjual saya?Baju ini terlalu minim untuk saya dan saya tidak nyaman untuk memakainya pak"Ucap Sere yang kedua tangannya menutupi bagian paha karena bajunya itu memperlihatkan paha Sere yang putih mulus itu.
"Tidak usah ditutupi lagi pula dress yang kamu pakai itu cocok untuk kamu.Aku memang akan menjualmu kalau kau tak dapat membantu aku nanti"Ucap Liam seraya menyuruh Sere masuk kedalam mobilnya dengan ragu Sere pun masuk kedalam.Liam seakan ingin memeluknya tatapan yang sangat tipis sekali terasa sekali wangi mint dan parfum yang maskulin seakan dapat menghanyutkan Sere saat itu.Liam tersenyum begitu berkharisma dia menarik safebell dan memasangnya ke Sere seketika
dan mobil itu pun melaju dengan kecepatan standar.
"Kita mau kemana pak?"tanya Sere panik karena yang dia tahu Liam adalah orang yang dingin lagi pula dia tidak mengenal Liam.
"Berpura-puralah menjadi calon istriku,"Ucap Liam yang konsentrasi menyetir mobilnya itu.
"Apa??"
"Saya tidak bisa pak_"
"Sayang bukan bapak"Ucap Liam memotong pembicaraan Sere.
"Dasar spikopat untuk apa aku memanggilmu dengan sebutan sayang.Hati-hati Tuan sebentar lagi aku akan menikah dan aku tidak mau kalau nanti calon suami akan marah padaku kalau pun aku harus berpura-pura menjadi calon istrimu!"Sere mendengus kesal dan seakan ingin Turun dari mobil itu walau mobil itu tetap melaju.
"Berhentilah seperti anak Tk seakan-akan aku akan merayumu.Ini hanya pura-pura lagi pula kau bukanlah tipe ku dan kau tak sebanding denganku"Ucap Liam masih tetap konsentrasi dengan setirannya itu.
"Bukan tipemu kenapa harus aku,dan kau perlu tahu kau juga bukan Tipeku wajahmu juga tak setampan dengan calon suamiku"Ucap Sere asal-asalan padahal sejujurnya dia menyukai paras wajah Liam itu walau pun dia hanya sekedar mengaguminya.Dan dia juga berharap nanti wajah calon suaminya bisa mirip dengan wajah Liam.orang yang selalu mengesalkan hatinya itu.
__ADS_1
Tidak terasa mobil itu berhenti dirumah kawasan elite pagar rumahnya saja bak istana gerbar rumahnya itu bisa terbuka dengan sendirinya karena memakai sensor .Membuat Sere takjub karena dibandingkan dengan rumahnya biasa-biasa saja tak ada yang menarik tapi dia begitu nyaman karena penghuninya begitu hangat.
Sere bingung disaat mobil itu terparkir dipelataran rumah mewah itu dia ragu untuk turun sehingga membuat Liam kesal dan menarik tangannya agar Sere turun dari mobil itu.
Dak...dik....dukk...Jantung Sere berhenti saja seakan ia nyata bertemu dengan Calon mertuanya saat itu.Dengan gemetar dan dingin ditangannya yang digenggam Oleh Liam itu membuat Liam tersenyum tipis.
"Aku hanya menyuruhmu berpura-pura menjadi calon istriku dan panggil aku sayang itu saja.Tapi bagaimana denganmu ini kau hanya berpura-pura mengapa seperti nyata saja aktingmu, lihat saja dingin tanganmu ini"Ucap Liam yang mengangkat Tangan Sere dan menunjukkan ke Sere.Sere gugup karena sulit baginya untuk berbohong.
Pintu rumah itu dibuka oleh pesuruhnya terlihat didalam tak kalah mewahnya penampakan yang begitu mewah membuat nanar mata Sere mengagumi rumah bak istana itu.
Liam tetap menggandengnya hingga keruang keluarga disana telah ramai karena Putri kakak sedang berulang tahun dirayakan hanya keluarga saja yang datang.Sere gugup bertambah gugup saat Liam mendekatkannya kekeluarga Liam.
Dengan PDnya Liam Memperkenalkan Sere sebagai calon istrinya ke keluarganya.Padahal Sere sudah Gusar karena memang orangtua Liam sudah pernah datang kerumahnya.Disitu juga ada Namborunya yang tengah asyik mengobrol dengan sanaknya.
"Sere....!"Seru Bou menghampiri Sere dan Liam Liam seakan tidak percaya kalau tantenya Mengenal Sere.
"Kak,lihat dulu anakmu ini memperkenal Si Sere ke kita sebagai calon istrinya.Memang benarlah berarti kalian itu cocoklah sudah pacaran rupanya mereka kak"Ucap Tante Sere yang nasih belepotan bahasa indonesianya karena ligat bapaknya masih terbawa-bawa.
"Ya bagus dong kalau kalian sudah kenal apa lagi kalian sudah memantabkan hati kalian untuk kelebih serius jadi mama tidak perlu repot-repot lagi untuk memperkenalkan Sere ke kakamu nak"Ucap mama Liam tersenyum bahagia.
Liam seakan tidak percaya karena penolakannya lah dia mencoba membawa wanita itu kerumahnya agar dia tidak menikahi Sere wanita yang dibenci itu bakalan menjadi istrinya nanti.
Liam lemas tak percaya kalau calon istri pura-puranya itu ternyata calon istri yang sesungguhnya.Liam menarik tangan Sere dan membawanya keruangan tempat dia biasa berkerja di dalam rumah.
"Ini semua pasti niat busuk kamu yang merencanakannya iya kan!!"Ucap Liam begitu arogan dan menakutkan itu membuat Sere mundur perlahan hingga ia mentok disudut meja jerja Liam.
__ADS_1
bersambung.....