
Sudah hampir 1 jam Alex menunggu Aleena. dia mondar-mandir kesana kemari, menunggu kedatangan Aleena.
Alex : " kemana wanita itu.. kenapa dia lama sekali.. "
panti asuhan..
Vina : " bagaimana Aleena, ?? kamu belum menjawab pertanyaan saya.. ( tersenyum ) "
Aleena : " (kaget, dia melamun ) oh, itu ya nyonya.. saya masih belum punya.. saya juga berencana untuk fokus kerja dulu.. belum ingin berpasangan.. ( tersenyum )
Vina : " loh.. memangnya kenapa ?? kerja setelah nikah juga bisa Lo.. ( membujuk Aleena ) kebetulan, saya juga punya seorang putra.. dia tidak mau menikah .. karena dia tidak percaya pada perempuan, dia dulu di khianati oleh kekasihnya.. kamu mau kan nikah sama anak saya..?? "
Aleena : " eemm.. sekali lagi maafkan saya nyonya.. saya masih ingin fokus kerja dulu.. kalau begitu, saya permisi dulu.. saya mau menjemput adik saya.. "
Vina : " baiklah.. tapi saya berharap kamu mau mempertimbangkan ucapan saya.. "
Aleena buru - buru keluar dari panti asuhan itu. dia tidak ingin berbicara tentang nikah. dia sudah tidak percaya lagi pada laki laki. semenjak dia dicampakkan 2 kali oleh mantan pacarnya. yang pertama karena tidak mau disentuh, yang kedua hanya untuk bahan taruhan.
Aleena : " untung saja aku menemukan alasan.. kalau tidak, ( menepuk jidatnya ) adduuh.. hari ini kan aku memang akan menjemput Rea.. kenapa aku bisa lupa sih.."
dia menuju perusahaan Alex naik ojek. sepanjang perjalanan dia mengutuki Alex.
__ADS_1
Aleena : " dasar pria sombong.. awas saja kau kalau terjadi sesuatu pada adikku "
Aleena sudah sampai di kantor Alex. dia langsung menuju meja resepsionis.
Lia : " mbak ini mbak yang kemaren yaa.. mbak sudah di tungguin sama pak Alex di ruangannya, jadi mbak langsung saja ke ruangan nya.. "
Aleena : " oh.. gitu ya mbak.. ruangan nya yang mana ya "
Lia : " mari saya antar.. " ( menuju lift dan membiarkan Aleena berjalan dulu )
mereka masuk kedalam lift, menuju ruangan Alex.
Aleena : " perusahaan ini besar sekali yaa.. "
Aleena hanya manggut-manggut mendengar perkataan Lia..
Ting ... ( pintu lift terbuka )
mereka berjalan menuju ruangan Alex. Aleena sangat takjub melihat keadaan disekelilingnya. lantai paling atas hanya ada beberapa ruangan, dan di desain dengan mewah.
Lia : " apakah bapak Alex ada ?? " ( bertanya kepada Keyla asisten Alex bagian penerima tamu )
__ADS_1
Keyla : " bapak Alex ada di ruangannya, silahkan masuk.. mbak sudah di tunggu dari 1 jam yang lalu.." ( mempersilahkan Aleena )
Aleena : " mati aku, kenapa dia menunggu ku sih.. " ( berjalan menuju ruangan Alex )
Lia dan Keyla penasaran, mereka pun ngerumpi..
Keyla : " kira kira wanita itu siapa yaa.. kenapa bapak Alex sampai menunggu nya.."
Lia : " aku juga tidak tau, katanya sih dia mau menjemput adiknya yang dibawa oleh bapak Alex.. "
saking asyiknya ngerumpi, mereka tidak menyadari kehadiran sekretaris Bram.
Bram : " sepertinya kalian berdua lupa peraturan di kantor ini.. " ( memasang aura menyeramkan ) apa kalian ingin cari pekerjaan lain.. ?? "
Lia dan Keyla : " mm..maaf .. sekretaris Bram.. kami tidak.. ( belum selesai, di potong oleh Bram )
Bram : " baiklah, kali ini aku maafkan.. Tapi gaji kalian bulan depan akan dipotong 70% .. kalau masih membantah dan mengulangi lagi, kalian angkat kaki dari sini.. sekarang kerjakan tugas masing-masing.. ( berlalu dan mengejar Aleena )
Aleena sudah sampai di depan ruangan tersebut. tiba-tiba...
Bram : " maaf nona, ini bukan ruangan tuan muda.. ruangan tuan muda disebelah sana.. mari saya antar.. "
__ADS_1
Bram dan Aleena berjalan menuju ruangan Alex.
sesampainya di depan ruangan Alex,..