
Di tempat lain..
Bram sudah sampai di kantor. Dia segera menuju ruangan Alex. " tok..tok..tok.." Bram mengetuk pintu.
" masuk.." ucap Alex. " bagaimana Bram, apakah kau sudah menyelidiki kepergian wanita itu.." tanya Alex. " sudah tuan muda.. dia pergi mencari adiknya yang dibawa oleh rentenir.." jawab Bram.
" berapa hutangnya .." tanya Alex tanpa basa-basi. " 300 JT tuan muda.." jawab Bram. " Bram, sekarang kau urus rentenir itu.. bawa adiknya kesini.. dan bilang pada rentenir itu, untuk berpura pura menyandera adiknya.. " perintah Alex dengan senyum liciknya. " baik tuan muda.. " jawab Bram dan berlalu meninggalkan Alex.
" tuan muda, apalagi ini.. kenapa kau sekarang justru peduli pada perempuan itu.." batin Bram.
Aleena berjalan menuju rumah sakit. Dia berencana menemui ibunya.
__ADS_1
sesampainya di rumah sakit...
" ibu.. bagaimana keadaan ibu.." tanya Aleena. ibunya tersenyum," ibu baik baik saja.. kira kira kapan ibu keluar dari rumah sakit ini.." kata ibunya. " ibu yang sabar yaa.. nanti ibu juga pulang, tapi nunggu persetujuan dokter.." tutur Aleena. " oh ya... kenapa kamu sudah pulang, bukankah ini waktunya kamu bekerja..?? " tanya ibunya. Aleena diam sejenak mencari alasan yang tepat. dia tidak mungkin mengatakan bahwa adiknya dibawa oleh rentenir. " Aleena.. " panggil ibunya, " iya Bu.." kamu melamun.. apa yang terjadi nak.. apakah kamu dipecat.." tanya ibunya dengan raut wajah yang sedih.. " enggak kok Bu, Aleena cuma khawatir sama ibu, jadi Aleena izin pulang.. " jawab Aleena.
Bram sudah menemukan adik Aleena. bukan hal yang sulit dilakukan oleh orang seperti Bram, karena koneksi nya tak main main.
" Bram apakah kau sudah menemukan anak itu..?? " tanya Alex lewat telepon. "sudah tuan muda.. " jawab Bram. " bagus.. kalau begitu, cepat bawa dia kemari.." perintah Alex. dia tersenyum menyeringai.
" dimana aku harus mencari Rea, dan mencari uang untuk melunasi hutang ayah..??" dalam kebingungannya, dia melihat seorang wanita paruh baya yang kesusahan hendak menyeberang. diapun segera berlari untuk menolongnya.
" Bu.. mari saya bantu.." Aleena menuntunnya sampai ke tepi jalan." makasih ya nak, kamu sudah membantu ibu.. nama kamu siapa.." tanya ibu itu, " saya Aleena Bu.." jawab Aleena. " nama yang cantik.. seperti orang nya.." puji ibu itu. " kalau begitu, saya permisi dulu ya Bu.. ibu hati hati.." ucap Aleena dan berbalik meninggalkan wanita itu.
__ADS_1
dari kejauhan ada seorang wanita yang tidak sengaja memperhatikannya. dia bergumam. " semoga nantinya Alex bisa menemukan gadis yang baik seperti gadis itu.." harapnya.
( flashback on..)
setelah Alex berangkat ke kantor nya, " bagaimana ini ma, anak itu masih tetap tidak mau membuka hatinya pada wanita lain.. apakah kita tidak akan menimang cucu dari Alex ?? masa kita nyuruh Brian dulu yg nikah??" kata Williams kepada istrinya." gimana kalau kita jodohkan saja dia pa.." kata Vina yang mendapatkan sebuah ide. " apa alex mau menerima nya.. apakah dia wanita yg baik.. papa takut wanita itu akan menyakiti Alex seperti Clara.." kata Williams, raut wajahnya sedih." papa tenang saja.. nanti mama pastiin dia orang yang baik.." kata Vina meyakinkan suaminya.
MYM GROUPS..
" tok.. tok..tok.." .. "masuk.." kata Alex. " tuan muda, ini adalah Rea.. adik nona Aleena.." jelas Bram. " baiklah, kau bisa keluar sekarang.." . Bram keluar meninggalkan Rea dan Alex di ruangan itu. " siapa namamu.. " tanya Alex. " a..ak..ku Rea.." dia menjawab dengan gugup, karena masih trauma pada kejadian sebelumnya.
maaf ya kk.. kalau cerita nya kurang menarik.. semoga aja ada yang suka n g bosen..😄😄😄
__ADS_1