
sejak pertemuan pertama itu. Farel selalu mendatangi rumah Gladys dengan berbagai alasan agar bisa bertemu dengan Asih,
bahkan Oma pun menjadi incarannya agar rencana nya berjalan sempurna.
seperti siang ini.
_Oma ayo dong, temanin farel kerumah Gladys rengek farel..
"Mau ngapain kita kesana farel, masa iya tiap hari kita kesana.. ntar yang ada kamu di usir lagi sama Gladys..cerocos Oma Wijaya.
"Farel pengen ketemu sama Asih Oma..ayo lah Oma..paksa Farel.
Oma malas Farel..kamu ajak aja papamu sekalian silahturahmi. kan papamu udah lama nggak ketemu sama Gladys terakhir waktu gladys kena DBD, itu juga udah lama bangetkan..dengan senyum sabarnya Oma Wijaya memberi solusi pada Farel..
Oma bener juga nggak ada salahnya juga ya kan kalau Farel ajak papa kesana mumpung papa lagi di indo..gumam Farel.
"Halo Papa, ini farel pah..!"papa lagi sibuk nggak.. tanya Farel dengan penuh semangat.
"Papa nggak sibuk ko Rel, emang ada apa? tanya sang papa.
Farel pengen ngajak papa kerumah Gladys.
papa kan udah lama nggak bertemu dengan Gladys..sekarang Gladys lagi hamil loh pa..
bujuk farel dengan rayuan manisnya.
"Benarkah!"oke papa setuju. tolong kamu bantuin papa beliin hadiah untuk Gladys ya Rel..
.
Papa tenang aja ntar Farel beliin..ohya Pah farel jemput sekarang ya. kata farel dengan berlari ke arah luar .
"Dasar anak muda, kalau udah gila cinta lupa ucapkan salam pada orang tua..omel Bu Wijaya.
Farel yang berhasil membawa papanya, kini melajukan mobilnya menuju rumah Gladys.
Setelah tiba di depan rumah Gladys..
papa masuk aja duluan ya!" ntar Farel susul. kata Farel dengan memberikan hadiah untuk gladys ketangan papanya.
__ADS_1
"Emang kamu mau kemana Rel? tanya Papanya.
Farel cuma mau markir mobil disamping pohon itu pah..kata farel beralasan.
"Ya udah deh!"papa masuk duluan ya..ucap papanya farel.
"krieeeetk.....!"braaaaaK.....!
"Aduh" jerit Jamilah yang baru saja dari dalam, hendak membuang sampah tanpa sengaja kepalanya membentur sisi pintu karena pintu yang baru dibukanya malah terdorong .
"Maaf, maafkan saya mbak..!"kata papanya Farel kaget.
Tuan siapa dan mau nyari siapa?"tanya Jamilah masih mengusap kepalanya dengan sedikit ringisan.
"Saya Papanya Farel, dan saya kemari inggin melihat dan bertemu Gladys.. jawab pak Richard.
Kalau begitu silahkan masuk tuan, kebetulan Gladys nya ada dirumah hari ini. ucap Jamilah dengan membuka pintu lebih lebar.
Dengan perasaan bahagia Farel berjalan dari arah taman samping menuju dapur agar segera bertemu dengan Asih .
Farel kenapa lama sih...gumam pak Richard dengan menatap kearah belakang nya.
Tuan itu kenapa sejak tadi menatap kearah belakang sini sih, apa dia terpesona sama Milah ya. desis Jamilah dengan pedenya.
"Iya" terima kasih..!kata Richard kembali kepalanya menoleh kearah pintu luar..tapi tak terlihat bayangan putra nya.
Sementara Farel yang sudah berada di dapur sibuk merayu Asih dengan segala gombalannya.
Bu Jamilah tersentak kaget melihat kehadiran farel di dapur yang sibuk merayu Asih.
"Nak farel kenapa Disini..pantesan aja papanya nak Farel selalu melirik pintu luar. ternyata dia kehilangan anaknya rupanya..oceh Jamilah..
"Asih tolong bikin kan minuman segar untuk tuan Richard Di depan ya, sekalian ini bawakan kue sama pisang goreng nya. perintah Bu Jamilah pada Asih..
'Iya Bu!" jawab Asih dengan patuh dan cekatan mengerjakan apa yang dipinta Jamilah.
Setelah Asih pergi keluar, Farel masih berdiri di dapur itu menunggu kedatangan Asih.
Kenapa nggak ikut keluar juga nak farel?" tanya Bu Jamilah dengan usilnya.
__ADS_1
"Nggak apa apa Bu!"saya cuma pengen nunggu Asih disini aja.. ucap farel dengan berpura pura mengelap piring.
"Bilang aja nak farel takut dibusir sama Gladys.. seperti waktu itu..ucap Bu Jamilah dengan kekehannya.
"Iya Bu, ko ibu tau? tanya Farel dengan wajah memerah.
"ya tau lah, kan ibu makhluk nyata.. bukan makhluk astral, lagian ibu juga tinggal disini. jawab Bu Jamilah dengan gaya noraknya.
Jangan kasih tau Gladys, kalau saya disini ya Bu...saya mohon pinta Farel dengan wajah memelas.
"Jadi dari tadi kamu sembunyi di sini.. ucap sebuah suara dengan nada jutek.
"eh Gladys!" iya saya bantuin asih..jawab farel yang langsung salah tingkah.
"Bantuin Asih, apa pengen ngerusak Asih..kamu pulang nggak sekarang!" kalau kamu nggak pulang, Saya suruh si melky gigit kamu.. ancam Glafys dengan wajah dinginnya.
Jangan gitu dong dys, gue pengen Pedekate Sama Asih masa nggak boleh sih..kata Farel dengan wajah memelas.
"Nggak ada, jangan ganggu Asih lagi. sebel gue lihat wajah butek lo, kalau kemarin nggak gue pergoki bisa habis si Asih Kamu gerayangin.. omel Gladys.
Cinta boleh.. tapi jangan jadikan itu alasan untuk membuka jalan menuju kemesuman kamu..Asih gadis lugu..jadi jauhi dia kecuali kalau Lo beneran akan nikahin dia besok baru gue ijinin Lo deketin Asih.
"Gue janji akan nikahin Asih, tapi nggak bisa besok juga kali dys protes Farel.
Pulang sekarang atau melky yang gue suruh ngusir Lo..gertak Gladys..
"Gue...!". MELKy.
"Aaauuuuuum.....!"aauuuuumm..!
Seekor harimau keluar dari sebuah ruangan di samping taman dengan kondisi terikat rantai di lehernya.
Gladys mendekati harimau itu dan mengusap kepalanya dengan lembut..
Melihat tatapan garang melky, Farel langsung lari sekuat tenaganya karena takut dengan amukan melky.
"Mas farel mau kemana? tanya Asih didepan ruang tamu..
"Mas mau kabur..!jawab farel yang berhenti sebentar.
__ADS_1
Katanya cinta sama Asih, kenapa mas malah mau kabur?"tanya Asih.
Gue emang cinta sama Lo,.tapi gue juga masih sayang sama nyawa ..selamat tinggal asih..teriak Farel yang kembali berlari menuju mobilnya.