
Juni 2008..
Hari itu adalah hari pertama bagi Nia memasuki fase baru dalam hidupnya, karena ia sudah memasuki tahap awal masuk salah satu Sekolah Menengah Atas favorit di daerahnya, SMAN 01 Mataram begitulah sekolahnya dikenal dalam masyarakat. Sekolah yang dimasuki Nia merupakan sekolah idaman yang sudah lama diinginkan, dan betapa bersyukur dirinya ketika mengetahui bahwa ia diterima pada sekolah impiannya.
Seperti biasa pada awal masuk, siswa-siswi baru akan mengikuti masa orientasi untuk pengenalan sekolah yang akan mereka masuki.
Nia terlihat begitu antusias untuk mengikuti acara yang diadakan pihak sekolah hari itu.
Tergabung dalam gugus 3, disanalah Nia pertama kali bertemu dengan Andi, selaku kakak tingkat perwakilan OSIS yang bertugas sebagai pemandu bagi gugus 3.
__ADS_1
Sejak awal bertemu, Nia sudah merasakan bahwa virus merah jambu mulai menghinggapi dirinya. Ia terkesan dengan sikap sederhana, santun, humoris, disertai dengan ketaatan kakak tingkat yang baru dikenalnya beberapa hari itu, dalam hal beribadah. Nia berpikir "Apakah mungkin ini yang dinamakan *love at the first sight* ?".
Terlebih lagi pada saat itu, Andi dirasakan Nia memberikan perhatian dan terkadang sesekali melempar senyum pada dirinya. Mulai dari membuka pintu gerbang sekolah bagi Nia ketika terlambat, ikut menghitung hukuman yang diberikan kepada Nia oleh salah satu kakak pembina dari gugus lain, serta menyuruh Nia untuk bergegas duduk kembali agar terhindar dari hukuman lanjutan. Memikirkan semua hal itu, membuat dirinya tertawa sendiri di saat tidak ada yang melihat.
Mulai dari alamat rumah sampai semua kebiasaan Andi, selalu mendapat perhatian Nia.
Namun satu hal yang diketahui Nia setelah mendapatkan semua informasi tersebut, Andi tidak memiliki nomor handphone yang bisa dihubungi, karena orang tuanya melarang Andi untuk memegang salah satu alat elektronik yang pada saat itu sudah cukup tenar dikalangan remaja.
__ADS_1
Kebiasaan Andi dalam hal membantu pekerjaan rumah ibunya seperti menyapu, mencuci piring, menyiram tanaman membuat Nia semakin terkesan. Segala hal apapun tentang Andi selalu membuatnya terkesan.
Dan satu fakta yang mengejutkan bahwa Andi tidak pernah dekat dengan perempuan manapun sampai saat itu.
Andi bagaikan penyemangat bagi Nia untuk terus melakukan hal-hal positif dalam segala hal.
Pada suatu waktu, ketika sekolah menerapkan program swipping class, setelah proses masa orientasi berakhir dan angkatan baru resmi menjalani proses belajar mengajar di sekolah.
Kelas yang ditempati Nia akan digunakan oleh kelas Andi, hari itu Nia sedang mengadakan ujian. Ketika sedang asyik menjawab soal yang diberikan, mata Nia tertuju pada seseorang yang berdiri tepat menatap ke arahnya dari luar jendela kelas. Ternyata orang itu adalah Andi, begitu terkejutnya Nia setelah mengetahui bahwa orang yang sedang menatap ke arahnya adalah Andi.
Setelah bertatapan beberapa saat, Nia langsung mengalihkan pandangannya dan berusaha fokus menjawab soal ujian. Meskipun dalam hati ia bergumam "Mengapa jantungku berdegup lebih kencang dari biasanya ?".
__ADS_1
Dengan disertai degupan jantung yang semakin tak menentu, keinginan untuk menghindar dari tatapan Andi, Nia bergegas menyelesaikan soal ujian, dan langsung keluar dari ruang kelas dengan perasaan yang semakin tak menentu.