
Nama ku Junni, Aku tau
kamu sudah tau siapa diriku.
Aku adalah seorang pria berusia 22 tahun yang sekarang sudah menjadi seorang jenderal besar, tapi sebelum aku menceritakan Kisah ku
Aku akan memperkenalkan adik-adik ku yang sekarang sudah besar
Yang pertama adik perempuan ku yang bernama Lia dan sekarang dia sudah berusia 17 tahun
Sedangkan adik laki laki ku yang bernama Felix dan dia juga sekarang sudah berusia 13 tahun
Ya, Sekarang mereka sudah remaja.
pertumbuhan anak-anak memang cepat ya.
Tapi sekarang setidaknya aku berhasil menempati janji ku untuk menjaga dan menafkahi mereka.
(Walaupun aku menitipkan mereka ke rumah paman dan bibi selama 2 tahun)
Sebenarnya aku sudah hampir melupakan si pemanah itu karena selama 3 tahun aku fokus untuk menjadi pejuang, tapi saat aku sedang berjalan jalan di sekitar hutan aku melihat ada anak panah yang terbuat dari es, menancap di sebuah pohon
Itu membuat ku mengingat kejadian di masa lalu.
Lalu aku juga sempat melihat ada seseorang yang memakai jubah dan membawa panah nya sedang berjalan menjauh dan kemudian sosok itu pun menghilang tertutupi salju yang mulai turun dengan lebat.
Awan sudah menunjukkan bahwa badai salju akan datang sebentar lagi, Lalu Lia pun memanggil ku dari kejauhan untuk menyuruh ku kembali ke rumah.
Di situ aku berharap bisa bertemu lagi dengan nya.
" Kakak melihat apa tadi seperti nya serius ". Lia.
" Tidak, tidak ada apa-apa, Kakak hanya mengingat kejadian itu lagi ". Junni
" Pasti ayah sudah tenang di atas sana ". Lia.
" Oh iya kak, kapan kakak akan menikah ". Lia
" Haduhh, itu nanti saja ". Junni.
" Kakak ini kan sudah berusia 22 tahun, seharusnya kakak sudah harus menikah, nanti kalo sudah tua susah loh cari pasangan ". Lia.
" Iya iya nanti kakak usaha kan, lagian kakak kan bekerja juga demi menafkahi kalian ". Junni.
" tenang saja kak, setelah aku berumur 19 tahun, aku akan di menikah oleh Dion karena kemarin dia melamar ku ".
Lia.
" Aapaaaa !!, kamu dilamar si Dion, tapi dia kan junior kakak ". Junni.
" Memang nya kenapa sejak kecil kami kan sudah bersahabat dan lagi dia kan sudah bisa menghasilkan uang sendiri ".
Lia.
" Padahal kakak bekerja juga untuk mu tapi kamu malah membuang kakak ". Junni.
" Apaan sih kakak ". Lia
" Tapi, emang kamu sudah siap menjadi seorang istri ". Junni.
" Kakak ini tidak peka ya, aku ngomong semua ini karena aku ingin minta izin untuk memasuki pembelajaran tata etika seorang istri ". Lia.
" Berarti kamu akan pergi dari rumah ". Junni.
" Tentu saja, aku akan menginap di asrama dan belajar di sana ". Lia.
" Kamu jahat, masa kamu mau tinggalin kakak sihh ". Junni.
" Iiihhh Kakak, ini kan juga untuk kebaikanku, nanti jika aku sudah punya anak, kakak akan punya keponakan ". Lia.
__ADS_1
" Wahh kamu benar, nanti jika aku sudah punya keponakan aku akan mengajarinya cara makan mie lewat hidung ". Junni.
" Iiiihhh!!! apaan sihh kak,
menjijikkan sekali ". Lia.
Di Sore itu aku dan Lia berbincang membicarakan Lia yang akan ikut pembelajaran tata etika seorang istri.
Dan akhirnya aku mengizinkan nya untuk pergi setelah dia berusia 18 tahun nanti.
Di malam hari nya, setelah makan malam aku berharap bisa bertemu dengan wanita pemanah itu kembali.
Di hari esok aku mendapat kan tugas dari ketua klan untuk pergi ke tempat klan Snofgon.
Dahulu kala Region Iceblight terpecah belah menjadi 3 bagian dan setiap klan memimpin satu bagian.
Yang pertama ada klan Blowice, aku berasal dari klan ini. Dan klan ini berada di Iceblight bagian tenggara, jadi kami tinggal di tempat yang sedikit hangat karena dekat dengan Region Lannid.
Yang kedua adalah klan Snofgon, Klan ini berada di bagian barat daya Iceblight. Mereka di kenal karena punya banyak senjata yang memiliki kekuatan ajaib di dalam nya.
Lalu yang terakhir ada klan Wolffend, Klan ini tinggal di daerah utara Iceblight, Mereka adalah klan yang paling buruk, Mereka sangat suka mengajak untuk berperang dan mereka punya sikap kejam dan menjijikkan.
Dan sekarang aku di utus untuk pergi ke tempat klan Snofgon untuk mengajukan perdamaian dan sembari mengumpulkan kekuatan bersama, karena rumor bahwa klan Wolffend mendapat kekuatan baru yang menyeramkan.
Dan karena kekuatan baru itu klan Wolffend menantang klan Snofgon dan Blowice untuk berperang.
Ini membuat Ketua di setiap klan menjadi resah dan akhirnya aku lah yang harus membawa surat perdamaian dari ketua Blowice.
Dan lagi aku di temani oleh 2 junior ku yaitu Dion dan Will.
Akhirnya aku dan 2 juniorku itu berangkat ke tempat klan Snofgon dengan menggunakan kuda.
Sebenarnya aku tidak merasa apa-apa dengan Will tapi aku punya masalah dengan si Dion karena dia melamar
adik ku Lia.
Saat aku menatap nya dia langsung menoleh ke arah yang lain dengan muka yang cemas dan takut.
Aku memang setuju jika Lia pergi, Tapi aku tidak rela jika Lia menikah.
Tetapi mau bagaimana lagi, Lia sudah mengancam ku.
" Kakak jangan berani-berani menyakitkan Dion, Awas aja kalau kakak menyakiti nya, aku akan kabur dari rumah dan tidak akan ingin melihat wajah kakak lagi ". Pesan dari Lia untuk Junni.
Di dalam hati Junni :
"(Sial, Padahal aku sudah geram sekali untuk memukul si Dion itu)".
"(Tapi jika aku memukul juniorku aku juga akan di hukum ketua klan)".
"(Benar-benar sial sekali nasib ku)".
.
.
Di dalam hati Dion :
"(Kenapa senior menatap seperti itu)".
"(Tatapannya sangat menakutkan)".
"(Senior seperti nya benar-benar marah pada ku)".
"(Seperti nya benar, seharusnya aku melamar Lia saat sudah berusia 19 tahun saja)".
Kembali ke cerita.
Saat kami sudah hampir sampai, Aku mendengar suara dari setiap arah.
__ADS_1
Ini adalah suara langkah kaki lagi, tapi ada yang berbeda. langkah kaki nya terdengar lebih pelan.
" Jendral ada apa, kenapa kita berhenti ?". Tanya Will.
" Tunggu sebentar aku mendengar suara langkah kaki dari beberapa arah dan suara nya semakin terdengar ". Junni
" Semua bersiap dan hati-hati ". Junni.
"! Tiba-tiba !"
Bruk!!
Dion terjatuh dari kuda nya karena dia hampir di tusuk dari arah samping kanannya.
Tiba-tiba ada 4 orang yang melompat sembari menghunuskan kan pisau besar mereka ke arah ku, Tetapi aku melompat dari kuda dan menghempas kan mereka semua dengan tebasan berputar ku.
Lalu aku maju dan melawan mereka berempat sekaligus.
Setiap serangan mereka berhasil aku hindari dan aku tangkis, Tapi mereka terus terusan menyerang ku secara membabi buta.
Akhirnya menyerang mereka dan membuat mereka kalah satu persatu, Tetapi aku hanya membuat mereka pingsan saja agar aku bisa mendapat suatu informasi dari mereka.
Dion berhasil mengalahkan orang yang tadi ingin menusuknya.
Tetapi Will terlihat kesusahan melawan tiga orang sekaligus, Lalu Dion datang membantu dan secara bersamaan mereka berhasil mengalahkan tiga orang tersebut.
lalu aku sadar bahwa mereka ini adalah kelompok pemburu dari klan Wolffend.
Aku pikir hanya ada delapan orang, tapi ternyata masih ada 3 orang lainnya yang datang.
Secara sombong mereka meremehkan kami yang padahal saat itu berhasil mengalahkan delapan orang lain nya.
Tapi lalu aku terkejut, Ada semacam aura hitam di tangan mereka, lalu aura itu mulai menyelimuti pisau mereka.
Dan saat itu mereka melaju maju untuk menyerahkan kami, tapi saat itu aku berhasil menangkis serangan dari salah satu orang tersebut. Aku juga merasakan kekuatan pisau dan tenaga mereka semakin kuat.
Tapi aku berhasil menghempaskan orang itu, Lalu aku menusuk paha kaki nya agar dia tidak bisa berjalan.
Tetapi aku melihat luka tusukkan yang aku buat mulai sembuh dengan cepat.
Akhir nya aku sadar bahwa itu adalah kekuatan baru yang di dapat kan oleh klan Wolffend.
Seperti nya kekuatan itu membuat mereka dan senjata yang mereka bawa menjadi lebih kuat dan juga regenerasi mereka semakin cepat.
Tapi aku melihat di dada mereka, tepat nya di jantung mereka ada aura hitam yang seperti mengalir ke tangan dan senjata mereka.
Lalu aku pun menusuk dada orang itu dan membuat nya tumbang seketika.
Lalu aku memperingati dua junior ku itu agar bisa cepat menghabisi pemburu lain nya.
" Will, Dion kelemahan mereka ada
di dada mereka yang di selimuti aura
hitam itu ".
Dan akhirnya mereka sadar dan langsung menusuk dada 2 pemburu itu, dan 2 pemburu itu pun langsung tergeletak di tanah.
Tapi saat kami ingin mendekati orang-orang itu, Tiba-tiba aura hitam yang tadi berada di dada mereka, mulai bangkit lagi dan aura mereka bersatu menjadi aura yang lebih pekat dan besar.
Aura hitam yang telah bergabung itu pun menjadi monster yang besar.
Monster itu berwarna hitam pekat, mata dan mulut nya juga terbentuk dan memancar cahaya redup yang berwarna ungu tua.
Lalu monster itu meraung dengan suara yang keras itu membuat telinga ku benar-benar sakit karena telinga ku sangat sensitif terhadap suara di sekitar.
Karena itu aku menjadi melemah dan membuat ku ingin pingsan tapi sebelum aku pingsan, di saat itu ada banyak anak panah yang menghujani monster itu, tapi serangan itu tidak berpengaruh apa-apa bagi monster itu.
Lalu aku melihat ada anak panah es itu lagi, anak panah itu berhasil menancap ke kaki monster itu dan membuat kaki monster itu membeku, Lalu dari belakang ku muncul wanita pemanah itu lagi, tapi sebelum aku berbicara satu kata pun.
__ADS_1
Tiba-tiba pandangan ku mulai kabur dan aku pun akhirnya pingsan.
Sebelum aku pingsan total aku hanya bisa mendengar suara orang orang yang menyerang monster itu, dan suara Will dan Dion yang sedang memanggil ku.