Pemanah Itu Adalah Milikku

Pemanah Itu Adalah Milikku
HAL 1 = PEMBURU DAN PENOLONG


__ADS_3

Di siang hari yang dingin, Di suatu tempat yang selalu di selimuti salju di setiap musim nya.


Langit berwarna keabu-abuan terbentang di langit, Tapi salju masih belum turun.


Ini adalah kisah seorang pemuda yang tinggal di suatu Region dingin, Di Aotear Earth.


Di Aotear Earth terbagi menjadi enam region berbeda dengan di setiap Region nya memiliki kekuatan dan rahasia nya masing-masing.


Dan sekarang kita akan memasuki kisah Region Iceblight, Sebuah Region yang tertutupi oleh salju.


Di suatu klan di Region Iceblight, Hidup lah seorang pria muda yang akan menjadi salah satu legenda....?


***


Hallo, Sekarang aku sendiri lah yang akan menceritakan Kisah ku pada kalian semua.


(Maaf ya narator).


Nama ku adalah Junni, Aku adalah pria muda yang berusaha untuk menjadi seorang prajurit tempur untuk menghidupi adik-adik ku yang masih kecil, Aku tinggal di Region Iceblight, Klan Blowice.


Aku akan memulai kisah ku dari sebuah peristiwa yang terjadi di masa lalu ku.


Saat itu aku dan ayah ingin pergi berburu ke hutan untuk mencari makanan, kami pergi bersama meniggalkan rumah dan adik-adik saya, Melihat kebelakang aku melihat kedua mata adik-adikku yang mengisyaratkan " berhati-hatilah, kami akan menunggu mu pulang ".


Saat aku dan ayah ku sudah sudah berjalan jauh sampai di tengah hutan, Peristiwa tragis ini akan di mulai, Aku mendengar suara langkah kaki segerombolan orang yang berasal dari kejauhan.


Saat aku mendengar suara itu perasan ku menjadi tidak enak, Dan tiba-tiba ada suara yang terdengar seperti suatu benda yang melesat dengan cepat, Suara itu berasal dari arah suara langkah kaki itu.


Saat suara itu kian mendekat, Dan aku baru tersadar itu adalah suara anak panah yang melesat.


Anak panah itu seketika menusuk dada ayah ku yang saat itu sedang lengah.


Waktu seraya melambat.


Seketika itu juga ayah ku jatuh dan tergeletak di tanah yang bersalju ini, salju di sekitar nya menjadi warna merah dan saat itu juga ayah ku langsung menyuruh ku lari sejauh mungkin.


Aku bersikeras untuk tidak meninggalkan nya dan aku juga ingin menyelamatkan nya. Tapi Ia berkata


" Jangan sia-siakan waktumu nak, Setiap detiknya berharga untuk nyawa mu, Cepat lari nak ". Ucap ayah ku.


Saat itu aku tersadar bahwa suara langkah kaki itu mulai mendekat ke arah kami.


" Nak lari nak !!!, jaga adik-adik kecil mu ya ". Ucap Ayah ku sudah sekarat.


Aku pun akhirnya berlari dan bersembunyi di dalam semak, dan di situ aku melihat segerombolan orang itu pun datang di hadapan ayah ku, Aku melihat mereka menginjak ayah ku yang sudah tidak berdaya itu.


Di situ aku melihat seberapa kejamnya mereka, Ayah ku di perlakukan layak nya sebuah buruan.


Di situ aku hanya bisa pasrah melihat ayah ku yang siksa sambil menahan semua tangisan ku.


Lalu ada satu pemburu yang melihat ke arah ku yang berada di dalam semak.

__ADS_1


di situ aku sangat ketakutan, dan pemburu itu langsung menembakkan busur panah nya ke arah semak.


Tetapi, saat itu aku sontak lari dan kabur ketakutan, aku berlari sekencang kencangnya untuk pergi menjauh dari para pemburu itu.


Beberapa dari mereka langsung berlari untuk membunuh ku. Sembari berlari, mereka menyiapkan dan menembakkan anak panah ke arah ku.


Aku berhasil menghindari setiap anak panah mereka, Tapi aku tetap terkena anak panah di bagian lengan atas ku dan aku juga mendapat luka sayatan di pinggul perut ku.


Lalu aku terjatuh karena tersandung batu dan aku terguling ke bawah tebing,


Di saat itu aku sudah sangat lemah karena luka-luka yang aku alami dan mereka juga mendekat ke diri ku yang tidak bisa berlari lagi.


Dengan pisau yang mereka pegang, Mereka mendekati ku.


Tetapi, tiba-tiba aku mendengar suara anak panah yang melesat lagi menuju ke arah ku.


Dan anak panah itu menusuk ke para pemburu itu, Tapi ada sesuatu yang aneh.


Anak panah itu terlihat terbuat dari es dan di waktu yang sama para pemburu itu membeku menjadi es.


Di belakang para pemburu itu muncul lah seorang wanita dengan jubah, busur panah dan rambut indah nya yang tergerai angin.


Aku melihat nya dan dia melihatku, Aku memandangi nya dengan tatapan penuh takut.


Lalu dia langsung menghampiri ku dan memberikan ku sebuah ramuan penyembuh.


Seketika aku merasa bingung kenapa dia memberikan ku sebuah ramuan penyembuh, Dan jika di lihat lagi, Dia memang berbeda dengan kelompok pemburu yang mengejar ku.


" Siapa kamu dan kenapa kamu menolong ku ". Junni.


" Memang nya kenapa jika aku menolong mu, kau sudah terluka dan lalu kau juga sedang di kejar para pemburu itu yang mencoba untuk membunuh mu kan ". Si wanita pemanah.


" Lalu apa yang kamu lakukan disini, dan kenapa kamu bisa di kejar-kejar para pemburu itu ". Si wanita pemanah.


" Saat itu aku dan ayah ku hanya mencari hewan buruan di hutan ini ". Junni.


" Apakah orang yang di bawa oleh para pemburu itu adalah ayah mu ".Ucap si wanita pemanah.


" Hahh!!, bagaimana kau bisa tau ? ".


Aku yang bertanya dengan rasa bingung dan sedih.


" Tadi aku melihat para pemburu itu menusuk ayah mu dan kemudian kamu keluar dari semak dan di kejar para pemburu yang lain ".


Jawab si wanita pemanah.


" Apa ayah ku baik-baik saja ".


Aku yang menjawab dengan perasaan cemas dan gelisah.


" Sayangnya tidak, setelah aku menghabisi para pemburu yang membawa nya, Dia meminta ku untuk menyelamatkan mu, Lalu dia langsung tewas di tempat ".Jawab si wanita pemanah.

__ADS_1


" Terima kasih karena telah menyelamatkan aku dan ayah ku, walaupun dia tak selamat ".


Ucap Junni.


Setelah itu aku dan si pemanah itu pergi untuk melihat mayat ayah, Sembari bersedih aku mendo'akan nya, lalu Aku pun pergi meninggalkan ayah.


Karena luka yang aku alami, Aku pun di bantu oleh sang wanita pemanah itu keluar dari hutan.


Saat aku dan dia telah sampai di luar hutan, dia bilang :


" Baiklah sampai di sini saja, aku harus kembali ke tempat ku ".


Ucap si wanita pemanah.


" tunggu dulu !!"


Jawab aku.


" Ya, ada apalagi ? ".


Jawab si wanita pemanah.


" eeehh ,tidakk ,aku hanya ingin, eemm ".


Ucap aku yang sedikit malu.


" Lalu apalagi mau mu ? ".


Jawab si wanita pemanah.


" Ehh A...aanu aku hanya ini tau siapa nama mu".


Ucap aku yang grogi.


" Baiklah, nama ku adalah Senna ".


Jawab Senna si wanita pemanah.


Setelah itu, aku pun meminta pertolongan ke warga desa lain nya dan menceritakan kejadian saat aku di hutan.


Setelah itu keesokan hari nya di gelar hari pemakaman ayah dan kami sekarang harus hidup bertiga tanpa ayah.


Dan di hari itu juga aku harus siap menjadi tulang punggung keluarga, dan aku berniat mengikuti pelatihan ksatria agar bisa menafkahi adik-adik ku.


Aku menitipkan adik-adik ku kepada bibi dan paman, dan selama 2 tahun aku akan mengikuti pelatihan ksatria demi adik-adik ku. itulah janji yang aku akan selalu pegang di tangan ku.


Selama 1 tahun itu aku terus berusaha dan setelah melewati pelatihan ksatria akhirnya aku menjadi ksatria muda yang hebat dan selalu menang di setiap perang yang aku ikuti.


Dan selama 2 tahun menjadi ksatria akhirnya aku di angkat menjadi salah satu jendral dari klan Blowice


Dan itu lah yang aku alami untuk menjadi seorang ksatria lalu diangkat lagi menjadi seorang jenderal. dan akhirnya aku berhasil menafkahi adik-adik ku dan membayar balas budi ku pada paman dan bibi ku.

__ADS_1


Tapi aku merasa masih ada satu hal lagi yang harus aku dapat kan yaitu adalah si wanita pemanah yang pernah menolong ku dulu yaitu Senna.


__ADS_2