Penakluk Tuan Muda

Penakluk Tuan Muda
tersenyum


__ADS_3

Alex mengendarai mobilnya menuju mansionnya. di sepanjang jalan Rea sangat senang melihat pemandangan di luar kaca mobil Alex.


25 menit kemudian..


Alex: " kita sudah sampai, ayo turun.."


(ajak Alex dan turun dari mobilnya ). Rea


masih mematung karena takjub


melihat rumah didepannya )


Rea :" kak apakah ini rumah kakak,?? besar


sekali ?? "( sambil terus fokus ke


depan)


Alex : " iya.. ini rumahku...( berjalan sambil


menggandeng Rea masuk ke


dalam mansionnya.. )


Rea : " indah sekali kak...( sambil melihat ke


sekelilingnya ).



mansion Alex Williams Ferguson...


tok...tok..tok...


manager : " masuk.."


(Aleena pun berjalan masuk.)


Aleena :. " ada apa ya, manager memanggil


saya kemari..??


manager : " Aleena, maafkan aku.. mulai


besok kau tidak usah bekerja di


restoran ini lagi..."


(Aleena kaget, dia tidak percaya apa yang di katakan manager nya.)

__ADS_1


Aleena : " maaf pak, apa saya melakukan


kesalahan, sehingga bapak tiba


tiba memecat saya..


( memasang wajah heran )


manager : " bukan begitu Aleena, sejujurnya


aku sangat puas dengan hasil


kerjamu.. tapi, apa boleh buat


tuan muda Alex Williams


Ferguson menyuruku untuk


memecatmu.. aku tidak bisa


berbuat apa-apa Aleena.. kalau


aku tidak menuruti perintah nya,


dia akan memecatku dan


menutup restoran ini.. kau bisa


( raut wajahnya sedih sambil menyodorkan


amplop coklat. )


Aleena : " baiklah pak, aku bisa mengerti..


terima kasih karena sudah


mau mempekerjakanku disini.. ( bangkit dari kursinya dan keluar dari restoran itu, )


" aku sekarang harus ke rumah


sakit setelah itu menjemput


Rea ..." ( batinnya dan


bergegas)


ketika Alex berjalan masuk kedalam mansionnya, dia disambut oleh semua pelayanannya. Alex menunjuk pak Lee ( kepala pelayan ) untuk menunjukkan kamar Rea.


Alex : " Rea, kau ikut p Lee yaa.. dia adalah kepala pelayan disini, kalau kamu butuh sesuatu panggil saja dia.." ( sambil tersenyum kepada Rea )

__ADS_1


Rea : " baiklah kakak tampan.." ( ucapnya sambil berlalu dan meninggalkan Alex yang tersenyum dibuat nya. )


para pelayan takjub, baru kali ini melihat tuan mudanya bisa tersenyum. Alex pun melangkahkan kakinya menuju kamar nya. dia masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan badannya.


Aleena sudah sampai di rumah sakit. dia segera mengurus administrasi ibunya. setelah selesai, Aleena berjalan menuju kamar ibunya.


Aleena : " Bu, bagaimana keadaan ibu..?? ( sambil duduk di samping ranjang ibunya )


Hany : " iya, ibu sudah lebih baik sekarang..


bagaimana adikmu..?? apakah kau


tidak menemuinya..??


Aleena : " iya, aku sudah menemuinya.. dia baik baik saja.. " ( berbohong kepada ibunya, dia tidak ingin ibunya khawatir. )


obrolan panjang antara ibu dan anak pun selesai. Aleena pamit pulang kepada ibunya. dia ingin segera menyelesaikan masalah adiknya.


dia berjalan menuju rumah sang rentenir dengan membawa uang 300 JT.


Aleena :" permisi, apakah p Bambang nya ada..?? " ( menanyakan kepada anak buah Bambang )


Erick : " (anak buah Bambang) kau siapa..??


( berjalan mendekati Aleena )


Aleena : " saya Aleena, saya datang kesini untuk membayar hutang ayah saya beserta bunganya.. "


Erick : " ( kaget ) "bukankah hutangnya sudah


lunas .. kenapa dia masih


mau membayar hutang ayah


nya "(batinnya)


" baiklah tunggu disini, aku akan memanggil bos ku.. ( berlari ke dalam ) " bos, Aleena mencari mu.."


Bambang : " baiklah suruh dia masuk kesini.."


( tersenyum misterius )


Erick : " baik bos.."


( menghampiri Aleena)


" bos menunggumu di dalam.."


Aleena berjalan kedalam rumah rentenir itu. hatinya gelisah, dia takut terjadi sesuatu pada adiknya. dia terus berjalan dan menenangkan perasaan nya.. saat dia masuk rentenir itu menyuruh anak buahnya keluar dan mengunci pintu dari luar. kini tersisa Aleena dan rentenir itu di dalam. rentenir itu berjalan mendekati Aleena dengan tatapan mesum.

__ADS_1


tiba-tiba...


__ADS_2