Pelangi Penantian

Pelangi Penantian
Pertanda


__ADS_3

 


Usai menyelesaikan soal ujian, dan berusaha untuk mengalihkan pandangan dari Andi, Nia memasuki ruang kelas baru dengan berbagai macam pertanyaan dalam benaknya.


"Ada apa dengan Andi? Mengapa ia menatapku begitu tajam?"


 


Pada saat itu kelas mereka ternyata berseberangan. Dan tanpa sengaja mata Nia kembali tertuju pada sosok Andi yang berada di seberang, sedang bercanda dengan sekelompok temannya. Tertawa lebar dengan sedikit lesung pipi yang membuat Nia tanpa sadar ikut tersenyum dari kejauhan.


Ketika Andi menatap balik ke arahnya, langsung saja dengan spontan ia mengalihkan pandangan ke arah lain.


Andi kemudian menutup tirai penutup jendela yang ada disampingnya agar tidak terlihat lagi. Begitu seringnya ia mengalami hal aneh menurut versi dirinya, selanjutnya membuat Nia menjadi semakin bertanya dalam hati.


 

__ADS_1


"Ada apa dengan seseorang yang ia kagumi?"


"Mengapa semua terasa aneh?"


Setiap kali ia merasa Andi berada di dekatnya, pasti hal itu memang benar adanya, ketika ia memikirkan sesuatu tentang Andi, maka memang benar hal itu akan terjadi.


 


Sepulang sekolah, Nia bertanya pada seseorang yang dianggap bisa dipercaya, dan sudah biasa menjadi tempat berkeluh kesah tentang semua hal atau masalah yang dialami selama itu. Wanita paruh baya 40 tahun, yang dianggap sudah seperti ibu sendiri, karena sudah lama bekerja di rumahnya. 


 


" Hal aneh seperti apa ? Bukannya selama ini kamu selalu semangat dan baik-baik saja sepulang sekolah?" sambut Bibi Linda sembari mencuci piring di dapur, sementara Nia masih terlihat bingung dengan apa yang dialaminya.


" Memang baik Bi, hanya saja ada beberapa hal yang kadang mengganjal dan di dalam kepalaku sudah penuh akan berbagai macam pertanyaan mengenai hal aneh yang terjadi di sekolah."

__ADS_1


"Baiklah, sekarang coba ceritakan hal aneh apa saja itu nona Nia?" goda Bibi Linda menyikut tangan Nia.


" Begini bi, di sekolah ada seorang kakak tingkat yang bersikap aneh kepadaku, dia sangat baik, santun, dan yang paling penting ia rajin beribadah. Sejak pertama kali bertemu sampai saat ini, setiap kali aku meyakini dan memikirkan bahwa dia ada di sekitarku, pasti hal itu benar terjadi, seperti kemarin sewaktu aku sedang mengantri untuk mengambil motor sepulang sekolah, tiba-tiba saja jantungku berdegup lebih kencang, aku merasa aneh mengapa secara tiba-tiba seperti itu ? Dan ternyata ia ada tepat di belakangku sedang mengobrol bersama temannya, padahal sebelumnya aku belum menyadari keberadaannya."


" Selain itu apalagi yang kamu rasakan ? Aneh ya rasanya ?" Bibi Linda mengernyitkan dahi mendengarkan cerita Nia sambil menahan tawa.


" Aneh... benar-benar aneh aku sama sekali tidak mengerti dengan kak Andi." ucap Nia menggelengkan kepala.


" Ternyata ada yang sedang jatuh cinta ya sekarang ?" goda Bibi Linda sembari mencubit lengan Nia pelan.


"Auuww... sakit biibii... lagian siapa juga yang jatuh cinta." sambut Nia, pipinya memerah digoda oleh Bibi Linda seperti itu.


"Percayalah mungkin saja dia juga menyukaimu, tetapi masih malu untuk mengungkapkan. Antara kamu dengan dia ada seperti benang merah yang menghubungkan, orang-orang sering menyebutnya kontak batin." ungkap Bibi Linda menjelaskan Nia.


Ditatapnya Nia dengan sedikit tersenyum, melihat tingkah Nia yang sedang jatuh cinta namun belum tersadari. Di sisi lain, Nia merasa semakin aneh dengan pernyataan Bibi Linda, jika memang benar adanya mengapa Andi tidak pernah menunjukkannya ? Atau kemungkinan Andi sudah memiliki seseorang yang ia sukai ? Nia juga sadar bahwa orang yang dikagumi adalah salah satu kakak pembina OSIS incaran dan idaman para cewek, membuat Nia merasa semakin tidak yakin akan perasaannya, karena sadar dan ia tau bahwa mengharapkan Andi sama halnya dengan melakukan pekerjaan sia-sia. Bagaikan pungguk merindukan bulan begitulah satu peribahasa yang menggambarkan dirinya. Hanya waktu dan takdir yang bisa menjawab semua pertanyaan gila yang muncul dalam benak Nia sampai saat itu.

__ADS_1


__ADS_2