PASANGAN SOMPLAK

PASANGAN SOMPLAK
Kepolosan Asih


__ADS_3

Tanpa terasa sudah dua bulan Asih bekerja di rumah Gladys, dengan perasaan bahagia Asih menerima uang gajinya yang berjumlah enam juta. karena bulan yang lalu Asih menolak dan meminta Gladys menyimpan kan nya..


Dengan tangan bergetar Asih menerima uang gaji dengan perasaan haru dan takut..


"Non, apa ini nggak kebanyakan?"tanya Asih dengan lugunya..


"Nggak Asih!"gaji kamu emang tiga juta sebulan itu termasuk bonus untuk mu..kata Gladys.


"Asih, nggak nyangka non, padahal dulu Asih di kasih uang cuma lima ribu.. dengan mengerjakan semua kerjaan rumah juga mengurus suami Asih yang lumpuh ..jawab asih dengan perasaan terharunya.


Yang lalu biarlah berlalu Asih..sekarang kan udah beda. lupakan masa lalu jadikan itu pelajaran untuk kedepannya ya. kata Gladys dengan mengusap pundak Asih dengan tatapan iba nya.


"Iya mbak, terima kasih.!.ucap Asih.


"Iya sama sama Sih, simpan lah uang kamu..apa kamu ada dompet kecil untuk menyimpan uang itu tanya Gladys..


Asih simpan di bawah kasur aja deh mbak kata Asih yang polos..


Jangan disimpan dibawah kasur Asih, simpan aja didalam dompet ini, saya punya dompet kamu simpan aja disini masukan kedalam lemari kamu..saran Gladys.


"Iya mbak!" sekali lagi terima kasih ya mbak.. ucap Asih dengan berlalu menuju kamarnya.


Kasihan Asih keluguan nya malah di manfaatkan orang.gumam Gladys.

__ADS_1


*


*


Pagi hari Gladys ngidam pengen makan Ikan nila bakar, dengan cekatan Asih membakar ikan di atas tempat pembakaran ikan.


Asih yang lugu memasukan arang serta ranting kedalam tempat untuk membakar ikan..Alhasil api pun menjadi besar hingga menimbulkan asap hingga keruang tamu.


Farel yang baru datang tersentak Kaget langsung berlari kedalam rumah mencari asal api..Saat dilihatnya Api berada disampingnya rumah dengan terburu buru Farel mengambil timba dan air langsung menyiram kearah api yang membesar.


"byuur....!".byuuur....!


"Banjir- banjir!" teriak Asih yang sedang duduk didekat api...dengan tubuh basah kuyup.


Farel tersentak kaget melihat ada wanita cantik dan manis yang tadi berteriak banjir berdiri dihadapan nya..dengan daster yang basah kuyup.


"Kamu, bidadari turun dari mana? tanya Farel dengan wajah cengo menatap kearah Asih.


"Saya bukan bidadari tuan, saya Asih pembantu mbak gladys!" jawab Asih dengan menundukan wajahnya.


"Asih" dimana banjirnya?" tanya Bu Jamilah yang berlari kearah samping rumah dengan nafas ngos-ngosan.


"Maaf" Bu milah nggak ada banjir, tadi Asih kaget karena ada air yang disiram mas ini ke arah Asih..Asih pikir ada banjir!" jawab Asih dengan Wajah malu malunya.

__ADS_1


"Loh mas Farel ko ada disini ?"tanya Bu Jamilah bingung..


Saya mau ngantarkan pesanan Oma Bu..tapi saat saya baru masuk, saya lihat ada asap jadi saya cari sumbernya dan saya siram. karena saya pikir tadi itu kebakaran!" jawab Farel dengan perasaan bersalah.


"Ko bisa kaya gitu," Sih?" tanya Bu Jamilah lagi.


"Asih mau bakar ikan nila Bu, soalnya mbak Gladys lagi ngidam ikan nila bakar..


karena Asih nggak tau mesti bakar dimana. jadi asih bikin Apinya disini..pake ranting kayu..jawab Asih dengan kepolosan nya.


Bu Jamilah langsung menepuk keningnya melihat tingkah polos Asih..


"Kamu ganti baju aja dulu!" Sih, sekalian kamu mandi biar saya aja yang bakar ikan nya ..perintah Bu Jamilah.


"Baik Bu milah..jawab Asih berjalan masuk menuju kamarnya.


"Dia beneran pembantu baru ya Bu?" tanya Farel dengan mata yang selalu melirik kearah Asih pergi.


Iya Nak farel..Namanya Asih..maafkan kesalahan nya tadi ya Nak..dia memang lugu dan polos orangnya..jawab Bu Jamilah dengan perasaan nggak enak.


Nggak apa apa Bu!"jawab Farel sambil tersenyum..


Sial ko Gladys nggak cerita ya kalau dia punya pembantu yang manis banget kaya gitu Desis Farel dengan pikirannya.

__ADS_1


__ADS_2