
Hallo, akhirnya bisa temu kangen lagi sama kuda ganteng!!
Yuk, yuk! Jangan lupa komen, votenya dikasih buat bab ini yah.
TENANG GENGS! CERITA INI GAK AKAN NGURAS PIKIRAN KALIAN. CERITA INI TUH CERITA RINGAN, CUKUP BEBAN HIDUP YANG BERAT, ISI CERITA BEBBYSHIN, JANGAN! Kasian otaknya hahaha
Happy Reading, Bebs!
๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ
Star melompat-lompat kegirangan ketika Pegasus tidak terlihat lagi dari matanya. Gadis itu berjoget-joget tidak jelas untuk merayakan hari di mana pertama kalinya dirinya bisa merasakan diantar pulang oleh pujaan hati. Akan tetapi, secara tidak sengaja Star menyenggol ujung meja dan berakhir mengenaskan di lantai. Dirinya meringis kesakitan, tetapi detik berikutnya bibirnya tiba-tiba terangkat sisi kanan dan kiri kembali teringat akan kejadian beberapa menit yang lalu.
"Anjirrr! Kemajuan yang pesat!" gumam Star.
"Gila, Star, lo emang the best banget. Ayo, semangat terus! Usaha gak akan mengkhianati hasilnya. Cayo!" Star menyemangati diri sendiri.
Gadis itu berdiri lalu berjalan tertatih masuk ke dalam rumah. Suasana sunyi senyap menyambut kedatangan Star. Mamanya mengirimkan pesan padanya jika sedang arisan, sedangkan papanya sedang bekerja. Star punya seorang adik laki-laki yang masih berusia 3 tahun bernama Apollo.
Gadis itu segera membuat status di story instagramnya dengan foto selfie sedang memamerkan deretan gigi putihnya.
Caption: Gaskeun ngeng ngeng ngeng! ๐๐ ๐ฆ Yok! Bisa yok!
Star terkekeh sendiri melihat caption ambigu yang dibuatnya, apalagi dirinya sengaja memention akun instagram Pegasus dengan ukuran sangat kecil dan tersembunyi, sehingga hanya pemuda itu yang bisa melihatnya, karena akan masuk ke dalam notifikasi. Bisa saja orang lain melihatnya, jika mereka memiliki mata yang sangat jeli.
๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ
Pegasus memarkirkan motornya di garasi rumahnya. Seorang wanita berusia 20 tahunan duduk santai di teras rumah sambil melirik ke arah Pegasus yang baru sampai dan masih duduk di atas motor sportnya.
"Ngapain lo bengong di sana?" Wanita bernama Laire Galaxy penasaran dengan yang dilakukan Pegasus di atas motornya.
Pegasus hanya memandang saudara perempuannya yang tampak penasaran dengan kelakuannya. Namun, pertanyaan Laire diabaikan begitu saja oleh Pegasus.
"Dih, kebiasaan. Susah ngomong sama tembok!" sungut Laire.
__ADS_1
Laire adalah kakak perempuan Pegasus, mereka tiga bersaudara. Pegasus adalah anak nomor 3 alias bungsu. Pegasus memiliki 1 kakak laki-laki bernama Scorpio Sirius dan 1 kakak perempuan bernama Laire Galaxy. Ketiga bersaudara itu memiliki nama yang berkaitan dengan alam semesta, karena orang tua Pegasus adalah seorang astronom.
Pegasus membuka helm yang dikenakannya dan menatap sebuah plester bergambarkan emoji senyum. Seketika kedua sudut bibirnya berkedut tersenyum kecil melihatnya.
"Idiot!" gumam Pegasus sembari melepas plester tersebut lalu melemparnya ke dalam tempat sampah.
Pegasus sama sekali tidak memiliki keinginan untuk menyimpan plester yang ditempelkan oleh Star di helmnya. Dirinya merasa plester tersebut merusak sisi estetik helm kesayangannya. Pegasus melewati kakaknya begitu saja, melangkah menuju kamarnya. Pemuda tampan itu duduk di pinggiran ranjang sambil menyugar rambutnya.
"Aneh! Kenapa gue sama sekali gak hancur, patah hati kayak orang-orang yang habis putus cinta atau ditinggalin seseorang yang berarti yah?" Pegasus bermonolog, bertanya pada dirinya sendiri.
"Seharusnya gue ngerasa galau, tapi kenapa sekarang gue biasa aja? Atau enggak, gue seharusnya sekarang marah-marah sama Yena. Bahkan gue bisa aja ngikutin ke mana dia pergi buat mempertahani hubungan kami. Kenapa sekarang malah gue duduk diem di sini sambil mikir doang?" Pegasus mengembuskan napas panjang sembari berpikir keras dengan perilakunya sendiri.
Pemuda tampan itu merebahkan tubuhnya ke atas kasur dengan sebelah lengan menjadi tumpuan kepalanya.
'Lo berhak bahagia. Mungkin sekarang lo gagal, tapi mungkin ini adalah jalan untuk lo menyambut sesuatu yang lebih baik lagi di depan sana. Semangat yah, Kuda tampan!' Perkataan Star tiba-tiba muncul membuat Pegasus mendadak duduk.
"Kenapa si Es Teler bisa bilang begitu sama gue yah? Apa dia tau, kalo gue abis putus sama Yena? Tapi bukannya- posisi gue berdiri sama dia duduk itu lumayan jauh? Kok dia bisa ngasih kata-kata mutiara kayak gitu. Astaga?! Ngapain gue repot-repot mikirin ucapan dia. Gak penting banget!" Pegasus beranjak dari kasur untuk membersihkan diri dari semua pikiran yang penuh cabang di dalam kepalanya.
๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ
Star tersenyum lebar menatap Pegasus yang pandangannya lurus ke depan. Mengabaikan keberadaan gadis itu.
"Kuda, kalo lo udah buka hati, jangan lupa kabarin gue yah. Gue siap meluncur kapan aja buat ngisinya. Gue kontrak seumur hidup." Star mencoba memancing reaksi Pegasus.
"Dasar playgirl!" sindir Pegasus yang didengar dengan baik oleh Star. Gadis itu segera mencekal lengan Pegasus dan keduanya menghentikan langkah mereka lalu saling pandang satu sama lain.
Pegasus memberi isyarat agar Star melepaskan cekalan di lengannya, tetapi Star berpura-pura tidak peka dengan kode Pegasus.
"Kenapa lo ngatain gue playgirl? Emangnya cowok gue banyak? Kapan gue pacaran? Gebetan aja gak dapet-dapet padahal udah gue pepet tiap hari," rutuk Star.
"Bullshit!" umpat Pegasus.
"Ih- lo ini, ngomong gak jelas. Atas dasar apa lo bilang gue playgirl? Coba lo jelasin dulu ke gue." Star mendesak Pegasus.
__ADS_1
Baru saja Pegasus hendak membuka mulut menjawab pertanyaan Star, sebuah suara panggilan menginterupsi, sehingga keduanya menoleh ke sumber suara. Tangan Star seketika dilepas paksa dan dientakkan begitu saja oleh Pegasus.
"Pergi sana sama baby sitter lo!" Pegasus meninggalkan Star dengan ekspresi kesal membuat Star mengerutkan dahi sambil bertanya di dalam hatinya.
"Lo diapain sama Pegasus? Lo gak kenapa-kenapa 'kan?" Air memeriksa keadaan Star dengan wajah khawatir. Star yang menepis tangan Air begitu saja lalu menyemburkan kekesalannya pada sahabatnya itu.
"Lo ngapain sih, Ir?! Emangnya Pegasus mau ngapain gue? Lo aneh banget!" sungut Star. Dengan sedikit mengentakkan kaki, Star berjalan mendahului Air.
Air berjalan cepat mensejajarkan langkah kakinya dengan sahabat cantiknya itu dan mencoba memberi penjelasan agar Star tidak marah padanya.
"Gue cuma mastiin kalo lo gak kenapa-kenapa. Tadi gue liat, tangan elo dientak oleh Kuda jelek itu. Liat, merah gitu." Air menunjuk pergelangan tangan Star membuat gadis cantik itu menarik napas panjang lalu mengembuskannya kasar. Star berhenti berjalan dan menarik tangan Air menuju belakang kelas.
Star menatap lekat Air dengan tatapan kesal. "Gue gak tau ada apa sama sikap lo akhir-akhir ini ke gue. Lo tau 'kan kalo gue itu manusia paling peka sama sesuatu. Lo juga pasti udah tau jelas sama prinsip yang gue pegang teguh selama ini, sejak kita kenal. Kalo lo lupa, gue bakal ngingetin lo lagi sekarang. Gue bukan tipe orang yang bakal jatuh cinta sama sahabat gue sendiri. Jadi, please, kalo lo punya perasaan lebih dari sahabat sama gue, apalagi lo jatuh cinta sama gueโlebih baik, lo lupain dari sekarang, sebelum lo kecewa lebih dalam sama gue." Star mengatakan semua hal itu dengan tegas membuat Air tercengang. Pemuda itu sampai kehilangan kata untuk menanggapi ucapan blak-blakan Star padanya.
"Apa gue gak punya celah sedikit pun di dalam hati lo, Star?" gumam Air ketika Star sudah beranjak pergi meninggalkannya sendirian.
"Nambahin kerjaan aja emang si Air! Udah pusing cari cara biar Pegasus luluh, malah ribet sama friendzone-friendzone-an! Duh, ribet banget emang," rutuk Star.
๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ
Di antara pohon hias tidak jauh dari tempat Air dan Star berbincang secara rahasia, Pegasus mendengar semua pembicaraan kedua orang itu. Pemuda tampan itu tidak menyangka jika Star sangat tegas dalam memberikan jawaban untuk memperjelas batas hubungannya dengan Air. Pegasus menghela napas kasar.
Tiba-tiba Pegasus teringat akan percakapannya dengan sahabat baik Star yang beberapa waktu lalu.
"Jauhi Star!" kata Air. Pegasus diam. Memperhatikan dengan lekat wajah pemuda yang berdiri di hadapannya.
"Omong kosong!" Pegasus meninggalkan Air.
"Gue suka sama Star. Jadi, lo jangan jadi penghalang di antara kami. Hubungan gue sama Star sekarang mulai renggangโitu karena lo!" ucap Air lantang.
Pegasus berhenti melangkah dan meremas kuat botol air mineral yang masih berisi seperempat di dalam genggamannya. Pegasus berbalik dan menatap Air tajam.
"Seharusnya lo ngomong langsung sama sahabat lo. Jangan pernah deketi gue!" desis Pegasus yang terlihat menahan emosinya.
__ADS_1
"Sial!" umpat Pegasus sembari melanjutkan langkahnya.
Mengingat peringatan keras Air padanya dan hari ini dirinya mendengar peringatan keras Star pada Air membuat sebelah sudut bibir Pegasus terangkat. Pemuda itu tersenyum samar. Entah mengapa dirinya tiba-tiba merasa senang. Pegasus bersiul menuju kelasnya.