Pemanah Itu Adalah Milikku

Pemanah Itu Adalah Milikku
HAL 6 = PENGEPUNGAN (2)


__ADS_3

Baiklah sebelum aku melanjutkan kisah ini, Aku akan menjelaskan tentang kekuatan ku.


Aku tau kalian sedikit bingung dengan mantra penguat yang aku miliki.


Mantra penguat itu adalah mantra yang di kembangkan oleh kakek dan nenek ku, lalu di wariskan kepada ibu ku, lalu di teruskan aku, Lia, Dan Felix.


Mantra ini bukan sekedar mantra penguat biasa, mantra ini bisa memperkuat suatu objek yang di tentukan dengan memperkuat nya sampai 200 kali lipat.


Sebenarnya, aku sudah sangat ahli dalam mantra ini, bahkan aku sudah bisa memperkuat sesuatu sampai 400 kali lipat.


Aku hebat kan !


Aku memang sudah sangat ahli, tapi tidak dengan Lia dan Felix.


Felix sihh!, belum aku ajarkan mantra ini, Tapi aku sudah berjanji untuk mengajarinya suatu hari nanti.


Kalau Lia sihh! sudah berhasil memperkuat sesuatu sampai 60 kali lipat, Dia hanya perlu berlatih lebih sering, Tapi dia sangat malas untuk mempelajari mantra ini, Dia selalu mengeluh tentang alasan kenapa dia harus mempelajari mantra ini.


** Suatu hari saat Junni melatih Lia **


.


.


" Aku sudah tidak kuat lagi kak!!, Aku capek ". Lia.


" Baru 30 menit!, Masa langsung capek sihh ". Junni.


" Kakak!!, mantra ini sangat sulit loh ". Lia.


" Kalo susah, seharusnya kamu harus lebih giat berlatih ". Junni.


" Memang nya apa berguna mantra ini, Aku kan bukan petarung ". Lia.


" Kau memang bukan petarung, tapi mantra ini bisa berguna untuk membantu mu di kegiatan sehari hari ". Junni.


" Memang nya apa?". Lia.


" Kakak juga tidak tau, Tapi ibu selalu menggunakan mantra ini di setiap harinya ". Junni.


" Lagi pula, ini adalah mantra khas keluarga kita, Perlu waktu yang lama untuk mengembangkan mantra ini ". Junni.


" Tapi kak, Aku sudah lelah ". Lia.


" Yasudah!, Kamu istirahat dulu, Nanti sore kita lanjutkan lagi ". Junni.


" Apaa!!! ". Lia.


.


Ya begitulah aku melatih Lia, Walaupun dia selalu mengambek karena menurut nya mantra ini benar benar sulit untuk di pelajari.


Memang benar sih mantra ini sulit, Bahkan saat seumuran Lia aku enggan mempelajari mantra ini, Tapi setelah ibu meninggal aku mulai giat mempelajari nya, Untuk saja ada Ayah yang membantu ku berlatih, Walaupun Ayah juga belum bisa menyempurnakan mantra ini.


.


.


LANJUT KE CERITA ---


.


.

__ADS_1


" Baiklah lah jika itu mau mu ". Putri Senna.


Dengan kekuatan Gromstone khusus milik Putri Senna, Dia mengambil satu anak panah nya lalu semua kekuatan dari sarung panah Gromstone nya dia salurkan ke satu anak panah itu.


Anak panah itu menjadi lebih besar dari sebelumnya dan semua sisa anak panah yang ada di sarung panah nya pun menghilang dan berubah menjadi seperti butiran kristal kecil yang menyatu dengan anak panah terkuat itu.


Anak panah itu pun di siapkan lalu dengan semua kekuatan milik Putri Senna, Ia menembakkan anak panah itu ke langit.


Dengan mantra penguat milik ku, Aku meningkatkan kekuatan dari anak panah itu.


Anak panah itu menembus langit.


Seketika suasana menjadi hening.


Orang-orang merasakan firasat buruk.


Putri Senna pun jatuh karena terlalu banyak menggunakan kekuatan nya.


Di langit terlihat sebuah cahaya berwarna biru muda bersinar terang layaknya bulan.


Semua orang mulai terfokus pada cahaya itu.


Di suasana hening itu Tuan Smith langsung berteriak memerintah pasukan untuk berkumpul di sekitar menara.


" SEMUA BERKUMPUL !!!, BUAT BARIER PELINDUNG DENGAN SEMUA SISA TENAGA KALIAN !!!". Tuan Smith.


" BUAT BARIER PELINDUNG TERKUAT KITA !!!, PARA PENYIHIR BANTU MEMPERKUAT BARIER KITA !!!, PARA MEMANAH SEMUA MASUK KEDALAM MENARA !!! ". Tuan Smith.


Semua pasukan pun menjalani perintah tersebut, Para petarung menyiapkan perisai mereka lalu membuat pelindung gabungan lagi, Dan di bantu para penyihir barier pelindung itu menjadi lebih kuat.


Setelah semua itu selesai, Tiba-tiba...


wusshh.....wusshh !!!


Angin kencang pun datang, Angin yang dingin ini meniup semua yang ada di depan nya, Semua yang ada di dalam mau pun di luar desa pun merasakan angin ini.


Semua pasukan pun masuk kedalam menara.


Lalu dengan kekuatan kalung Gromstone khusus yang di miliki Tuan Smith, Tuan Smith membuat puluhan perisai es besar yang mengitari semua sisi menara.


Di lanjutkan dengan aku yang memperkuat perisai dan pelindung itu dengan semua sisa tenaga ku.


Dengan sisa tenaga ku, Aku menggendong putri Senna yang sudah melemah ke dalam menara.


Tepat di saat itu juga angin menjadi lebih ganas, Suhu juga semakin dingin.


Cahaya biru itu mulai meredup dan menghilang di telan awan badai yang mengitari desa Snofgon.


Tapi tiba-tiba, Cahaya itu mulai terlihat lagi dan mulai terlihat satu persatu.


Cahaya biru itu mulai terlihat semakin banyak, Dalam beberapa detik cahaya itu semakin banyak, dan bahkan jumlah nya sudah tidak bisa di hitung lagi.


Semua orang menatap ke atas, Melihat ribuan, bukan, tapi jutaan cahaya biru itu yang mulai terlihat semakin banyak.


Awan badai itu pun semakin gelap tapi cahaya biru itu jadi semakin terang.


Suara-suara petir terdengar dari atas sana.


Seketika itu juga...


Bintang-bintang bertaburan jatuh dari indah nya langit.


Jutaan anak panah es berjatuhan dari atas sana, Awan seperti menurunkan hujan malapetaka besar untuk yang ada di bawah nya.

__ADS_1


Para pasukan Wolffend mulai panik dan lari ketakutan, Orang-orang itu bersembunyi di bawah rumah para warga Snofgon.


Tapi, malapetaka tidak akan membiarkan itu terjadi...


Takdir kehancuran sudah ada di atas mereka.


Rasa takut mulai menyelimuti semua orang, Semua orang panik dan takut pada yang ada di atas mereka.


Pasukan Wolffend pun tidak bisa mengelak dari malapetaka itu.


Langit-langit bangunan pun tidak bisa melindungi mereka, Semua hancur di hantam jutaan anak panah itu.


Tubuh mereka menjadi beku dan hancur.


Sekarang menara adalah tempat teraman dari amukan malapetaka ini.


Perisai es yang sudah di perkuat ini, Menjadi lebih kuat dan besar, Setiap anak panah yang menghantam perisai ini pun memantul ke arah luar desa.


Tapi kerusakan juga masih di dapat kan perisai ini, Beberapa perisai es hancur karena tabrakan beruntun dari anak panah itu.


Orang-orang yang ada di dalam menara hanya bisa berdoa untuk keselamatan mereka.


Setiap perisai mulai hancur, sekarang pelindung bagian dalam mulai terhantam oleh banyak nya anak panah itu.


Sementara itu para pasukan Wolffend mulai hancur satu persatu, mereka ingin berlindung, tetapi semua yang di sentuh anak panah itu hancur, Mereka mulai terkena anak panah itu.


Tubuh mereka menjadi beku dan menjadi es, Saat mereka menjadi es, Anak panah lain menghantam tubuh mereka yang menjadi es.


Seketika itu pula, Tubuh mereka hancur layak nya es yang pecah.


Malapetaka itu berarea sangat luas, bahkan bencana nya tersebar sampai luar desa yang besar ini.


Di situ aku melihat putri Senna yang menangis melihat malapetaka itu dari dalam menara.


Semua perisai pun hancur, pelindung pun mulai retak di setiap sisi nya. Tapi sebelum itu terjadi...


Langit mulai terlihat terang.


Awan badai yang gelap mulai hilang.


Malapetaka yang jatuh tadi, kian berhenti.


Pelindung itu pun hancur dan menghasilkan suara seperti kaca yang pecah.


Semua warga Snofgon bersorak dan gembira.


Ketakutan yang melanda hati mereka sudah pergi, dan sekarang hanya ada rasa syukur dan lega.


Kita semua pun keluar dari menara itu.


Langit pagi pun terlihat, Cahaya matahari mulai menghangat diri kami.


Melihat berbagai senjata yang bergeletakan di tanah bersalju ini.


Ribuan pecahan es terlihat di penjuru desa, kami menyebut pecahan itu sebagai mayat.


Desa pun terlihat lululanta, Bangunan seperti rumah sudah hancur, dan hanya meninggalkan sedikit pondasinya.


Setelah senang semua orang tadi menjadi sedih.


Putri Senna pun menangis di punggung ku, Aku menggendong nya lagi untuk keluar dari menara karena dia sudah tidak punya tenaga lagi.


Tangisan nya terdengar seperti orang yang benar-benar menyesal.

__ADS_1


Dia pun berkata dengan pelan dari belakang ku.


" Apa yang aku lakukan, Aku menghancurkan senyum kaum ku ". Putri Senna yang berbicara pelan sambil menangis.


__ADS_2