
Alex mengendarai mobilnya menuju mansionnya. di sepanjang jalan Rea sangat senang melihat pemandangan di luar kaca mobil Alex.
25 menit kemudian..
Alex: " kita sudah sampai, ayo turun.."
(ajak Alex dan turun dari mobilnya ). Rea
masih mematung karena takjub
melihat rumah didepannya )
Rea :" kak apakah ini rumah kakak,?? besar
sekali ?? "( sambil terus fokus ke
depan)
Alex : " iya.. ini rumahku...( berjalan sambil
menggandeng Rea masuk ke
dalam mansionnya.. )
Rea : " indah sekali kak...( sambil melihat ke
sekelilingnya ).
mansion Alex Williams Ferguson...
tok...tok..tok...
manager : " masuk.."
(Aleena pun berjalan masuk.)
Aleena :. " ada apa ya, manager memanggil
saya kemari..??
manager : " Aleena, maafkan aku.. mulai
besok kau tidak usah bekerja di
restoran ini lagi..."
(Aleena kaget, dia tidak percaya apa yang di katakan manager nya.)
__ADS_1
Aleena : " maaf pak, apa saya melakukan
kesalahan, sehingga bapak tiba
tiba memecat saya..
( memasang wajah heran )
manager : " bukan begitu Aleena, sejujurnya
aku sangat puas dengan hasil
kerjamu.. tapi, apa boleh buat
tuan muda Alex Williams
Ferguson menyuruku untuk
memecatmu.. aku tidak bisa
berbuat apa-apa Aleena.. kalau
aku tidak menuruti perintah nya,
dia akan memecatku dan
menutup restoran ini.. kau bisa
( raut wajahnya sedih sambil menyodorkan
amplop coklat. )
Aleena : " baiklah pak, aku bisa mengerti..
terima kasih karena sudah
mau mempekerjakanku disini.. ( bangkit dari kursinya dan keluar dari restoran itu, )
" aku sekarang harus ke rumah
sakit setelah itu menjemput
Rea ..." ( batinnya dan
bergegas)
ketika Alex berjalan masuk kedalam mansionnya, dia disambut oleh semua pelayanannya. Alex menunjuk pak Lee ( kepala pelayan ) untuk menunjukkan kamar Rea.
Alex : " Rea, kau ikut p Lee yaa.. dia adalah kepala pelayan disini, kalau kamu butuh sesuatu panggil saja dia.." ( sambil tersenyum kepada Rea )
__ADS_1
Rea : " baiklah kakak tampan.." ( ucapnya sambil berlalu dan meninggalkan Alex yang tersenyum dibuat nya. )
para pelayan takjub, baru kali ini melihat tuan mudanya bisa tersenyum. Alex pun melangkahkan kakinya menuju kamar nya. dia masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan badannya.
Aleena sudah sampai di rumah sakit. dia segera mengurus administrasi ibunya. setelah selesai, Aleena berjalan menuju kamar ibunya.
Aleena : " Bu, bagaimana keadaan ibu..?? ( sambil duduk di samping ranjang ibunya )
Hany : " iya, ibu sudah lebih baik sekarang..
bagaimana adikmu..?? apakah kau
tidak menemuinya..??
Aleena : " iya, aku sudah menemuinya.. dia baik baik saja.. " ( berbohong kepada ibunya, dia tidak ingin ibunya khawatir. )
obrolan panjang antara ibu dan anak pun selesai. Aleena pamit pulang kepada ibunya. dia ingin segera menyelesaikan masalah adiknya.
dia berjalan menuju rumah sang rentenir dengan membawa uang 300 JT.
Aleena :" permisi, apakah p Bambang nya ada..?? " ( menanyakan kepada anak buah Bambang )
Erick : " (anak buah Bambang) kau siapa..??
( berjalan mendekati Aleena )
Aleena : " saya Aleena, saya datang kesini untuk membayar hutang ayah saya beserta bunganya.. "
Erick : " ( kaget ) "bukankah hutangnya sudah
lunas .. kenapa dia masih
mau membayar hutang ayah
nya "(batinnya)
" baiklah tunggu disini, aku akan memanggil bos ku.. ( berlari ke dalam ) " bos, Aleena mencari mu.."
Bambang : " baiklah suruh dia masuk kesini.."
( tersenyum misterius )
Erick : " baik bos.."
( menghampiri Aleena)
" bos menunggumu di dalam.."
Aleena berjalan kedalam rumah rentenir itu. hatinya gelisah, dia takut terjadi sesuatu pada adiknya. dia terus berjalan dan menenangkan perasaan nya.. saat dia masuk rentenir itu menyuruh anak buahnya keluar dan mengunci pintu dari luar. kini tersisa Aleena dan rentenir itu di dalam. rentenir itu berjalan mendekati Aleena dengan tatapan mesum.
__ADS_1
tiba-tiba...