PEGASUS

PEGASUS
11 - Malas Berdebat


__ADS_3

Hallooooowww!


Shin update hari ini hehe


Jangan lupa ramein kolom komentar sama votenya yah ❤️


Happy Reading 🥰


🌸🌸🌸🌸🌸


Pegasus terkejut mendengar ucapan Yena yang memilih untuk pulang bersama temannya dibandingkan dirinya yang sejak tadi sudah bersabar menunggunya bercerita dengan teman-temannya. Pemuda tampan itu menahan diri untuk tidak tersulut emosi dengan perkataan Yena. Sejak satu tahun yang lalu perubahan sikap Yena begitu terlihat jelas. Gadis itu selalu terkesan cuek padanya ketika bertemu secara langsung, tetapi selalu memberikan perhatian lebih ketika mereka bercakap-cakap lewat sambungan telepon atau lewat pesan singkat.


Pegasus memilih untuk menarik Yena menjauh dari teman-temannya dan juga Star yang masih ada di tempat makan tersebut. Pemuda itu tidak ingin semua orang tahu pembicaraan mereka.


"Gue udah nungguin lo dari tadi di sini? Kenapa tiba-tiba lo mau pulang sama orang lain? Apa gunanya gue?" Pegasus melemparkan deretan pertanyaan pada Yena. Gadis itu terlihat mengembuskan napas berat lalu memutar bola matanya tampak malas.


"Gue gak minta lo nungguin gue di sini 'kan. Lagian gue balik ke Indonesia juga karena gue kangen buat main sama temen-temen gue." Yena menjawab pertanyaan Pegasus dengan sangat santai.


Pegasus menatap kedua bola mata Yena dengan tatapan tidak percaya. Bagaimana mungkin gadis itu sama sekali tidak menghiraukan perasaannya? Apa Yena sudah bosan berpacaran dengannya? Kepala Pegasus rasa ingin meledak ketika semua pertanyaan random itu muncul. Dengan menguatkan hati, pemuda tampan itu memberanikan diri mengajukan pertanyaan yang selama ini dirinya hindari.


"Apa lo udah bosen sama hubungan kita?" tanya Pegasus dengan suara beratnya.


Yena berdiri sambil bersedekap tangan di depan dada menatap lekat kedua mata Pegasus.


"Udah lama gue nunggu lo ngomong kayak begini ke gue. For Your Information, sejak gue pindah ke Singapore, gue udah nganggap hubungan kita berakhir. Kita cuma temen, enggak lebih sama sekali. Gue udah menghindar dari lo selama setahun, sengaja ngilang, tapi lo terus cari gue. Kesempatan hari ini gak akan gue sia-siain lagi buat bilang secara lantang ke elo, kalo mulai sekarang lo gak usah kejar gue lagi. Lo terlalu hambar buat jadi pacar gue. Okay! Gue harap lo udah jelas sekarang. Gue juga udah punya pacar sekarang." Yena menjelaskan semua perkataannya dengan sangat lugas membuat Pegasus berdiri diam, kehilangan kata untuk membalas ucapan gadis itu.


Kedua bola mata pemuda itu hanya memandang punggung Yena yang berjalan menjauh. Semua sudah seperti dalam bayangannya, hanya saja selama ini Pegasus memilih untuk menghindari itu dan menyangkal perubahan Yena padanya hanyalah sebuah permasalahan kecil karena mereka berhubungan jarak jauh. Akan tetapi, nyatanya Yena benar-benar sudah kehilangan perasaan.


Tatapan Pegasus beralih dan tidak diduga, matanya bersirobok dengan tatapan Star. Pemuda itu segera pergi dari tempatnya berdiri, memilih untuk pulang menenangkan diri. Akan tetapi, Pegasus merasa jika di belakangnya ada seseorang yang mengikutinya dan tebakannya pasti tidak meleset sama sekali. Pegasus yakin jika Star lah pelakunya. Namun, dirinya sama sekali tidak berniat untuk mencegah gadis itu.

__ADS_1


Ketika Pegasus sudah sampai di samping motornya, tiba-tiba sebuah telapak tangan mungil menahan helmnya.


"Gue nebeng dong. Ah- ralat! Anterin gue pulang, please!" Pegasus menatap gadis itu dengan dahi mengerut.


Pegasus mengambil telapak tangan Star yang menahan helmnya. "Ojek online banyak!" ketus Pegasus.


"Gue gak bawa duit. Eh- gue gak punya duit lagi," kata Star tanpa malu. Pegasus tidak ingin berdebat membuang tenaga dan memberikan satu buah helm pada Star. Tampak gadis itu tersenyum begitu lebar saat menerimanya.


🌸🌸🌸🌸🌸


Rasanya Star ingin menjerit dan melompat-lompat ketika Pegasus tidak menolak keinginannya. Sepertinya pujaan hatinya itu terlalu lelah untuk berdebat. Star sama sekali tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan emas yang datang padanya kali ini. Dirinya segera memasang helm dan berusaha untuk naik ke atas motor pegasus yang cukup tinggi.


"Lain kali pake motor matic aja, biar gak ribet," ucap Star sambil memegang pundak Pegasus dan membenahi rok sekolahnya agar tidak terangkat tinggi memamerkan paha putihnya.


"Berisik!" dengkus Pegasus.


"Buat nutupin kaki buluk lo!" Pegasus menyodorkan sweaternya pada Star. Gadis itu terbelalak terkejut dan mencengkeram kuat tas Pegasus untuk menahan diri agar tidak memekik kegirangan.


Keduanya keluar dari parkiran dan tanpa diminta Star menyebutkan alamat rumahnya. Meskipun tidak ada jawaban dari mulut Pegasus, tetapi gadis itu yakin jika pujaan hatinya mendengar dan tahu tujuan mereka. Pipi Star terasa keram karena tidak henti tersenyum sendirian di balik punggung Pegasus. Seperti ini saja, Star sudah merasa sangat senang dan bahagia, apalagi jika dirinya menjadi kekasih Pegasus.


"Pacar lo cantik." Star sengaja memancing Pegasus.


"Berisik!" gusar Pegasus.


"Pantes lo gak mau nerima gue. Pacar lo cantik banget." Star terus memancing Pegasus agar bercerita lebih banyak.


"Lo mau gue turunin di sini?" Star memukul pundak Pegasus.


"Dih, jahat banget si lo, Kuda lumping! Gue cuma ngomong doang, 'kan omongan gue fakta." Terdengar helaan napas Pegasus ketika mendengar perkataan Star.

__ADS_1


"Kenapa lo gak balik sama cowok lo aja sih? Ngapain nebeng gue gini? Nyusahin!" gerutu Pegasus.


"Hah?! Cowok? Lo ngadi-ngadi yah? Gue gak punya pacar. Lo aja gak nerima gue, gimana gue punya pacar?" sungut Star.


Terdengar decakan dari mulut Pegasus. "Ternyata semua cewek sama aja," celetuk Pegasus.


"Ih, maksud lo apaan? Bisa-bisanya nyamain gue sama cewek lain. Beda keleus!" sanggah Star tidak terima.


"Jangan-jangan lo nyangka kalo gue sama Air pacaran lagi? Dih! Dia itu sahabat gue. Water yang suka sama dia, masa iya- gue ngerebut gebetan sahabat gue sendiri. Gue ini orang yang setia, pantang menyerah dan penuh kasih sayang, apalagi kalo lo jadi pacar gue." Star mencolek punggung Pegasus dengan ujung telunjuknya.


"Bullshit!" sindir Pegasus.


"Lo gak percaya sama ucapan gue? Ya udah, kita buktiin aja. Ayo, pacaran!" tantang Star tanpa ragu. Pegasus menggeleng tidak habis pikir, bagaimana mungkin Star berani mengajaknya berpacaran berkali-kali meskipun sudah dirinya tolak? Di mana Star membeli rasa percaya diri yang tinggi itu? Pegasus tersenyum kecil di balik kaca helm memikirkannya.


Tidak ada jawaban apa pun dari Pegasus membuat Star mendesah pasrah. Lagi-lagi, upayanya gagal. Akan tetapi, dirinya sama sekali belum memiliki keinginan untuk menyerah. Star akan mencobanya lagi di lain kesempatan.


Tanpa terasa motor sport hitam milik Pegasus sudah masuk ke dalam komplek perumahan Star. Star mengarahkan Pegasus agar sampai tepat di depan rumahnya. Star tersenyum senang ketika turun dari motor Pegasus. Gadis itu segera merogoh isi salah satu ruas tasnya dan berjijit untuk menaruh plester luka yang bergambar emoticon senyum di atas helm yang dipakai Pegasus. Pemuda itu sendiri hanya bisa membelalakkan mata dan patuh dengan apa yang dilakukan Star padanya.


"Lo berhak bahagia. Mungkin sekarang lo gagal, tapi mungkin ini adalah jalan untuk lo menyambut sesuatu yang lebih baik lagi di depan sana. Semangat yah, Kuda tampan!" Star menyodorkan helm yang ia pakai.


Gadis itu berjalan santai masuk ke dalam pelataran rumahnya sambil melambaikan tangan serta tersenyum lebar pada Pegasus.


"Gue tunggu di depan sana," gumam Star sambil berdiri menatap kepergian Pegasus.


🌸🌸🌸🌸🌸


Kalo nemu typo tolong koreksi yak!


Ini cerita remaja, jadi please jangan ngarep konflik kayak badai topan tornado pokoknya!

__ADS_1


__ADS_2